PON XXI Bantu Tingkatkan Kunjungan ke Museum Tsunami Aceh: Misi Edukasi tentang Mitigasi Bencana

Senin, 9 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Banda Aceh – Kunjungan wisatawan ke Museum Tsunami Aceh meningkat di tengah pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI. Meski ajang nasional ini baru resmi dibuka pada 9 September 2024, sejumlah cabang olahraga sudah mulai dipertandingkan. Meningkatnya kunjungan ini diharapkan dapat menyebarluaskan pemahaman tentang mitigasi bencana ke masyarakat luas.

Staf Edukasi dan Preparasi Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Museum Tsunami Aceh Muhammad Idal Bahri mengatakan, gelaran PON XXI memang berdampak terhadap tingkat kunjungan wisatawan ke museum. Bila pada hari biasa pengunjung hanya sekitar 1.000 hingga 2.000, tapi menjelang pembukaan PON XXI jumlahnya mampu mencapai 3.000.

“Apalagi kemudian di hari libur, Sabtu dan Minggu, yang biasanya kami menerima kunjungan itu sekitaran 3.000. Tapi hari ini bisa mencapai 3.000 lebih,” ujarnya saat ditemui di Museum Tsunami Aceh, Sabtu (7/9/2024).

Lebih lanjut, dia menjelaskan, tujuan dibangunnya Museum Tsunami Aceh bukan hanya sebagai tempat rekreasi maupun tempat koleksi. Namun, fasilitas tersebut dibangun untuk menjadi wadah edukasi masyarakat Aceh maupun daerah lain dalam memahami ilmu mitigasi bencana. Upaya mitigasi tersebut penting agar masyarakat lebih siap dalam menghadapi bencana sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan.

“Kita tidak tahu kapan, apakah besok, besok atau setahun kemudian, musibah tsunami ini akan datang kembali ke Aceh,” jelasnya.

Idal menjelaskan, kehadiran museum ini sebagai pengingat bagi seluruh masyarakat terkait bencana tsunami Aceh. Pengunjung tidak hanya diajak untuk menikmati keindahan gedung museum, tapi juga ikut merasakan suasana pedih dan kelamnya masyarakat Aceh saat menghadapi tsunami pada 2004 silam. Ini termasuk mengetahui kondisi masyarakat Aceh sebelum maupun sesudah tsunami melanda.

“Mungkin semua pesan itu bukan cuma bisa didapat lewat informasi, tapi ketika kita masuk ke dalam museum, kita bisa langsung merasakan. Itu salah satu kelebihan yang dibawa oleh Museum Tsunami,” jelasnya.(wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Digitalisasi Layanan Haji Dimulai dari Data Kependudukan, Ini Langkah Mendagri Tito
Tak Biarkan Warga Sendiri, TP PKK dan TP Posyandu Dampingi Korban Gempa NTT
Posyandu Ternyata Tak Cuma Timbang Balita, Ini 6 SPM yang Digarap di Manggarai Timur
Iklim Usaha Kondusif Dimulai dari Regulasi yang Selaras, Ini Langkah Kemendagri
Demi Layanan Jemaah Lebih Baik, Mendagri Ajak Pemda Bersinergi
Menag: Manajemen Talenta ASN Harus Adil, Perempuan Tak Boleh Dirugikan
Masyarakat Terdampak Gempa di Manggarai Terima Bantuan TP PKK dan Posyandu Pusat
Hadir di Tengah Duka Manggarai, TP PKK dan TP Posyandu Pusat Bawa Bantuan dan Kepedulian

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Digitalisasi Layanan Haji Dimulai dari Data Kependudukan, Ini Langkah Mendagri Tito

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Tak Biarkan Warga Sendiri, TP PKK dan TP Posyandu Dampingi Korban Gempa NTT

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Posyandu Ternyata Tak Cuma Timbang Balita, Ini 6 SPM yang Digarap di Manggarai Timur

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Iklim Usaha Kondusif Dimulai dari Regulasi yang Selaras, Ini Langkah Kemendagri

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:48 WIB

Demi Layanan Jemaah Lebih Baik, Mendagri Ajak Pemda Bersinergi

Berita Terbaru