Kejati Banten Respons Isu Publik Terkait Penanganan Kecelakaan Tenaga Alih Daya RS Adhyaksa

Selasa, 13 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, SERANG – Menanggapi beredarnya pemberitaan dan opini di ruang publik yang menyebutkan seolah-olah Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten tidak melakukan penanganan atas peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menimpa almarhum Aris Santoso, pihak Kejati Banten memberikan penjelasan secara terbuka guna meluruskan informasi tersebut.

Almarhum Aris Santoso diketahui merupakan tenaga alih daya (outsourcing) yang bertugas sebagai Petugas Keamanan di RS Adhyaksa Banten. Peristiwa kecelakaan terjadi pada Senin, 12 Januari 2026, sekitar pukul 08.56 WIB, di ruas jalan depan Perumahan Akila, Kampung Glingseng, Desa Sukajadi, Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang, saat almarhum dalam perjalanan pulang ke rumah setelah menyelesaikan tugas pengamanan.

Kecelakaan berlangsung di jalan umum dalam kondisi cuaca hujan. Oleh karena itu, penanganan awal kejadian berada dalam kewenangan aparat lalu lintas yang bertugas di lapangan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, RS Adhyaksa Banten di bawah koordinasi Kejati Banten segera mengambil langkah cepat dan terukur. Ambulans RS Adhyaksa Banten dikerahkan untuk menjemput korban di lokasi kejadian dan membawa yang bersangkutan ke RS Adhyaksa Banten guna mendapatkan penanganan medis.

“Begitu informasi kami terima, respons langsung dilakukan. Ambulans kami turunkan untuk menjemput korban, dan tim medis memberikan penanganan sesuai prosedur yang berlaku,” ujar Rangga Adekresna, Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Banten, saat dikonfirmasi wartawan, Selasa (13/1/26).

Menurut Rangga, setibanya di rumah sakit, almarhum masih sempat mendapatkan penanganan medis secara intensif oleh tim dokter dan perawat. Namun, meskipun telah dilakukan upaya medis secara maksimal, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Tim medis sudah bekerja sesuai standar pelayanan. Namun takdir berkata lain dan korban dinyatakan meninggal dunia,” ujarnya.

Rangga menegaskan bahwa penanganan oleh Kejati Banten dan RS Adhyaksa Banten tidak berhenti pada aspek medis semata. Setelah korban dinyatakan meninggal dunia, institusi tetap menjalankan tanggung jawab kemanusiaan dan kelembagaan secara menyeluruh.

“Pasca wafatnya almarhum, kami memastikan seluruh proses berjalan dengan baik, mulai dari pemulasaran jenazah, pengurusan administrasi medis, hingga pemberangkatan jenazah ke kampung halaman,” kata Rangga.

Selain itu, pihak Kejati Banten juga memfasilitasi pemberian santunan kepada keluarga serta pengurusan hak-hak ketenagakerjaan almarhum melalui BPJS Ketenagakerjaan, meskipun almarhum berstatus sebagai tenaga alih daya.

“Kami memandang bahwa setiap orang yang mengabdikan diri di lingkungan RS Adhyaksa Banten memiliki hak yang harus dihormati. Status kepegawaian tidak menjadi pembeda dalam hal kemanusiaan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Rangga menyampaikan bahwa untuk memastikan proses pemakaman berjalan dengan tertib, layak, dan penuh penghormatan, dukungan lintas wilayah juga dilakukan.

Pengurusan jenazah di kampung halaman almarhum di Desa Madugondo, Kecamatan Belitang Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Provinsi Sumatera Selatan, turut dibantu oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Selatan melalui Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ulu Timur.

“Ini bagian dari koordinasi institusional kami. Kami ingin memastikan almarhum mendapatkan penghormatan terakhir yang layak hingga ke tempat pemakaman,” ujar Rangga.

Ia pun menegaskan bahwa informasi yang menyebut Kejati Banten tidak hadir atau tidak mengurus peristiwa ini tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Kami menegaskan bahwa Kejati Banten tidak pernah lepas tangan. Sejak awal kejadian hingga pengurusan jenazah dan hak-hak almarhum, seluruhnya dilakukan secara terkoordinasi,” tegasnya.

Di akhir keterangannya, Rangga Adekresna menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya almarhum Aris Santoso dan berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.

“Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, dan keluarga diberikan kekuatan dalam menghadapi musibah ini,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

Safari Ramadan di Masjid Al Ittihad, Wagub Banten Perkenalkan Konsep K5
Sinergi DPRD dan Pemprov Banten Ditekankan dalam Rapat Paripurna Istimewa PAW
Embarkasi Banten Terapkan Layanan Terpadu One-Stop Services bagi Jamaah Umrah
Ciptakan Situasi Kondusif, Polres Pandeglang Rutin Gelar Patroli Ramadhan
Kapolda Banten Imbau Warga Pastikan Keamanan Rumah, Sediakan Penitipan Kendaraan di Polda hingga Polsek
Pemprov Banten Salurkan Dana Zakat untuk Renovasi RTLH Tiga Lansia Bersaudara
Kapolda Banten Tegaskan Komitmen Polri dalam Penanganan Bencana Nasional
Kebakaran Terjadi di Kampung Dungushaur Pandeglang, Kerugian Puluhan Juta Rupiah

Berita Terkait

Selasa, 3 Maret 2026 - 22:19 WIB

Safari Ramadan di Masjid Al Ittihad, Wagub Banten Perkenalkan Konsep K5

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:57 WIB

Sinergi DPRD dan Pemprov Banten Ditekankan dalam Rapat Paripurna Istimewa PAW

Selasa, 3 Maret 2026 - 21:08 WIB

Embarkasi Banten Terapkan Layanan Terpadu One-Stop Services bagi Jamaah Umrah

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:20 WIB

Ciptakan Situasi Kondusif, Polres Pandeglang Rutin Gelar Patroli Ramadhan

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:02 WIB

Kapolda Banten Imbau Warga Pastikan Keamanan Rumah, Sediakan Penitipan Kendaraan di Polda hingga Polsek

Berita Terbaru