JKPC Jogja Rutin Gelar Kegiatan, Jaga Eksistensi dan Kebersamaan Anggota

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris JKPC Jogja, Bius Yoga

Sekretaris JKPC Jogja, Bius Yoga

JENDELANUSANTARA.COM, BANTUL – Sekretaris JKPC Jogja, Bius Yoga, menegaskan bahwa Jogja Community (JKPC) menjadi salah satu komunitas besar yang fokus pada pelestarian karya-karya legendaris di Kota Yogyakarta.

‎“Saya dari JKPC Jogja, kebetulan menjadi salah satu pengurus dan menjabat sebagai sekretaris,” ujarnya saat di temui pada acara KOPDAR JKPC di Telaga Baturetno, Minggu (12/4/2026).

‎Ia menambahkan, “JKPC ini adalah salah satu komunitas terbesar di kota Jogja untuk pelestarian karya-karya bersaudara dan sekolah-sekolah.”

‎Bius Yoga mengungkapkan dirinya baru bergabung dalam komunitas tersebut sejak tahun 2024. Meski tergolong baru, ia mengaku langsung merasakan solidnya organisasi JKPC.

‎“Kalau saya baru gabung itu sekitar satu tahun yang lalu. Tapi menurut saya ini organisasi yang sudah sangat rapi dan terstruktur,” jelasnya.

‎Menurutnya, secara kepengurusan JKPC memiliki struktur yang lengkap dengan jumlah sekitar 30 orang. Sementara untuk anggota secara keseluruhan jauh lebih besar.

‎“Kalau untuk struktur ada sekitar 30-an, lengkap dengan ketua dan seksi-seksinya. Tapi untuk anggota bisa mencapai 300 sampai 500 orang,” ungkapnya.

‎Ia juga menjelaskan bahwa JKPC rutin menggelar berbagai kegiatan untuk menjaga kebersamaan anggota.

‎“Kalau syawalan itu pasti kita adakan setiap tahun, biasanya kita barengkan dengan acara kopi darat. Untuk kopi darat sendiri kita gelar setiap tiga bulan sekali,” tuturnya. Selain itu, kegiatan lain juga sering dilakukan dalam momen tertentu.

‎“Seperti kemarin di bulan Ramadan kami mengadakan kegiatan, dan beberapa tahun lalu juga ada santunan untuk anak-anak,” tambahnya.

‎Bius berharap JKPC ke depan semakin berkembang luas.

‎“Harapannya bisa tidak hanya di Jogja, tapi juga di daerah lain. Yang penting kita terus menjaga komunikasi, keep in touch, supaya karya-karya ini tetap lestari dan tidak punah, agar anak cucu kita nanti tetap bisa menikmatinya,” pungkasnya. (waw)

Berita Terkait

Jogja Tinggalkan Becak Motor, Transportasi Listrik Baru Resmi Mengaspal
Puluhan Bikers Ramaikan Agenda Subuhan Jogja di Kulon Progo
Api Misterius Terus Muncul di Rumah Agus Yani, Ahli Ragukan Faktor Gas Metana
56 Kali Kebakaran Tanpa Sebab Jelas, Rumah Warga Sleman Jadi Sorotan
Jelang Iduladha, Jagal Bersertifikat Jadi Incaran Panitia Kurban
Melalui Lensa Kamera, Alaint Angkat Tema Kegelisahan Manusia dalam Pameran Foto
Konferensi Republik UGM Dorong Persatuan Aktivis untuk Selamatkan Demokrasi
Sekda Sleman Purnatugas, Harda Sampaikan Apresiasi dan Pesan Haru

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:35 WIB

Puluhan Bikers Ramaikan Agenda Subuhan Jogja di Kulon Progo

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:54 WIB

Api Misterius Terus Muncul di Rumah Agus Yani, Ahli Ragukan Faktor Gas Metana

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:47 WIB

56 Kali Kebakaran Tanpa Sebab Jelas, Rumah Warga Sleman Jadi Sorotan

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:04 WIB

Jelang Iduladha, Jagal Bersertifikat Jadi Incaran Panitia Kurban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:59 WIB

Melalui Lensa Kamera, Alaint Angkat Tema Kegelisahan Manusia dalam Pameran Foto

Berita Terbaru