Labelisasi Produk Non-Halal Juga Diwajibkan Sesuai UU Jaminan Produk Halal

Rabu, 26 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Magelang – Pemerintah menekankan langkah menertibkan produk halal dapat meningkatkan perekonomian. Saat ini, pemerintah Indonesia tengah menggalakkan para pelaku usaha agar dapat mendaftarkan produknya untuk mendapatkan sertifikat halal.

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Ahmad Haikal Hasan menegaskan, halal tidak menyangkut agama tertentu. Saat ini, halal merupakan bagian dari gaya hidup dan peradaban modern. Bahkan, kata dia, halal telah menjadi tren di negara-negara yang mayoritas masyarakatnya bukan beragama Islam.

Namun sayangnya, Indonesia masih belum menjadi pemain utama dalam memproduksi produk halal. Menurutnya, kondisi ini bukan karena sedikitnya produk halal, tapi disebabkan rendahnya minat pelaku usaha untuk mengurus sertifikasi halal. Padahal, Indonesia merupakan negara yang memiliki pasar yang besar bagi produk halal.

Berdasarkan hasil pendataannya, para pelaku masih enggan mengurus sertifikasi halal karena menganggap prosesnya ribet dan membutuhkan biaya tinggi. Dirinya menampik anggapan itu karena saat ini pemerintah telah memudahkan pelaku usaha untuk mengurus sertifikasi tersebut sekaligus menerapkan biaya yang terjangkau. Bahkan, bagi pelaku usaha mikro, pemerintah membebaskan biaya sertifikasi.

“Jadi enggak ada alasan untuk mahal lagi, kalau ada yang mahal laporkan Pak, saya berkali-kali laporkan itu oknum nakal yang berlagak bertingkah sebagai konsultan halal,” ujarnya saat menjadi pembicara pada Retret Pembekalan Kepala Daerah di Lembah Tidar Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2025).

Lebih lanjut, dia menegaskan, pemerintah daerah (Pemda) berperan penting dalam mendukung langkah percepatan sertifikasi halal. Pemda, kata dia, dapat memfasilitasi sertifikasi halal melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kepala daerah juga dapat menggerakkan jajarannya untuk menjadi pendamping produk halal.

Adapun bagi produk non-halal, dirinya juga mengarahkan agar tetap diberi label sesuai dengan Undang-Undang (UU) Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal. Menurutnya, memberikan jaminan produk halal bukan untuk mendiskriminasi, tapi untuk melindungi dan memberikan kepastian kepada masyarakat selaku konsumen.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengatakan, sertifikasi halal bukanlah misi dari agama tertentu. Namun, langkah ini untuk memperkuat posisi Indonesia agar tidak dibanjiri produk dari luar negeri yang mencantumkan label halal. Pasalnya, banyak negara yang gencar mendistribusikan produk-produknya ke negara-negara dengan pasar produk halal yang besar.

Dirinya menegaskan, pemberian sertifikat halal tidak akan membuat para pedagang kehilangan pembeli. Masyarakat justru dapat memilih produk mana yang hendak dikonsumsi. Selain itu, sertifikat halal juga menjadi bagian dari isu kesehatan.

“Jadi kita sebenarnya dibanjiri oleh produk-produk dari luar negeri yang mereka tahu marketnya itu adalah Indonesia 87 persen masyarakatnya ingin produknya halal,” tandasnya.(wan)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Menaker Yassierli Dorong Keterampilan Praktis Sesuai Kebutuhan Dunia Industri
8.000 Anggota ASLINMAS-ABPEDNAS Apel Akbar, Semarakkan Hari Kesaktian Pancasila
Kemnaker Lakukan Pemeriksaan di 9 Perusahaan Kawasan Industri Kendal dan Batang
Bawa Musik Jawa ke Busan Performing Arts Festival 2026, Auranala Ditembus Dukungan Kemenbud dan LPDP
Satpol PP Demak Tertibkan 200 Lebih Bangunan di Sempadan Sungai Tuntang Lama
Susilo Teguh R Terima Penghargaan dari UBISA atas Kiprahnya di Kepolisian
Tiya Rima Hadirkan “Ada Aku”, Lagu tentang Menjadi Tempat Pulang bagi Mereka yang Sedang Berjuang
Tour “Hey Slank” Singgah di Purwokerto, Slank Kembali Manggung Setelah 18 Tahun

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 15:09 WIB

Menaker Yassierli Dorong Keterampilan Praktis Sesuai Kebutuhan Dunia Industri

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:30 WIB

8.000 Anggota ASLINMAS-ABPEDNAS Apel Akbar, Semarakkan Hari Kesaktian Pancasila

Rabu, 30 September 2026 - 17:26 WIB

Kemnaker Lakukan Pemeriksaan di 9 Perusahaan Kawasan Industri Kendal dan Batang

Minggu, 20 September 2026 - 01:20 WIB

Bawa Musik Jawa ke Busan Performing Arts Festival 2026, Auranala Ditembus Dukungan Kemenbud dan LPDP

Kamis, 17 September 2026 - 14:50 WIB

Satpol PP Demak Tertibkan 200 Lebih Bangunan di Sempadan Sungai Tuntang Lama

Berita Terbaru