Mendagri Ingatkan Pemda Lakukan Intervensi Kebijakan untuk Kendalikan Inflasi

Senin, 22 Januari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Jakarta, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) untuk melakukan intervensi kebijakan dalam mengendalikan inflasi akibat kenaikan harga sejumlah komoditas seperti beras, daging ayam ras, dan bawang putih.

Pasalnya, kenaikan harga ketiga komoditas tersebut diungkapkan oleh sejumlah pembicara pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah. Mereka di antaranya Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pangan Nasional (Bapanas), Kantor Staf Presiden (KSP), Kementerian Pertanian (Kementan), dan Kementerian Perdagangan (Kemendag).

“Khusus untuk masalah pangan hampir semua pembicara menyampaikan sama, satu beras yang masih mengalami kenaikan atau di atas harga acuan pemerintah, yang kedua adalah daging ayam ras hampir semuanya menyampaikan demikian, kemudian bawang putih,” katanya secara hybrid dari Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (22/1/2024).

Mendagri menjelaskan, Pemda dengan bantuan stakeholder terkait perlu melakukan langkah-langkah untuk menjaga agar ketiga komoditas itu harganya tetap terkendali. Sementara di tingkat pusat, Mendagri menyebut, antara badan-badan terkait perlu mengambil inisiatif dan koordinasi lebih lanjut mengenai ketersediaan ketiga komoditas tersebut.

“Saya persilakan siapa saja yang mau ambil inisiatif, apa KSP, atau Kemendag, atau Bapanas, terutama untuk mengendalikan harga bawang putih dan harga daging ayam ras, karena bawang putih sekali lagi tergantung impor, setelah impornya masuk realisasikan digelontorkan dengan harga yang wajar maka itu pasti akan turun,” ujarnya.

Mendagri menambahkan, intervensi pemerintah pusat maupun Pemda dalam bentuk bantuan sosial (Bansos), Bantuan Langsung Tunai (BLT), dan gerakan pasar murah perlu terus digenjot. Hal ini dilakukan untuk menekan angka inflasi, terutama membantu rakyat yang tidak mampu memiliki daya beli.

“Nah ini saya kira kembali lagi ini perlu duduk bersama antara Badan Pangan kita harapkan bisa menjadi wasitnya, Kementan untuk produksi dalam negeri, Kemendag untuk menutup kekurangan dengan cara importasi, dan kemudian juga dari Bulog untuk masalah beras ini, masalah stok nasional,” ungkap Mendagri.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Tito: Perbedaan Pandangan Soal Keselamatan Jadi Pemicu Polemik Jembatan Enang-Enang
Pemda Diminta Maksimalkan Upaya Pengendalian Inflasi agar Tetap Terkendali
Bantuan Ambulans Korpri Dukung Layanan Kesehatan Penyintas Bencana di Sumatera
Mendagri Minta Kepala Daerah Libatkan BPS dalam Pemanfaatan DTSEN Versi 3
Nuansa Budaya Warnai Syukuran HUT ke-46 Dekranas, Tri Tito Kenakan Baju Bodo
Rindekraf 2026–2045 Jadikan Ekraf Pilar Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Pelecehan terhadap Hukum, Penegak Hukum: Ketidak Pedulian pada Kemanusiaan, Mengganggu Keteraturan Sosial dan Merusak Peradaban
Dekranas Resmi Tutup Perayaan HUT ke-46, UMKM Kriya Didorong Mendunia

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 16:09 WIB

Tito: Perbedaan Pandangan Soal Keselamatan Jadi Pemicu Polemik Jembatan Enang-Enang

Senin, 13 Juli 2026 - 15:25 WIB

Pemda Diminta Maksimalkan Upaya Pengendalian Inflasi agar Tetap Terkendali

Senin, 13 Juli 2026 - 15:20 WIB

Bantuan Ambulans Korpri Dukung Layanan Kesehatan Penyintas Bencana di Sumatera

Senin, 13 Juli 2026 - 13:30 WIB

Nuansa Budaya Warnai Syukuran HUT ke-46 Dekranas, Tri Tito Kenakan Baju Bodo

Senin, 13 Juli 2026 - 12:28 WIB

Rindekraf 2026–2045 Jadikan Ekraf Pilar Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Berita Terbaru