Potensi Besar Perikanan Lampung: Rakornas 2024 Bahas Pengendalian dan Pengawasan Mutu

Rabu, 28 Agustus 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, BandarLampung – Provinsi Lampung menjadi tuan rumah Rapat Koordinasi Nasional Otoritas Kompeten dalam Rangka Pengendalian Pelaksanaan Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Kelautan dan Perikanan yang digelar di Hotel Sheraton, Bandarlampung, Rabu (28/8/2024).

Pada kesempatan itu, Pj. Gubernur Lampung Samsudin mengajak Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP) bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pengendalian dan pengawasan mutu produk hasil kelautan dan perikanan.

Rakornas ini dilaksanakan 28-29 Agustus 2024 dengan dihadiri Inspektur IV Inspektorat Jenderal Kementerian Kelautan dan Perikanan Lina Herlina, Sekretaris Kepala BPPMHKP Hari Maryadi, Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kepala UPT BPPMHKP se- Indonesia, dan dari Asosiasi Bidang Kelautan dan Perikanan.

Pj. Gubernur Samsudin berharap sinergi pemerintah daerah dengan KKP dapat menghasilkan produk perikanan Indonesia semakin terjamin mutu dan kesehatannya, mempunyai daya saing yang tinggi, serta terjaga kelestariannya.

Samsudin mengatakan Provinsi Lampung memiliki potensi sumberdaya kelautan dan perikanan yang cukup besar, terutama pada bidang perikanan tangkap dan budidaya.

Dia menyebutkan hal ini berpeluang besar dalam memenuhi pasar domestik maupun pasar ekspor.

Data produksi perikanan Provinsi Lampung Tahun 2023 mencapai 343 ribu ton, yang terdiri dari perikanan tangkap 189 ribu ton dan perikanan budidaya 154 ribu ton.

“Sangat besar sekali potensi perikanan yang ada di provinsi Lampung,” katanya.

Samsudin menjelaskan volume ekspor hasil perikanan Provinsi Lampung sebesar 14,4 ribu ton dengan nilai ekspor mencapai 2,1 triliun rupiah di 26 negara tujuan ekspor dengan komoditi unggulan yaitu udang, rajungan dan rumput laut.

“Hal tersebut menunjukkan bahwa Provinsi Lampung merupakan penghasil produk perikanan ekspor dan domestik yang cukup tinggi,” ujarnya.

Samsudin mengajak DKP se- Indonesia, instansi vertikal KKP, dan pemangku kepentingan lainnya untuk bersinergi dalam membangun sektor kelautan dan perikanan.

Menurutnya, dengan begitu kedepan Indonesia semakin meningkat kesejahteraan masyarakat, khususnya masyarakat sektor kelautan dan perikanan.

“Semoga dalam Rakornas pada kesempatan ini, semua apa yang menjadi keputusan dan menjadi tujuan dapat kita wujudkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masing-masing provinsi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Samsudin menyampaikan harapan dari seluruh DKP Provinsi se- Indonesia kepada KKP, agar penerbitan Health Certificate (HC) atau Sertifikat Kesehatan Ikan dan Produk Perikanan untuk dikembalikan ke provinsi.

Samsudin mengatakan hal ini akan berpengaruh terhadap pendapatan asli daerah (PAD).

“HC yang pada 2015 ditarik ke KKP, saya atas nama Gubernur seluruh Indonesia, kami minta untuk dikembalikan lagi ke provinsi, karena ini terkait dengan PAD masing-masing provinsi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Pusat Manajemen Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan Woro Nur Endang Sariati mengatakan Rakornas ini dalam rangka sosialisasi tugas dan fungsi BPPMHKP kepada seluruh stakeholder serta sosialisasi tugas dan fungsi otoritas kompeten dalam sistem jaminan mutu dan keamanan hasil kelautan dan perikanan.

“Selanjutnya kita akan melaksanakan Focus Group Discussion quality assurance hasil kelautan dan perikanan terkait fungsi pengendalian dan pengawasan mutu hasil kelautan dan perikanan hulu hilir,” ujar Woro.

Dia menjelaskan Rakornas ini juga dalam rangka membangun komunikasi, koordinasi dan kerjasama dengan seluruh pemangku kepentingan kelautan perikanan.

“Khususnya DKP Provinsi seluruh Indonesia terkait pelaksanaan pengendalian dan pengawasan hulu hilir,” katanya.(rian)

Sumber: Adpim

Berita Terkait

Lampung Jadi Tuan Rumah Mahasabha XIV KMHDI, Momentum Lahirkan Gagasan Strategis Pemuda Hindu
Infrastruktur Jalan Lampung Diperkuat, Pemprov Targetkan Perbaikan 200 Kilometer pada 2026
Jembatan Perintis Garuda Dibangun, Solusi Akses Transportasi Warga Kalipasir
Lampung Catat Inflasi 1,16 Persen, Lebih Rendah dari Rata-Rata Nasional
Penguatan Rantai Pasok Kakao dan Kopi Jadi Fokus Kolaborasi Pemprov Lampung dan Mitra Global
Dukung PON XXIII 2032, Lampung Kebut Realisasi Lahan Sport Center
TPT Lampung 4,21 Persen, Pemprov Perkuat Program Vokasi dan Penciptaan Kerja
Dorong Kolaborasi dan Inovasi, Gubernur Lampung Soroti Peran Mahasiswa dalam Pembangunan

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 08:00 WIB

Lampung Jadi Tuan Rumah Mahasabha XIV KMHDI, Momentum Lahirkan Gagasan Strategis Pemuda Hindu

Jumat, 3 April 2026 - 07:39 WIB

Infrastruktur Jalan Lampung Diperkuat, Pemprov Targetkan Perbaikan 200 Kilometer pada 2026

Kamis, 2 April 2026 - 08:38 WIB

Jembatan Perintis Garuda Dibangun, Solusi Akses Transportasi Warga Kalipasir

Kamis, 2 April 2026 - 08:17 WIB

Lampung Catat Inflasi 1,16 Persen, Lebih Rendah dari Rata-Rata Nasional

Kamis, 2 April 2026 - 07:33 WIB

Penguatan Rantai Pasok Kakao dan Kopi Jadi Fokus Kolaborasi Pemprov Lampung dan Mitra Global

Berita Terbaru