Perkuat Rumusan Kebijakan, BSKDN Berkomitmen Tingkatkan Kapasitas Organisasi

Senin, 10 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Jakarta, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) berkomitmen memperkuat rumusan kebijakan dengan meningkatkan kapasitas organisasi. Langkah ini diambil sebagai bagian dari upaya untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang dirumuskan dapat memberikan dampak positif jangka panjang yang nyata bagi masyarakat.

Dalam keterangannya, Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo mengatakan, pihaknya akan segera melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Korea Selatan guna mempelajari sejumlah inovasi penting dari negara tersebut, khususnya terkait kebijakan publik. Upaya tersebut diharapkan dapat memacu BSKDN untuk terus meningkatkan kapasitasnya menghasilkan rumusan kebijakan yang sesuai dengan data dan fakta di lapangan, sehingga dampaknya akan lebih efektif terhadap kemajuan bangsa.

“Kami berkomitmen meningkatkan kapasitas organisasi melalui berbagai kolaborasi baik yang sudah dilakukan maupun yang hendak dilakukan. Akhir bulan ini kami akan ke Korea Selatan dan belajar banyak dari mereka terkait rumusan kebijakan publik yang lebih baik,” ungkap Yusharto di Ruang Video Conference BSKDN, Jakarta, Senin (10/6/2024).

Dia melanjutkan, tidak hanya Korea Selatan, BSKDN juga berkolaborasi dengan negara lainnya seperti Jepang hingga Uzbekistan terkait pengembangan inovasi Smart City, dan sejumlah inovasi lainnya. Bahkan, tak tertutup kemungkinan kerja sama yang sama juga dilakukan dengan negara lainnya, seperti Australia yang terkenal dalam manajemen perairan.

“Salah satu yang bisa kita pelajari dari Australia yakni mengenai manajemen perairan yang sangat baik. Begitu pun iklim riset di Australia yang bisa kita adopsi untuk mendorong budaya riset di Indonesia,” jelasnya.

Melalui beragam kolaborasi tersebut, Yusharto meyakini BSKDN dapat mengoptimalkan tugas dan fungsi (tusi) sebagai lembaga strategis dalam perumusan kebijakan bagi pimpinan. “Ke depannya kami berharap BSKDN dapat meningkatkan kolaborasi dengan berbagai lembaga baik pemerintah, swasta, maupun perguruan tinggi. Ini perlu menjadi catatan kita bersama agar terus meningkatkan kinerja kita,” pungkasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Kepala Daerah Hadapi Lima Tantangan, Wamendagri Bima Arya Tekankan Jiwa Petarung
Otonomi Daerah Berbasis Penciptaan Nilai, Wamendagri Bima Arya Tekankan Inovasi dan Kolaborasi
Ketum DPP GMNI Serukan Seluruh Elemen Bangsa Bersama Menjaga Indonesia
SMSI Kukuhkan Pokja Jaga Desa, Hasyim Djojohadikusumo: Jakarta Tetap Aman
Wali Nanggroe Dirawat di Penang, Mendagri Bawa Salam dan Doa Presiden
Rp500 Ribu Jadi Perkara, Buruh Gabriel Lumbantoruan Hadapi Ancaman 6 Tahun Penjara
Wamendagri Bima Arya: APKASI Otonomi Expo 2026 Harus Berujung pada Investasi dan Kerja Sama Nyata
Wamendagri Ribka Haluk: Penyaluran Dana Otsus Tahap II Tak Boleh Terkendala Keterlambatan Pemda

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:54 WIB

Kepala Daerah Hadapi Lima Tantangan, Wamendagri Bima Arya Tekankan Jiwa Petarung

Jumat, 28 Agustus 2026 - 11:25 WIB

Otonomi Daerah Berbasis Penciptaan Nilai, Wamendagri Bima Arya Tekankan Inovasi dan Kolaborasi

Jumat, 28 Agustus 2026 - 10:00 WIB

Ketum DPP GMNI Serukan Seluruh Elemen Bangsa Bersama Menjaga Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 - 08:06 WIB

SMSI Kukuhkan Pokja Jaga Desa, Hasyim Djojohadikusumo: Jakarta Tetap Aman

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:55 WIB

Wali Nanggroe Dirawat di Penang, Mendagri Bawa Salam dan Doa Presiden

Berita Terbaru