Penguatan SDM dan Agunan Jadi Fokus OJK DIY dalam Menjaga Stabilitas Industri Keuangan

Selasa, 30 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, berbicara di Yogyakarta, Senin (29/9/2025). (Joke)

Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, berbicara di Yogyakarta, Senin (29/9/2025). (Joke)

JENDELANUSANTARA.COM, Yogyakarta — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Daerah Istimewa Yogyakarta meminta seluruh Lembaga Jasa Keuangan (LJK) di wilayah ini meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) serta memperbaiki tata kelola agunan guna menjaga kualitas penyaluran kredit.

“Peningkatan kompetensi SDM penting sebagai langkah mitigasi risiko kredit yang semakin kompleks di tengah dinamika industri keuangan,” ujar Kepala OJK DIY, Eko Yunianto, di Yogyakarta, Senin (29/9/2025).

Meski mengalami sedikit perlambatan dibandingkan tahun sebelumnya, industri jasa keuangan di DIY pada semester pertama 2025 tetap mencatat pertumbuhan positif. Eko menekankan perlunya kewaspadaan agar rasio kredit bermasalah, baik Non-Performing Loan (NPL) maupun Non-Performing Financing (NPF), tetap terkendali.

OJK mendorong bank umum, BPR, dan BPRS menjaga kecukupan modal inti sesuai ketentuan minimum. Adapun bagi Lembaga Keuangan Mikro (LKM), regulator mendorong pertumbuhan aset agar dapat menyesuaikan skala usaha dalam jangka lima tahun setelah penetapan.

Di sektor pergadaian, Eko menilai perannya signifikan bagi inklusi keuangan. Ia menekankan perlunya penambahan jumlah SDM bersertifikat penaksir agar tidak terjadi kekurangan tenaga penaksir di outlet-outlet pergadaian.

“OJK akan terus melakukan evaluasi kinerja untuk memastikan LJK di DIY tetap patuh pada prinsip kehati-hatian. Dengan begitu, industri jasa keuangan diharapkan mampu tumbuh berkelanjutan dan memberi kontribusi positif bagi perekonomian daerah,” kata Eko. (ihd)

Berita Terkait

Mengenal Cardiac Drift Saat Berolahraga, Dosen UMY: Normal tetapi Tetap Perlu Kenali Batas Tubuh
Perayaan Zhong Qiu Jie 2026 di Yogyakarta, Paduan Budaya Tionghoa dan Jawa Penuh Makna
Tiga Mobil Terlibat Kecelakaan di Jalan Wates dan Wirobrajan Yogyakarta, Polsek Wirobrajan Turun Tangan
Beras Ilegal Masuk, Guru Besar UMY Soroti Dampaknya terhadap Harga Gabah Petani
Pakar UMY: Reformasi Batas Defisit APBN Tak Cukup Sekadar Ubah Angka
Road to DESIK 2026 Hadirkan Musik dan Ruang Ekspresi Kesehatan Mental Anak Muda
Bio Farma Ungkap Strategi Rantai Pasok Vaksin saat Darurat Kesehatan
Rupiah Melemah ke Rp17.864 per Dolar AS, Pakar UMY Soroti Kepercayaan Pasar

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 07:34 WIB

Mengenal Cardiac Drift Saat Berolahraga, Dosen UMY: Normal tetapi Tetap Perlu Kenali Batas Tubuh

Sabtu, 26 September 2026 - 14:12 WIB

Perayaan Zhong Qiu Jie 2026 di Yogyakarta, Paduan Budaya Tionghoa dan Jawa Penuh Makna

Sabtu, 26 September 2026 - 14:08 WIB

Tiga Mobil Terlibat Kecelakaan di Jalan Wates dan Wirobrajan Yogyakarta, Polsek Wirobrajan Turun Tangan

Jumat, 25 September 2026 - 13:27 WIB

Beras Ilegal Masuk, Guru Besar UMY Soroti Dampaknya terhadap Harga Gabah Petani

Jumat, 25 September 2026 - 13:16 WIB

Pakar UMY: Reformasi Batas Defisit APBN Tak Cukup Sekadar Ubah Angka

Berita Terbaru