Penanganan Karhutla Sumsel Diperkuat, Herman Deru Pastikan Dukungan Armada Tambahan

Selasa, 25 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, PALEMBANG — Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru memaparkan perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Palembang, Senin (24/8/2025).

Dalam rapat tersebut, Herman Deru menjelaskan kondisi terkini karhutla sekaligus berbagai langkah yang telah dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama seluruh unsur terkait.

Herman Deru menyampaikan, luas areal terdampak karhutla di Sumatera Selatan mencapai sekitar 1.900 hektare. Namun, angka tersebut merupakan akumulasi total dan kondisi karhutla saat ini telah jauh menurun berkat kerja keras seluruh pihak.

“1.900 hektare itu total, Bapak Presiden. Jadi, sudah jauh menurun hari ini. Sisa asap yang ada di Palembang ini karena secara geografis Palembang merupakan wilayah cekungan, sehingga asap memang sulit bergerak,” ujar Herman Deru.

Ia menjelaskan, penanganan karhutla melibatkan seluruh unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, BPBD, perusahaan, hingga masyarakat.

Menurut Herman Deru, jumlah titik panas atau hotspot juga telah menurun secara signifikan seiring dengan upaya pemadaman dan pencegahan yang dilakukan secara bersama-sama.

“Hotspot sekarang tinggal hitungan ratusan. Tetapi perlu dipahami, tidak semua hotspot merupakan fire spot. Namun, kalau fire spot pasti hotspot,” katanya.

Herman Deru juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah menjalankan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2026 tentang larangan pembakaran lahan secara konsisten.

Ia menilai kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya karhutla semakin meningkat. Kendati demikian, Sumatera Selatan masih menghadapi tantangan besar karena memiliki kawasan lahan gambut yang luas.

“Tantangan kita adalah luas lahan gambut yang mencapai sekitar 1,27 juta hektare. Sekitar 600 ribu hektare berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan sekitar 600 ribu hektare berada di Kabupaten Musi Banyuasin. Sisanya tersebar di enam kabupaten/kota lainnya,” jelasnya.

Untuk memperkuat pengendalian, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus meningkatkan koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta melibatkan perusahaan pemegang konsesi agar bertanggung jawab terhadap wilayahnya masing-masing.

“Kami sudah instruksikan perusahaan untuk bertanggung jawab terhadap ring satu dari kebun dan wilayah konsesinya. Bagi yang melanggar akan kami tindak tegas, termasuk pencabutan izin,” tegas Herman Deru.

Selain pencegahan dan pemadaman, Pemprov Sumsel juga terus melakukan pengendalian melalui pembangunan dan pemeliharaan kanal air gambut. Kanal tersebut memiliki dua fungsi, yakni menjaga kelembapan gambut sekaligus menjadi sumber air untuk kebutuhan water bombing.

“Kami sangat terbantu dengan dukungan BNPB. Namun, kanal ini perlu pemeliharaan karena terjadi sedimentasi, sehingga perlu dilakukan perawatan agar tetap berfungsi optimal,” ujarnya.

Dalam rapat terbatas tersebut, Herman Deru juga menyampaikan kebutuhan tambahan sarana penanganan karhutla, khususnya armada water bombing, pompa air, serta perlengkapan pendukung bagi petugas di lapangan.

“Saat ini sudah ada lima unit water bombing yang bergerak dan dua unit untuk patroli. Biasanya saat cuaca panas, Sumsel membutuhkan sekitar sembilan unit,” ungkapnya.

Herman Deru juga melaporkan bahwa Sumatera Selatan telah membangun 12 titik sumur bor. Namun, masih dibutuhkan tambahan mesin pompa dan selang agar sumber air tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam penanganan karhutla.

Menanggapi kebutuhan tersebut, Presiden Prabowo Subianto meminta agar kebutuhan tambahan segera diajukan dan menyetujui dukungan berupa 500 sumur bor dan 500 unit pompa air beserta perlengkapannya untuk membantu penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

Selain itu, Presiden Prabowo mengapresiasi Babinsa yang memodifikasi singkong menjadi alat pemadam api berbentuk jelly.

Presiden Prabowo juga memberikan bantuan berupa 100 unit sepeda motor trail yang telah dimodifikasi dan dapat membawa alat pemadam api ringan (APAR).

Dukungan lainnya berupa 500 unit pompa air dengan panjang selang mencapai satu kilometer.

Presiden Prabowo juga memberikan bantuan 20 unit ekskavator. Diharapkan, setelah penanganan karhutla selesai, ekskavator tersebut dapat dimanfaatkan oleh gabungan kelompok tani (Gapoktan).

Tidak hanya itu, Presiden Prabowo memastikan akan membantu dua unit helikopter water bombing untuk mempercepat proses pemadaman titik api di Sumatera Selatan.

Rapat terbatas tersebut turut dihadiri Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo, Kasad Jenderal Maruli Simanjuntak, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Gubernur Sumsel H. Cik Ujang, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, Kapolda Sumsel Irjen Pol. Sandi Nugroho, serta jajaran Forkopimda Sumatera Selatan.(lsi)

Sumber : Adpim Sumsel

Berita Terkait

Herman Deru Pastikan Pesawat Operasi Dry Ice Diberangkatkan Hari Ini
Atasi Polusi Asap Karhutla, Gubernur Herman Deru Ungkap Sumsel Uji Coba Teknologi Dry Ice
Pemkab dan DPRD OKI Makin Kompak, Herman Deru Dorong Sinergi Demi Kemajuan Daerah
Serap Aspirasi 8 Fraksi DPRD, Pemprov Sumsel Matangkan Arah Pembangunan APBD 2027
Respon Cepat Karhutla OKI: Herman Deru Pilih Menginap di Area Kebakaran Hutan
Cari Solusi Karhutla, Herman Deru Hadirkan Teknologi Pemadaman Brasil ke Banyuasin
Komisi VIII DPR RI Serap Aspirasi di Sumsel, Salurkan Bantuan untuk UMKM, Lansia, dan Disabilitas
Herman Deru Pimpin Seruan Doa Bersama untuk Sumatera Selatan

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:35 WIB

Herman Deru Pastikan Pesawat Operasi Dry Ice Diberangkatkan Hari Ini

Rabu, 14 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Atasi Polusi Asap Karhutla, Gubernur Herman Deru Ungkap Sumsel Uji Coba Teknologi Dry Ice

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:32 WIB

Pemkab dan DPRD OKI Makin Kompak, Herman Deru Dorong Sinergi Demi Kemajuan Daerah

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:37 WIB

Serap Aspirasi 8 Fraksi DPRD, Pemprov Sumsel Matangkan Arah Pembangunan APBD 2027

Senin, 12 Oktober 2026 - 11:23 WIB

Respon Cepat Karhutla OKI: Herman Deru Pilih Menginap di Area Kebakaran Hutan

Berita Terbaru