JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat masih melanjutkan proses negosiasi terkait tarif resiprokal yang diberlakukan oleh Pemerintah AS kepada produk Indonesia. Pembahasan ini menjadi salah satu topik dalam percakapan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump melalui sambungan telepon pada Kamis (12/6/2025) malam.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pembahasan mengenai tarif tersebut berlangsung dalam konteks diplomasi dagang yang lebih luas. “Kita kemarin mengirim tim negosiasi dan kemudian dipelajari oleh masing-masing pihak,” ujar Prasetyo di lingkungan Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (17/6/2025).
Pemerintah Indonesia, lanjut Prasetyo, telah mengirimkan tim khusus untuk bernegosiasi terkait tarif impor resiprokal yang dikenakan kepada Indonesia sebesar 32 persen. Meski tidak menjelaskan secara rinci hasil negosiasi, ia menekankan bahwa pembicaraan masih berlangsung dan Indonesia juga menyampaikan sejumlah penawaran dalam kerangka kerja sama dagang.
“Bukan soal berhasil atau tidak, kita juga menawarkan sesuatu dan beberapa pihak sedang mempelajarinya,” kata Prasetyo.
Ia memberikan sinyal positif terhadap hasil komunikasi antara Presiden Prabowo dan Presiden Trump. “Insya Allah positif, harus optimis. Jangan negatif-negatif terus ya,” ujarnya.
Secara terpisah, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyebutkan bahwa percakapan kedua kepala negara berlangsung selama hampir 15 menit. Selain membahas isu perdagangan dan kerja sama bilateral, keduanya juga bertukar kabar serta menyampaikan ucapan selamat atas kemenangan masing-masing dalam pemilu terbaru di negaranya.
“Presiden Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada Presiden Trump atas terpilihnya kembali sebagai Presiden AS, dan sebaliknya Presiden Trump juga mengucapkan selamat kepada Prabowo sebagai Presiden ke-8 RI,” kata Teddy.
Negosiasi soal tarif impor resiprokal ini menjadi salah satu isu penting dalam hubungan ekonomi Indonesia-AS, terutama setelah kebijakan tarif tinggi diberlakukan AS di masa pemerintahan Trump. Pemerintah Indonesia berharap kerja sama dagang tetap berlangsung secara adil dan saling menguntungkan. (hdm)














