Peluang Paes terbuka lebar setelah kiper utama Ajax, Vitezslav Jaros, mengalami cedera lutut serius saat sesi latihan dan dipastikan absen hingga akhir musim. Dalam pernyataan resminya, manajemen Ajax memastikan Jaros harus menepi cukup lama untuk pemulihan.
Situasi tersebut membuat Paes menjadi satu-satunya kiper senior tersisa di skuad utama. Kiper berusia 27 tahun itu didatangkan dari FC Dallas pada awal Februari dengan kontrak berdurasi 3,5 musim hingga Juni 2029. Di klub Major League Soccer (MLS) tersebut, Paes mencatatkan 128 penampilan dalam empat musim, sebuah statistik yang menunjukkan konsistensinya sebagai penjaga gawang utama.
Sejak bergabung, Paes memang belum mencatat menit bermain. Ia baru sekali masuk daftar skuad saat Ajax menang 4-1 atas Fortuna Sittard pada 14 Februari lalu. Dalam laga itu, ia belum mendapat kesempatan tampil.
Secara klasemen, Ajax kini berada di peringkat keempat Eredivisie dengan koleksi 42 poin dari 23 pertandingan. Klub yang telah mengoleksi 36 gelar liga domestik itu tengah berupaya menjaga posisi empat besar demi tiket kompetisi Eropa musim depan.
Sebelum cedera Jaros, Ajax hanya mengandalkan dua kiper senior. Jaros tampil dalam 19 pertandingan liga musim ini, sementara sisa laga dijaga oleh kiper senior 42 tahun, Remko Pasveer, yang kini telah bergabung dengan Heracles Almelo.
Selain Paes, Ajax memiliki dua penjaga gawang muda, yakni Joeri Heerkens (19) dan Paul Reverson (20). Namun, keduanya belum mencatat penampilan resmi musim ini. Heerkens tercatat 15 kali masuk daftar susunan pemain, sedangkan Reverson belum mendapat kesempatan serupa.
Apabila diturunkan menghadapi NEC Nijmegen, Paes bukan hanya akan mencatat debut bersama Ajax, tetapi juga menjadi kiper Indonesia pertama yang tampil untuk klub raksasa Belanda tersebut di kompetisi resmi. Momentum ini sekaligus menjadi ujian awal bagi Paes dalam menjaga asa Ajax bersaing di papan atas Eredivisie hingga akhir musim. (ihd)













