Paviliun Indonesia Kenalkan Islam Wasathiyah dan Budaya Nusantara di Pameran Buku Kairo

Rabu, 4 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paviliun Indonesia di Pameran Buku Kairo. (Kemenag)

Paviliun Indonesia di Pameran Buku Kairo. (Kemenag)

JENDELANUSANTARA.COM, Kairo — Paviliun Indonesia menampilkan kekayaan budaya serta khazanah keislaman Nusantara dalam ajang Cairo International Book Fair (CIBF) ke-57 di Kairo, Mesir. Kehadiran paviliun ini menarik perhatian pengunjung dari berbagai negara, dengan jumlah kunjungan tercatat lebih dari seribu orang sepanjang pameran.

Sekretaris Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Lubenah Amir, mengatakan partisipasi Indonesia dalam pameran buku internasional tersebut menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan wajah Islam Indonesia yang moderat, inklusif, dan berakar kuat pada tradisi.

“Paviliun Indonesia tidak hanya menampilkan buku, tetapi juga memperkenalkan budaya, nilai-nilai Islam wasathiyah, serta kontribusi ulama Nusantara dalam peradaban Islam dunia,” ujar Lubenah di Kairo, Selasa (3/2/2026).

CIBF ke-57 berlangsung pada 21 Januari hingga 3 Februari 2026. Pembukaan pameran digelar pada 21 Januari 2026 dan dihadiri sejumlah tokoh dari Mesir maupun negara lain. Paviliun Indonesia resmi dibuka untuk umum pada 22 Januari 2026 oleh Kuasa Usaha Ad Interim Republik Indonesia untuk Mesir.

Berlokasi di Hall 1 B56+, Paviliun Indonesia berdampingan dengan sejumlah penerbit ternama Mesir. Posisi tersebut memudahkan pengunjung untuk mengakses dan berinteraksi langsung dengan beragam konten yang ditampilkan.

Salah satu daya tarik utama paviliun adalah penampilan para relawan yang mengenakan busana adat Nusantara. Melalui kerja sama dengan Perhimpunan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, Kementerian Agama menghadirkan busana tradisional dari Aceh, Melayu, Palembang, Jambi, Sulawesi, Riau, dan Jawa. Penampilan tersebut kerap mengundang pengunjung untuk berfoto sekaligus berdialog mengenai budaya Indonesia.

Selain menonjolkan aspek budaya, Paviliun Indonesia juga mengangkat tema ekoteologi, yakni relasi antara agama dan lingkungan. Sejumlah publikasi Kementerian Agama dipamerkan, antara lain buku Ekoteologi Islam dan Tafsir Gender.

Menurut Lubenah, salah satu fitur yang paling menyita perhatian pengunjung adalah mushaf Alquran dengan bahasa isyarat. Fitur ini memungkinkan pengunjung menyaksikan langsung demonstrasi penggunaan Alquran bagi komunitas tuli.

“Banyak pengunjung antusias mempelajari Alquran bahasa isyarat karena ini merupakan yang pertama di dunia. Hal tersebut menunjukkan kuatnya komitmen Indonesia terhadap inklusivitas layanan keagamaan,” katanya.

Paviliun Indonesia juga menampilkan karya-karya ulama Nusantara dalam bahasa Arab maupun Arab Pegon, dengan latar bahasa Indonesia, Melayu, dan Sunda. Demonstrasi kaligrafi serta pembagian buku gratis dari Kementerian Agama turut menambah minat pengunjung.

Lubenah menambahkan, keikutsertaan Indonesia dalam CIBF merupakan tindak lanjut dari Pernyataan Bersama tentang Kemitraan Strategis antara Pemerintah Republik Indonesia dan Republik Arab Mesir yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Abdel Fattah El-Sisi pada 12 April 2025.

“Kerja sama ini menekankan pentingnya implementasi nilai-nilai Islam wasathiyah yang menjadi ciri khas kehidupan beragama di Indonesia,” ujarnya.

Melalui partisipasi aktif dalam ajang internasional tersebut, Kementerian Agama berharap Indonesia semakin dikenal sebagai salah satu rujukan Islam moderat yang mampu menjembatani tradisi, budaya, dan peradaban global. (ihd)

Berita Terkait

Penanggulangan TBC Tak Bisa Sektoral, Wamendagri Wiyagus Tegaskan Pentingnya Kolaborasi
Ketahanan Pangan Jadi Wujud Bela Negara di Era Modern, Tegas Dirjen Polpum
Kemenag Dorong Lembaga Pengelolaan Dana Umat untuk Perkuat Manfaat
Kemenag Luncurkan Joyful Ramadan, Layanan Keagamaan Berdampak
Tito Karnavian Tekankan Pentingnya Validasi Data dalam Penanganan Pascabencana
Wamendagri Bima Arya Tekankan Peran City Branding dalam Pengembangan Pariwisata Daerah
Wamendagri Wiyagus: Penataan Ruang Daerah Harus Mendukung Kepentingan Nasional dan Umum
Mendagri dan BPS Sinkronkan Data untuk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:03 WIB

Penanggulangan TBC Tak Bisa Sektoral, Wamendagri Wiyagus Tegaskan Pentingnya Kolaborasi

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:57 WIB

Ketahanan Pangan Jadi Wujud Bela Negara di Era Modern, Tegas Dirjen Polpum

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:06 WIB

Kemenag Dorong Lembaga Pengelolaan Dana Umat untuk Perkuat Manfaat

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:53 WIB

Kemenag Luncurkan Joyful Ramadan, Layanan Keagamaan Berdampak

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:36 WIB

Tito Karnavian Tekankan Pentingnya Validasi Data dalam Penanganan Pascabencana

Berita Terbaru