“Saya merasa baik di pagi hari, tapi pada sore hari saya kehilangan kepercayaan diri dengan bagian depan dan terjatuh dua kali,” ujar Martin, dikutip dari Crash.
Akibat insiden itu, Martin gagal menembus 10 besar dan harus puas finis di posisi ke-13. Padahal, pada sesi latihan bebas pertama (FP1) ia mampu menempati urutan kedua di belakang Francesco Bagnaia. Namun, jatuh di Tikungan 5 dan 7 pada latihan kedua membuatnya kehilangan banyak waktu dan terpaksa menggunakan motor dengan setelan baru yang belum pernah dicoba.
“Dua kecelakaan itu membuat saya kehilangan banyak waktu. Saat kembali, sesi time attack sudah berlangsung. Saya harus memakai motor dengan set-up baru. Percobaan pertama cukup bagus, tapi di percobaan kedua banyak bendera kuning,” kata Martin.
Meski menilai ban depan motornya kurang optimal, Martin tidak menganggap perubahan teknis sebagai penyebab utama. Ia tetap optimistis menghadapi kualifikasi. “Perasaan saya tetap positif, dan pada Sabtu kami akan coba melangkah lebih jauh,” ujarnya.
Berbeda dengan Martin, rekan setimnya, Marco Bezzecchi, justru tampil impresif. Ia menutup latihan dengan catatan waktu terbaik, mengungguli pebalap KTM Pedro Acosta, sekaligus menegaskan diri sebagai kandidat kuat pada balapan di Motegi akhir pekan ini.
Martin sendiri akan melalui jalan terjal di kualifikasi pertama (Q1). Ia harus bersaing dengan sejumlah nama besar seperti Fermin Aldeguer, Alex Marquez, Enea Bastianini, hingga Franco Morbidelli untuk memperebutkan tiket menuju Q2. (ihd)














