Pemulihan Pascabencana Sumatera Tunjukkan Perkembangan Positif, 11 Daerah Masih Dikebut

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta- Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera Muhammad Tito Karnavian, mengungkapkan, progres terkini pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Tito mengatakan kendati masih terdapat sejumlah kabupaten yang membutuhkan atensi penanganan lanjutan, kondisi di sebagian besar wilayah terdampak bencana kini telah berangsur normal. Ia menyampaikan dari 52 kabupaten terdampak, 38 diantaranya sudah normal dan 3 diantaranya berstatus mendekati normal. Sementara masih terdaapat 11 daerah kabupaten di tiga provinsi terdampak bencana Sumatera yang memerlukan atensi khusus.

“Sudah banyak kemajuan luar biasa selama 2 bulan setengah ini. Tapi ada juga yang perlu terus kita kejar untuk kita selesaikan,” kata Tito.

Hal itu diungkapkan Tito saat Rapat Koordinasi Tingkat Menteri Perkembangan Percepatan Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana Alam di Provinsi Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat di Kantor Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Jumat (27/2/2026)

Tito menjelaskan 11 Kabupaten yang berstatus atensi khusus diantaranya, Padang Pariaman, Agam, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Bireuen, Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Gayo Lues, Aceh Tamiang dan Pidie Jaya. Semua daerah tersebut memerlukan percapatan pemulihan berbagai indikator, mulai dari pemulihan sektor layanan publik, sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan, akses darat, ekonomi, sosial dan indikator dasar lainnya.

“Indikator dasar lainnya yang sangat penting yaitu, adalah (pasokan) BBM dan SPBU, air minum internet, gas elpiji, serta pembuangan air, sampah, dan normalisasi sungai,” kata Tito.

Tito menegaskan akan mempercepat rehabilitasi 11 daerah berstatus atensi khusus, mulai dari pembersihan lumpur, pemulihan akses darat daerah terisolir, normalisasi sungai, dan pembersihan puing sisa banjir bandang serta longsor yang masih menumpuk di beberapa daerah. Oleh karena itu, dia meminta lintas sektor tidak mengurangi intensitas kerja personil di lapangan, untuk memulihkan daerah yang berstatus atensi khusus.

“Personil sudah mulai berkurang, ini yang harus kita waspadai supaya tidak terjadi slow down, tidak menjadi menurun kecepatan kita karena jumlah personil ada yang mulai ditarik,” kata Tito.

Dalam kesempatan itu, Tito menyampaikan apresiasi kepada seluruh institusi yang terlibat, seperti Kementerian Pekerjaan Umum, TNI, Polri, dan lainnya , yang sudah bekerja keras memulihkan akses jalan nasional dan jalan provinsi dan kabupaten serta jembatan penghubung untuk mendukung pasokan logistik.

Sebagai informasi, dalam kegiatan tersebut turut hadir Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusian dan Kebudyaan Praktikno; Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djamari Chaniago; Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono; Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar; Menteri PPN/Bappenas Rachmat Pambudy; dan Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah Sarah Sadiqa.

Selain itu turut hadir secara virtual Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Brian Yuliarto; Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid; Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuam dan Perlindungan Anak Veronica Tan; Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Suharyanto; serta Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Arif Satria. (nr)

Sumber : Satgas PRR

Berita Terkait

Target 2028, Wamendagri Ribka Haluk Pastikan Tahapan Administratif dan Teknis KPP Papua Pegunungan Sesuai Jadwal
Rakor Tingkat Menteri Bahas Percepatan Pemulihan Pascabencana di Aceh dan Sumut
BNPB hingga Kadin Terlibat, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Percepat Rekonstruksi Hunian Tetap
Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Sumatera Capai Lebih dari 90 Persen di Sejumlah Daerah
Dasar Hukum Pengelolaan Kayu Hanyutan Diperkuat, Percepat Rekonstruksi di Tiga Provinsi
Indonesia Peringkat Kedua Kasus TBC Dunia, Wamendagri Soroti Peran Pemerintah Daerah
Transformasi Ma’had Aly: Kemenag Targetkan Ijazah Diakui Global dan Program Doktor 2029
Rakor di Jakarta, Pemerintah Matangkan Skema APBN dan Gotong Royong untuk Huntap Sumatera

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 22:56 WIB

Pemulihan Pascabencana Sumatera Tunjukkan Perkembangan Positif, 11 Daerah Masih Dikebut

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:26 WIB

Target 2028, Wamendagri Ribka Haluk Pastikan Tahapan Administratif dan Teknis KPP Papua Pegunungan Sesuai Jadwal

Jumat, 27 Februari 2026 - 14:22 WIB

Rakor Tingkat Menteri Bahas Percepatan Pemulihan Pascabencana di Aceh dan Sumut

Jumat, 27 Februari 2026 - 10:23 WIB

BNPB hingga Kadin Terlibat, Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera Percepat Rekonstruksi Hunian Tetap

Kamis, 26 Februari 2026 - 19:34 WIB

Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Sumatera Capai Lebih dari 90 Persen di Sejumlah Daerah

Berita Terbaru