Pemda Diminta Tingkatkan Kegiatan Monitoring Harga demi Pengendalian Inflasi Nasional

Rabu, 4 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025

Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Tomsi Tohir mengimbau pemerintah daerah (Pemda) untuk rajin mengecek perkembangan harga komoditas di daerah masing-masing. Melalui upaya tersebut, perkembangan harga dapat dimonitor untuk kemudian diintervensi agar semakin terkendali.

Menurut Tomsi, capaian positif dalam pengendalian inflasi yang terjadi saat ini merupakan hasil kerja keras pemerintah pusat dan daerah.

“Dan saya minta, untuk teman-teman yang di daerah, tetap rajin-rajin turun. Rajin-rajin turun, karena menstabilkan harga ini [hasilnya] untuk kita semua,” ujar Tomsi saat memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2025 dari Ruang Sidang Utama (RSU), Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Rabu (4/6/2025).

Ia menjelaskan, tren perkembangan angka inflasi di Indonesia terus menunjukkan hasil yang positif. Di masa lalu, tepatnya pada tahun 1966 angka inflasi pernah mencapai rekor tertinggi yakni 635 persen. Kemudian, angka tersebut terus mengalami penurunan hingga masa sekarang.

Tomsi menyebut, upaya konkret dan kerja sama lintas sektor dari pemerintah pusat dan daerah menjadi salah satu faktor keberhasilan dalam pengendalian inflasi. Bahkan, prestasi tersebut juga sempat memperoleh apresiasi dari Presiden RI Prabowo Subianto.

“Atas prestasi tersebut, Bapak Presiden mengucapkan banyak-banyak terima kasih dan dulu pernah hadir dalam forum ini. Dan sampai dengan sekarang, harga kita terkendali berkat Bapak-Ibu sekalian,” imbuhnya.

Oleh karena itu, Tomsi meminta Pemda yang belum optimal dalam memantau perkembangan harga agar lebih sering turun ke lapangan. Pasalnya, situasi di lapangan sangat dinamis. Dengan demikian, kehadiran Pemda secara langsung akan mempermudah langkah-langkah pengendalian.

“Bagi mereka-mereka yang masih belum rajin, saya imbau untuk rajin-rajin turun karena masih banyak tantangan kita ke depan berkaitan dengan harga-harga tadi,” tandasnya.(Nad)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Ratusan Praja IPDN Diterjunkan, Fokus Bersihkan Permukiman dan Situs Bersejarah Pascabencana
Pemulihan Pascabencana, Ribuan Hunian Sementara dan Tetap Terus Dibangun
WFH Jumat Berlaku, Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal dan Inklusif
Kebutuhan Penghulu 16.237, yang Ada 11.918: Kekurangan SDM Ancam Layanan KUA
Satgas PRR Maksimalkan Kayu Hanyutan untuk Hunian Sementara dan Fasilitas Umum
All Stars Bersama Komunitas Gangster Dorong Kegiatan Positif untuk Generasi Muda
Pemprov Banten Siap Jalani Audit BPK, Gubernur Harapkan Hasil Terbaik
Warga Pante Geulima Bangkit, Pembersihan Lingkungan Dilakukan Bertahap

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 13:15 WIB

Ratusan Praja IPDN Diterjunkan, Fokus Bersihkan Permukiman dan Situs Bersejarah Pascabencana

Jumat, 3 April 2026 - 16:36 WIB

Pemulihan Pascabencana, Ribuan Hunian Sementara dan Tetap Terus Dibangun

Jumat, 3 April 2026 - 16:30 WIB

WFH Jumat Berlaku, Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal dan Inklusif

Kamis, 2 April 2026 - 21:32 WIB

Kebutuhan Penghulu 16.237, yang Ada 11.918: Kekurangan SDM Ancam Layanan KUA

Kamis, 2 April 2026 - 20:19 WIB

Satgas PRR Maksimalkan Kayu Hanyutan untuk Hunian Sementara dan Fasilitas Umum

Berita Terbaru