JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta, 13 Februari 2026 – Gerakan Nasional Pengembangan Ruang Terbuka Hijau dan Biru (GALANG RTHB) resmi dicanangkan sebagai arah kebijakan nasional sekaligus titik awal konsolidasi bersama dalam mengimplementasikan pengembangan ruang terbuka secara serentak. Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan GALANG RTHB sebagai bagian dari penguatan sinergi lintas sektor dalam pengembangan ruang terbuka perkotaan yang berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan implementasi Gerakan Nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Gerakan ini bertujuan menggeser paradigma pembangunan kota, dari sekadar menjadikan ruang hijau dan biru sebagai elemen estetika, menjadi infrastruktur kehidupan yang menopang kualitas hidup serta ketangguhan terhadap krisis iklim.
“Kita perlu fasilitas, kita perlu ruang, _space_ yang memungkinkan itu terjadi. Sekaligus sebagai pusat produktivitas dan ekonomi kreatif, sebagai salah satu pengungkit ekonomi lokal dan membuka lapangan pekerjaan termasuk bagi para pelaku UMKM. Lalu prinsip kerja GALANG RTHB ini tentu kolaboratif, kita semua koyak bareng-bareng, orkestrasi, bukan hanya sekadar partisipasi,” ujar Menko AHY saat _Townhall Meeting_ dan Pencanangan GALANG RTHB di Tebet Eco Park, Jakarta pada Jumat, 13 Februari 2026.
Menteri Ekraf Teuku Riefky yang hadir langsung dan berdialog dalam kegiatan itu menyampaikan bahwa Kementerian Ekraf menyambut baik pencanangan GALANG RTHB sebagai langkah strategis untuk memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan sekaligus membangun ruang hidup masyarakat yang lebih sehat, tangguh, dan berkelanjutan. Menurut Teuku Riefky, ruang terbuka hijau dan biru memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ruang kreatif terbuka yang mampu menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
“Kami melihat bahwa pendekatan _place making_ yang diharapkan dari RTHB ini menjadikannya sebagai tempat untuk kita mengaktivasi dengan memudahkan komunitas, terutama komunitas kreatif,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Ia menambahkan bahwa ruang terbuka juga dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan inklusif dan berkelanjutan. Kementerian Ekraf turut menegaskan komitmen untuk terus mendukung pengembangan ruang terbuka sebagai pusat interaksi sosial, kreativitas, dan pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan.
“Ruang terbuka hijau dan biru sangat penting, karena di tempat seperti ini sebetulnya juga bisa dilakukan berbagai kegiatan, berkaitan dengan pelatihan, seperti _workshop_ atau dialog seperti hari ini, bahkan mungkin festival ataupun kegiatan pertunjukan,” kata Menteri Ekraf Teuku Riefky.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN Ossy Darmawan, Sekretaris Menko IPK Ayodhia G. L. Kalake dan sejumlah deputi Kemenko IPK.
Sejumlah kepala daerah hadir antara lain Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Wali Kota Bogor Dedie Abdul Rachim, Wali Kota Salatiga Robby Hernawan, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho, Wali Kota Bukittinggi Muhammad Ramlan Nurmatias, dan Wali Kota Tangerang Sachrudin. Hadir pula Ketua Yayasan Jantung Indonesia Annisa Pohan Yudhoyono.
Sedangkan Menteri Ekraf Teuku Riefky didampingi Deputi Bidang Pengembangan Strategis Ekonomi Kreatif Cecep Rukendi dan Staf Khusus Menteri Bidang Isu Strategis dan Antarlembaga Rian Firmansyah.(Ls)
Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif
@gerbangpatriot













