Prabowo Buka Ekspor Beras, Mentan: Prioritaskan Dulu Kebutuhan Nasional

Minggu, 27 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Pemerintah menegaskan bahwa penguatan stok beras nasional menjadi prioritas utama sebelum membuka keran ekspor. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, stok dalam negeri harus lebih dari cukup untuk mengantisipasi risiko ketidakpastian iklim yang dapat mempengaruhi produksi pangan nasional.

“Kita upayakan dulu, stok kita perkuat,” ujar Amran dalam siaran YouTube Kompas TV, Minggu (27/4/2025). Ia menambahkan, kondisi iklim yang tidak bersahabat saat ini mengharuskan pemerintah mengambil langkah antisipatif. “Yang penting, kita cukup dulu untuk dalam negeri. Bila perlu, stok harus lebih dari cukup,” kata Amran.

Langkah ini merupakan respons atas arahan Presiden Prabowo Subianto yang memberikan lampu hijau untuk ekspor beras. Presiden menyampaikan, sejumlah negara telah meminta pengiriman beras dari Indonesia. Namun, ia menekankan agar ekspor dilakukan dengan mempertimbangkan ketersediaan dalam negeri dan atas dasar kemanusiaan.

“Saya izinkan dan saya perintahkan kirim beras ke mereka. Kalau perlu atas dasar kemanusiaan, kita jangan terlalu cari untung besar,” ujar Prabowo saat menghadiri acara Gerakan Indonesia Menanam di Banyuasin, Sumatera Selatan, Rabu (23/4/2025).

Presiden menilai, pengiriman beras ke negara lain bukan hanya soal perdagangan, tetapi juga menunjukkan bahwa Indonesia kini mampu memberi bantuan, bukan sekadar menerima.

Produksi Naik Signifikan

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, produksi beras nasional periode Januari–Mei 2025 diperkirakan mencapai 16,62 juta ton. Jumlah itu naik 1,83 juta ton atau 12,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 14,78 juta ton.

Pada Februari 2025 saja, produksi beras diperkirakan mencapai 2,23 juta ton, melonjak 60,82 persen dibandingkan Februari 2024 yang tercatat 1,39 juta ton. Dari sisi produksi padi, Januari–Mei 2025 diprediksi menghasilkan 28,85 juta ton gabah kering giling (GKG), naik 12,40 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tiga provinsi penyumbang produksi padi terbesar adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Sementara itu, Papua Pegunungan, Kepulauan Riau, dan DKI Jakarta mencatatkan produksi padi terendah.

Luas panen padi juga menunjukkan peningkatan. Pada Februari 2025, luas panen tercatat 0,76 juta hektar, naik 63,53 persen dibandingkan Februari 2024. Secara kumulatif, luas panen periode Januari–Mei 2025 diperkirakan mencapai 5,47 juta hektar, meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun lalu.

Dengan capaian produksi yang positif ini, pemerintah optimistis Indonesia dapat memenuhi kebutuhan dalam negeri sekaligus memberikan kontribusi pangan bagi negara lain. Namun, kehati-hatian tetap diutamakan untuk menjaga ketahanan pangan nasional. (ihd)

Berita Terkait

Kasatgas PRR Tito Karnavian: Bantuan Stimulan Rumah Diberikan Langsung ke Penyintas Bencana
Wamendagri Bima Arya: Indonesia Bisa Masuk 5 Besar Ekonomi Dunia, Asal Lolos Middle Income Trap
Sugeng Hariyono: Pemimpin Berintegritas Harus Konsisten antara Kata dan Tindakan
Pengelolaan Lingkungan Terpadu di Magelang Jadi Contoh Nasional
Percepatan Rehabilitasi Faskes, Layanan Kesehatan di Sumatera Pulih Hampir 100 Persen
Pendataan Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Huntap Pascabencana Sumatera
Wamendagri Ribka Haluk Minta Pemda Perkuat Layanan Kesehatan Demi Dukung Asta Cita Presiden
Wamendagri Bima Arya Soroti Tantangan Birokrasi, DPRD Didorong Tingkatkan Peran Pengawasan

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 20:38 WIB

Kasatgas PRR Tito Karnavian: Bantuan Stimulan Rumah Diberikan Langsung ke Penyintas Bencana

Jumat, 17 April 2026 - 20:28 WIB

Wamendagri Bima Arya: Indonesia Bisa Masuk 5 Besar Ekonomi Dunia, Asal Lolos Middle Income Trap

Jumat, 17 April 2026 - 16:55 WIB

Sugeng Hariyono: Pemimpin Berintegritas Harus Konsisten antara Kata dan Tindakan

Jumat, 17 April 2026 - 16:47 WIB

Pengelolaan Lingkungan Terpadu di Magelang Jadi Contoh Nasional

Jumat, 17 April 2026 - 14:01 WIB

Percepatan Rehabilitasi Faskes, Layanan Kesehatan di Sumatera Pulih Hampir 100 Persen

Berita Terbaru