Menag: Shalat Mendidik Kesalehan Sosial dan Kepedulian Lingkungan

Kamis, 15 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar (Kemenag)

Menteri Agama Nasaruddin Umar (Kemenag)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa shalat tidak hanya mengandung dimensi kesalehan spiritual, tetapi juga menanamkan tanggung jawab sosial serta kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Pesan tersebut disampaikan Menag dalam sambutan menyambut Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah/2026 di Jakarta, Kamis (15/1/2026). Menurut Nasaruddin, shalat yang dilaksanakan dengan penghayatan yang benar mampu mencegah perbuatan keji dan mungkar, sekaligus membentuk kesadaran sosial dan ekologis.

Dalam peristiwa Isra Mikraj, Rasulullah SAW menerima perintah shalat lima waktu yang menjadi fondasi pembentukan kepribadian Muslim. “Shalat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi sarana membentuk pribadi yang beriman, berdisiplin, dan berakhlak mulia,” ujar Nasaruddin.

Ia menekankan, shalat yang dilakukan secara sadar dan penuh pemahaman akan melahirkan individu dengan kepekaan sosial tinggi serta kepedulian terhadap lingkungan hidup. Prinsip thaharah sebagai syarat sah shalat, lanjut Menag, mengajarkan pentingnya menjaga kesucian dan kebersihan, tidak hanya pada diri sendiri, tetapi juga terhadap lingkungan sekitar.

Selain itu, gerakan dan tata tertib shalat mengandung nilai kedisiplinan, moderasi, serta pengendalian diri. Nilai-nilai tersebut, kata dia, relevan dalam membangun sikap adil dan berkelanjutan dalam mengelola serta memanfaatkan sumber daya alam.

Menag juga menyoroti Isra Mikraj sebagai penegasan Islam sebagai fondasi etika ekologis. Konsep tauhid, menurutnya, menempatkan alam semesta sebagai satu kesatuan ciptaan dan bagian dari ayat-ayat kauniyah yang merefleksikan kebesaran Allah SWT. “Merusak alam berarti mengabaikan tanda-tanda kekuasaan-Nya, sedangkan menjaga lingkungan merupakan manifestasi keimanan,” kata Nasaruddin.

Melalui peringatan Isra Mikraj 1447 Hijriah, Menag mengajak umat menjadikannya momentum refleksi untuk meneguhkan peran manusia sebagai khalifah di muka bumi. Ia menilai krisis lingkungan yang terjadi saat ini menuntut kesalehan yang utuh, yakni kesalehan yang tidak hanya tercermin dalam ibadah, tetapi juga dalam upaya menjaga keseimbangan alam.

“Kesalehan sejati bukan hanya yang menghubungkan manusia dengan langit, tetapi juga yang menjaga bumi tempat kita berpijak,” ujar Nasaruddin Umar. (ihd)

Berita Terkait

Meski di Atas Target, Mendagri Nilai Inflasi Januari 2026 Terkendali
Dana Umat Berpotensi Rp500 Triliun per Tahun, Perlu Kelola Terintegrasi
Presiden Prabowo: Persatuan Ulama dan Umara Fondasi Kekuatan Bangsa
Wamendagri Wiyagus Minta Pemda Perkuat Integritas dan Sinergi Jalankan Program Prioritas Nasional
HPN 2026 di Banten, SMSI Resmikan Tugu dan Awali Pembangunan Museum Media Siber
Anggaran Ditjen Bangda 2026 Naik Rp459 Miliar, Realisasi 2025 Capai 99,6 Persen
Atas Arahan Mendagri, Wamendagri Ribka Haluk Tinjau Lokasi Pembangunan Aula STA/SMTK Tom Bozeman
Wamendagri Wiyagus: Retret Pejabat untuk Wujudkan Visi Misi Kepala Daerah

Berita Terkait

Senin, 9 Februari 2026 - 13:55 WIB

Meski di Atas Target, Mendagri Nilai Inflasi Januari 2026 Terkendali

Sabtu, 7 Februari 2026 - 21:45 WIB

Dana Umat Berpotensi Rp500 Triliun per Tahun, Perlu Kelola Terintegrasi

Sabtu, 7 Februari 2026 - 18:17 WIB

Presiden Prabowo: Persatuan Ulama dan Umara Fondasi Kekuatan Bangsa

Sabtu, 7 Februari 2026 - 13:44 WIB

Wamendagri Wiyagus Minta Pemda Perkuat Integritas dan Sinergi Jalankan Program Prioritas Nasional

Sabtu, 7 Februari 2026 - 08:02 WIB

HPN 2026 di Banten, SMSI Resmikan Tugu dan Awali Pembangunan Museum Media Siber

Berita Terbaru