JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Peran guru ngaji Alquran kembali mendapat penegasan sebagai pilar penting dalam menjaga fondasi moral dan kehidupan beragama masyarakat. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyatakan, kontribusi para pengajar Alquran tidak hanya terbatas pada aspek pendidikan, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter sosial bangsa.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri Wisuda Nasional Guru Ngaji Alquran di Masjid Istiqlal, Jakarta, Sabtu (2/5/2026), yang mengusung tema “Menjaga Kalam, Menyinari Zaman”. Menurut Menteri Agama, keberadaan guru ngaji menjadi bagian tak terpisahkan dari upaya memperkuat kehidupan berbangsa yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
“Peran guru ngaji adalah bagian dari fondasi penting kehidupan berbangsa yang harus terus diperkuat,” ujar Nasaruddin.
Ia menegaskan, tugas guru ngaji tidak berhenti pada mengajarkan kemampuan membaca Alquran. Lebih dari itu, mereka memikul tanggung jawab menjaga nilai, martabat, serta kesinambungan tradisi keilmuan Islam di tengah arus perubahan zaman.
Kepada para wisudawan, Nasaruddin mengingatkan bahwa menjaga Alquran tidak semata merawat fisik kitab suci, melainkan memastikan pesan dan nilai yang terkandung di dalamnya tetap hidup melalui pengajaran yang benar dan berkelanjutan.
“Menjaga kalam berarti memastikan Alquran dipahami, diamalkan, dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” katanya. Ia juga menyebut para guru ngaji sebagai bagian dari kelompok terbaik yang memilih jalan pengabdian melalui pendidikan keagamaan.
Sejalan dengan penguatan peran tersebut, Kementerian Agama menyatakan komitmennya untuk meningkatkan kesejahteraan guru ngaji, termasuk melalui akses perlindungan sosial seperti BPJS.
Beasiswa untuk Guru LPQ
Dalam kesempatan yang sama, Kementerian Agama juga menggencarkan Program Beasiswa Sarjana Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) Keagamaan yang ditujukan bagi para pendidik di pesantren dan Lembaga Pendidikan Alquran (LPQ).
Program ini membuka pendaftaran sejak 1 April hingga 31 Mei 2026, dengan pilihan studi meliputi Pendidikan Bahasa Arab, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, serta Pendidikan Agama Islam di UIN Siber Syekh Nurjati.
Kasubdit Pendidikan Diniyah Takmiliyah dan Pendidikan Alquran, Aziz Syafiuddin, menjelaskan bahwa skema pembelajaran dirancang fleksibel berbasis daring agar para ustaz dan ustazah tetap dapat menjalankan tugas mengajar di masyarakat.
“Program ini memungkinkan para pendidik melanjutkan studi tanpa meninggalkan pengabdian. Seluruh biaya pendidikan ditanggung penuh hingga lulus,” ujarnya.
Menurut Aziz, peluang tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pendidikan keagamaan sekaligus memperkuat peran guru ngaji sebagai garda depan pembinaan moral generasi muda. (ihd)














