JENDELANUSANTARA.COM, Bekasi — Penurunan nilai Kota Layak Anak (KLA) di Kota Bekasi menjadi sorotan dan dinilai sebagai peringatan bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen menghadirkan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Bekasi, Adelia, menyatakan bahwa capaian KLA tidak sekadar penghargaan administratif, melainkan cerminan kualitas perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Ia menilai masih terdapat sejumlah persoalan mendasar, mulai dari akses pendidikan yang belum merata, perlindungan anak dari kekerasan, hingga keterbatasan ruang bermain yang aman.
Menurut dia, penanganan isu anak tidak bisa parsial, melainkan memerlukan sinergi lintas sektor, melibatkan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, masyarakat, dan dunia usaha.
Komisi IV, lanjutnya, akan mendorong evaluasi menyeluruh terhadap program perlindungan perempuan dan anak, termasuk memastikan dukungan anggaran yang memadai serta penyediaan fasilitas publik ramah anak, seperti taman bermain, sekolah bebas perundungan, dan layanan kesehatan serta psikologis yang mudah diakses.
Ia menegaskan, penurunan nilai KLA harus menjadi momentum perbaikan agar kebijakan Kota Ramah Anak tidak berhenti pada predikat, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. (ihd)














