Napi Lapas Sukamiskin Masak 3.444 Porsi Makan per Hari untuk Sekolah dan Posyandu

Minggu, 15 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Bandung — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Sukamiskin, Bandung, menjadi percontohan pemanfaatan dapur pemasyarakatan untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG). Setiap hari, dapur Lapas tersebut memproduksi 3.444 porsi makanan untuk disalurkan ke 12 sekolah dasar dan 5 posyandu di sekitar wilayah Bandung.

Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan menyebut keterlibatan dapur Lapas Sukamiskin ini sebagai bentuk kontribusi fasilitas pemasyarakatan dalam program prioritas nasional. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, mengatakan bahwa Lapas Sukamiskin dipilih karena fasilitas dapurnya telah memenuhi standar kebersihan, keamanan pangan, dan higienitas yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).

“Dapur ini menjadi pilot project yang mengintegrasikan fungsi pembinaan warga binaan dengan pelayanan sosial kepada masyarakat sekitar. Setiap harinya, sekitar 3.444 porsi makanan diproduksi oleh warga binaan terlatih dan bersertifikasi,” ujar Agus dalam keterangannya, Sabtu (14/6/2025), di Jakarta.

Paket makanan tersebut disalurkan ke 12 sekolah dasar dan lima posyandu di sekitar Lapas Sukamiskin tanpa mengganggu kebutuhan konsumsi internal warga binaan.

Hingga saat ini, menurut data Kementerian, sebanyak 469 dapur di lapas dan rumah tahanan negara (rutan) di seluruh Indonesia telah mengantongi sertifikat laik higienis. Selain itu, terdapat 754 warga binaan yang telah tersertifikasi dalam penyelenggaraan makanan.

“Ke depan, kami mendorong lebih banyak lapas dan rutan yang telah memenuhi standar serupa untuk mendukung pelaksanaan program MBG di berbagai wilayah, bekerja sama dengan Badan Gizi Nasional,” kata Agus.

Salah satu sekolah penerima manfaat MBG dari dapur Lapas Sukamiskin adalah SDN 101 Sukakarya, Kota Bandung. Kepala Sekolah SDN 101 Sukakarya, Neng Djodjoh, menyampaikan bahwa program ini telah berjalan sejak Februari 2025.

“Alhamdulillah anak-anak sangat antusias. Makanan yang diberikan menambah asupan gizi mereka, sehingga lebih bersemangat dalam belajar,” ujar Neng.

Selain berkontribusi bagi pemenuhan gizi anak, pelibatan warga binaan dalam kegiatan ini juga menjadi bagian dari program pembinaan kemandirian. Kegiatan tersebut diharapkan menumbuhkan keterampilan baru yang bisa digunakan saat mereka kembali ke masyarakat. (ihd)

Berita Terkait

Hadiri Rakornas TPAKD, Mendagri Pastikan Bantuan Apresiasi Pemda TA 2027 Tetap Ada
Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Ekosistem Ekonomi Berbasis Potensi Daerah
Sekjen Kemendagri Minta Pemda Susun Aturan yang Permudah Pelayanan dan Tak Bebani Masyarakat
Hadiri Sidang Kabinet Paripurna, Mendagri Tito Simak Arahan Presiden soal Pentingnya Kekompakan
Ketua Umum TP Posyandu Tekankan Apresiasi Bagi Kader dan Pelindungan Perempuan-Anak
Wamendagri Bima Arya Minta Daerah Selaraskan Pertumbuhan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan
Perkuat Inovasi Daerah, BSKDN Kemendagri Siapkan Strategi Dukung Target Ekonomi 8 Persen
Wamendagri Bima Arya Dorong Sekolah Rakyat Jangkau Lebih Banyak Anak untuk Wujudkan Cita-Cita

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:38 WIB

Hadiri Rakornas TPAKD, Mendagri Pastikan Bantuan Apresiasi Pemda TA 2027 Tetap Ada

Kamis, 22 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Ekosistem Ekonomi Berbasis Potensi Daerah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Hadiri Sidang Kabinet Paripurna, Mendagri Tito Simak Arahan Presiden soal Pentingnya Kekompakan

Kamis, 22 Oktober 2026 - 10:36 WIB

Ketua Umum TP Posyandu Tekankan Apresiasi Bagi Kader dan Pelindungan Perempuan-Anak

Kamis, 22 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Wamendagri Bima Arya Minta Daerah Selaraskan Pertumbuhan Ekonomi dan Kelestarian Lingkungan

Berita Terbaru