IDFF 2025: KNPK Indonesia Dorong Investasi Ketahanan Keluarga Hadapi Megatren Global

Sabtu, 13 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Koalisi Nasional Pembangunan Keluarga (KNPK) Indonesia bersama Penggiat Keluarga (GiGa Indonesia) menyelenggarakan International Discussion Forum on Families (IDFF) 2025 pada Sabtu, (13/12/2025). Forum internasional yang digelar secara daring melalui Zoom ini mengangkat tema “Investing in Family Resilience to Face Contemporary Megatrends” dan diikuti lebih dari 400 peserta dari dalam dan luar negeri.

Kegiatan berlangsung dalam dua sesi, yakni sesi pleno pada pukul 08.00–12.00 WIB dan sesi paralel pada pukul 13.00–16.00 WIB. IDFF 2025 diselenggarakan dalam rangka memperingati lima tahun KNPK Indonesia sekaligus Hari Ibu Nasional 2025, sebagai bentuk komitmen memperkuat ketahanan keluarga di tengah dinamika global.

Ketua KNPK Indonesia sekaligus Ketua GiGa Indonesia, Prof. Dr. Ir. Euis Sunarti, M.Si., menegaskan bahwa keluarga merupakan fondasi utama pembangunan bangsa.
“Investasi terbesar sebuah bangsa adalah investasi pada ketahanan keluarga, karena keluarga adalah fondasi utama peradaban dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Forum ini menghadirkan tiga pakar internasional sebagai pembicara utama. Prof. Euis Sunarti memaparkan pendekatan ekologi keluarga dalam memperkuat ketahanan keluarga menghadapi megatren global. Sementara itu, Assoc. Prof. So Young Lee, Ph.D. dari Montclair State University, Amerika Serikat, membahas perspektif lintas budaya terkait helicopter parenting dan ketahanan keluarga. Adapun Prof. Dr. Suleyman Derin dari Marmara University, Turki, mengulas isu megatren global dan kesehatan mental keluarga di tengah perubahan dunia.

Sesi pleno dimoderatori oleh Prof. Heru Susetyo, M.Si., M.Ag., Ph.D, Sinta Susanto Putri, S.P., M.Ed., dan Dr. Bagus Riyono, M.A., Psikolog.

Pada sesi paralel, para peserta mendiskusikan sejumlah isu strategis, antara lain perubahan demografi, dampak teknologi, perubahan iklim dan kebencanaan, serta migrasi dan urbanisasi. Diskusi ini melibatkan 32 pembicara dari berbagai perguruan tinggi dan organisasi di Indonesia.

Sesi paralel dimoderatori oleh Prof. Adi Fahrudin, Ph.D, Feizal Syahmenan, M.H, Dr. Sabriati Azis, M.Pd.I, Evi Risna Yanti, S.H., M.Kn, Dr. Dinar Kania, S.T., M.M, Rina Fatimah, M.Si., M.M, Nina Marliyani, M.Si, dan Rahmi Damayanti, M.Si.

Melalui IDFF 2025, KNPK Indonesia menargetkan terbangunnya dialog global berbasis riset dan kebijakan, tersusunnya rekomendasi strategis bagi kebijakan publik serta program pemberdayaan keluarga, sekaligus penguatan kolaborasi internasional antara pemerintah, akademisi, organisasi masyarakat, dan lembaga global.

Forum internasional ini dihadiri oleh kalangan akademisi, pemangku kebijakan, penggiat keluarga, organisasi masyarakat sipil, lembaga internasional, mahasiswa, serta keluarga dari berbagai daerah.(*)

Berita Terkait

Vertical Series Competition Jadi Wadah Penguatan Ekosistem Industri Kreatif Nasional
PFN dan SIMPATI Dorong Ekosistem Kreatif Nasional lewat Vertical Series Competition
Satu Visi Membangun PalmCo, PTPN IV dan SPBUN Sahkan PKB Tunggal Pertama untuk Keberlanjutan Industri Sawit
Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024, PP KAMMI Minta Penegakan Hukum Tegas dan Terbuka
Kasus Dugaan Penggelapan Dokumen Tanah Mandek, Laely Ajukan Pengaduan ke Jaksa Agung
Beasiswa Patriot Jadi Strategi Pengembangan SDM untuk Kawasan Transmigrasi Terintegrasi
Prof. Yuddy Usulkan Gubernur Ditunjuk Presiden dengan Persetujuan DPRD Provinsi
Teror Terhadap Aktivis dan Pegiat Media Sosial Hanya Akan Merusak Citra

Berita Terkait

Senin, 12 Januari 2026 - 16:40 WIB

Vertical Series Competition Jadi Wadah Penguatan Ekosistem Industri Kreatif Nasional

Senin, 12 Januari 2026 - 16:34 WIB

PFN dan SIMPATI Dorong Ekosistem Kreatif Nasional lewat Vertical Series Competition

Senin, 12 Januari 2026 - 15:16 WIB

Satu Visi Membangun PalmCo, PTPN IV dan SPBUN Sahkan PKB Tunggal Pertama untuk Keberlanjutan Industri Sawit

Senin, 12 Januari 2026 - 13:17 WIB

Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024, PP KAMMI Minta Penegakan Hukum Tegas dan Terbuka

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:20 WIB

Kasus Dugaan Penggelapan Dokumen Tanah Mandek, Laely Ajukan Pengaduan ke Jaksa Agung

Berita Terbaru