Nilai Luhur Seba Baduy Harus Dijaga dan Diteruskan oleh Semua Pemangku Kepentingan

Minggu, 4 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Kota Serang – Asisten Daerah III Pemerintah Provinsi Banten, Drs. H. E. A. Deni Hermawan, M.Si., menegaskan bahwa tradisi Seba Baduy bukanlah bentuk upeti, melainkan penyampaian pesan luhur dari masyarakat adat Baduy yang sarat makna. Hal ini disampaikannya dalam wawancara dengan wartawan Sabtu (3/5/2025) malam di sela pelaksanaan Seba Baduy.

Menurut Deni, pesan utama yang dibawa oleh masyarakat Kanekes dalam tradisi Seba adalah titipan untuk menjaga alam dan lingkungan, termasuk gunung, sungai, serta hak ulayat tanah mereka. Ia menekankan bahwa amanat dari para karuhun (leluhur) tersebut harus ditindaklanjuti oleh seluruh pemangku kepentingan.

“Nilai-nilai luhur ini jika tidak kita jaga akan semakin tergerus. Kita tahu ketika alam dirusak, lingkungan dirusak, maka dampaknya besar bagi masa depan. Karena itu, pemerintah harus bergerak sesuai tupoksi masing-masing sebagaimana arahan Gubernur,” ujar Deni.

Ia menambahkan bahwa kearifan lokal masyarakat Baduy yang menjaga harmoni dengan alam harus menjadi teladan. Dengan kesederhanaan, mereka menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap keberlangsungan lingkungan hidup.

Deni berharap momentum Seba Baduy dapat dikembangkan untuk mendukung sektor pariwisata di Banten. Ia menyarankan agar tradisi ini disandingkan dengan festival-festival budaya lain agar wisatawan tidak hanya hadir sesaat, namun juga tinggal lebih lama.

“Kalau bisa ada rangkaian kegiatan yang menarik wisatawan tinggal lebih lama, minimal satu atau dua malam. Dengan begitu, produk UMKM dan kerajinan masyarakat Baduy juga bisa terserap, dan ekonomi lokal ikut tumbuh,” jelasnya.

Tradisi Seba Baduy yang rutin digelar setiap tahun ini tidak hanya menjadi bagian dari pelestarian budaya, tetapi juga momentum strategis dalam memperkuat identitas daerah serta sinergi antara masyarakat adat dan pemerintah.

( Yuyi Rohmatunisa)

Berita Terkait

Menag Tekankan Agama sebagai Kompas di Tengah Disrupsi Teknologi
PW Mathla’ul Anwar Banten Paparkan Kiprah di Muktamar dan Munas
Balita Kejang Berhasil Diselamatkan, Polisi Antar ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten
Pokja Wartawan Pandeglang Soroti Tantangan Media Digital dalam Halal Bihalal
Prof. Soleh Hidayat Optimistis, Mathla’ul Anwar Bisa Sejajar NU dan Muhammadiyah
Dukungan Bupati Kuat, Ketua LPTQ Serang Siapkan Regenerasi Qori
Forkopimda Pandeglang Hadiri Penutupan Kejuaraan Bulu Tangkis Spirit 152
BAZNAS Banten Luncurkan Program Jumat Berbagi bagi Siswa SMA dan SMK

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 14:50 WIB

Menag Tekankan Agama sebagai Kompas di Tengah Disrupsi Teknologi

Minggu, 12 April 2026 - 09:19 WIB

PW Mathla’ul Anwar Banten Paparkan Kiprah di Muktamar dan Munas

Sabtu, 11 April 2026 - 22:02 WIB

Balita Kejang Berhasil Diselamatkan, Polisi Antar ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Banten

Sabtu, 11 April 2026 - 21:53 WIB

Pokja Wartawan Pandeglang Soroti Tantangan Media Digital dalam Halal Bihalal

Sabtu, 11 April 2026 - 21:48 WIB

Prof. Soleh Hidayat Optimistis, Mathla’ul Anwar Bisa Sejajar NU dan Muhammadiyah

Berita Terbaru