Ketahanan Pangan Jadi Wujud Bela Negara di Era Modern, Tegas Dirjen Polpum

Selasa, 10 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Direktur Jenderal (Dirjen) Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik menekankan bahwa bela negara di era modern tidak cukup hanya disuarakan, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan nyata dari setiap individu. Dalam konteks kekinian, ketahanan pangan menjadi salah satu tantangan global yang perlu ditopang oleh kesadaran ideologis sejak dini.

Hal tersebut disampaikan Akmal saat membuka kegiatan Aksi Bela Negara Menyongsong 5 Abad Jakarta sebagai Kota Global yang Berbudaya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (10/2/2026). Kegiatan yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi DKI Jakarta tersebut mengusung tema “Meningkatkan Ketahanan Pangan Tahun 2026”.

Dalam arahannya, Akmal menegaskan bahwa keberhasilan berbagai program strategis Presiden RI Prabowo Subianto membutuhkan dukungan nyata dari setiap warga negara, dimulai dari inisiatif personal dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menekankan pentingnya menumbuhkan semangat bela negara agar menjadi kebiasaan, yang dapat dimulai dari lingkungan keluarga dan komunitas terdekat.

“Program-program bagus yang sudah digagas oleh Bapak Presiden tidak akan berjalan optimal apabila kita tidak memulai dari diri kita sendiri. Jika Bapak dan Ibu ingin membela negara, khususnya dalam bidang ketahanan pangan, mulailah dari rumah dan lingkungan sendiri,” tegas Akmal sembari menunjukkan video dokumentasi aksi penanaman bibit mandiri di Gedung Polpum.

Lebih lanjut, Akmal menyoroti semakin menurunnya jumlah petani muda di Indonesia. Dari lebih dari 26 juta petani, hanya sekitar 2,1 juta yang tercatat sebagai petani pemula, dan jumlah tersebut terus menyusut dari waktu ke waktu.

Ia mengingatkan, apabila persoalan regenerasi petani tidak segera diantisipasi, ketersediaan sumber daya manusia di sektor pertanian akan semakin terbatas dan berpotensi menghambat terwujudnya kedaulatan pangan di masa mendatang.

“Di negara lain di Asia Tenggara, anak-anak didoktrin ideologi untuk cinta terhadap tanam menanam, di sini kita lebih cenderung memberikan anak kita gadget. Mindset ini yang harus kita ubah, kita bentuk rasa cinta pangan sejak usia dini,” tuturnya dalam sambutan pembukaan acara.

Sebagai informasi, kegiatan ini diinisiasi oleh Badan Kesbangpol Provinsi DKI Jakarta melalui kerja sama dengan sektor swasta, Srikandi Tani, pegiat seni, serta pelaku usaha kecil dan menengah. Kegiatan ini diagendakan berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Februari 2026.

Untuk meningkatkan awareness peserta terhadap pentingnya ketahanan pangan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan berbagai bazar, mulai dari produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM); karya seni batik; hingga pupuk dan bibit tanaman. (nr)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Penanggulangan TBC Tak Bisa Sektoral, Wamendagri Wiyagus Tegaskan Pentingnya Kolaborasi
Kemenag Dorong Lembaga Pengelolaan Dana Umat untuk Perkuat Manfaat
Kemenag Luncurkan Joyful Ramadan, Layanan Keagamaan Berdampak
Tito Karnavian Tekankan Pentingnya Validasi Data dalam Penanganan Pascabencana
Wamendagri Bima Arya Tekankan Peran City Branding dalam Pengembangan Pariwisata Daerah
Wamendagri Wiyagus: Penataan Ruang Daerah Harus Mendukung Kepentingan Nasional dan Umum
Mendagri dan BPS Sinkronkan Data untuk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
Ketua Umum TP PKK Ingatkan Warga Terdampak Bencana di Bireuen untuk Jaga Kesehatan

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:03 WIB

Penanggulangan TBC Tak Bisa Sektoral, Wamendagri Wiyagus Tegaskan Pentingnya Kolaborasi

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:57 WIB

Ketahanan Pangan Jadi Wujud Bela Negara di Era Modern, Tegas Dirjen Polpum

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:06 WIB

Kemenag Dorong Lembaga Pengelolaan Dana Umat untuk Perkuat Manfaat

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:53 WIB

Kemenag Luncurkan Joyful Ramadan, Layanan Keagamaan Berdampak

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:36 WIB

Tito Karnavian Tekankan Pentingnya Validasi Data dalam Penanganan Pascabencana

Berita Terbaru