Ekosistem Perfilman Nasional Diperkuat, Kementerian Ekraf dan BPI Tingkatkan Kolaborasi

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta, 10 Juni 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi jajaran pengurus baru Badan Perfilman Indonesia (BPI) periode 2026–2030 di Jakarta. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem ekonomi kreatif melalui pendekatan _hexahelix_ yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, komunitas, akademisi, media, dan asosiasi.

Audiensi ini sekaligus menjadi momentum perkenalan kepengurusan baru BPI serta penjajakan peluang kolaborasi dalam pengembangan industri perfilman nasional yang lebih kompetitif, inklusif, dan berkelanjutan. Dalam pertemuan itu, Menteri Ekraf menegaskan pentingnya peran BPI sebagai mitra strategis pemerintah dalam menyusun kebijakan, memperkuat ekosistem industri, serta menjembatani aspirasi pelaku perfilman.

“Mengapresiasi kepungurusan baru BPI yang menghadirkan semangat transformasi industri film di Indonesia. Karena di zaman sekarang ini banyak hal yang perlu di adaptasi lagi dengan perkembangan ekosistem” ujar Teuku Riefky, Rabu (10/6).

Menurutnya, sinergi pemerintah dan industri perlu terus diperkuat untuk menjawab berbagai tantangan sektor perfilman, mulai dari perlindungan IP, perluasan akses pasar, peningkatan kapasitas pelaku usaha, hingga penguatan kerangka regulasi yang mendukung pertumbuhan industri.

“Kami berharap BPI juga semakin kuat kelembagaannya. Untuk itu, Kementerian Ekraf siap berkolaborasi dalam beragam agenda prioritas terutama penguatan regulasi, peningkatan daya saing industri, hingga keterlibatan dalam Wolrd Confrence on Creative Economy (WCCE),” katanya.

BPI merupakan lembaga negara nonstruktural yang dibentuk pada Januari 2014 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun 2014. Lembaga tersebut memiliki mandat untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan perfilman sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman.

Ketua Umum BPI periode 2026–2030, Fauzan Zidni, menyampaikan bahwa BPI memiliki visi mewujudkan ekosistem perfilman yang menghasilkan film Indonesia yang unggul dan kompetitif, didukung sumber daya yang kompeten, lingkungan kerja yang sehat, serta ekosistem bisnis yang berkelanjutan.

Untuk mencapai visi tersebut, BPI mengusung empat pilar utama, yaitu film yang unggul dan kompetitif, peningkatan kompetensi SDM, penguatan ekosistem bisnis yang sehat, serta sistem komunikasi yang berdaya.

“Saat ini ini fokus utama kita dengan pengembangan sdm, Advokasi kebijakan, hingga memperkuat kehadiran film Indonesia dalam _market international_. Kita juga berharap bisa kerja sama untuk _policy making_ terutama untuk perlindungan kekayaan intelektual,” ujarnya.

Saat ini, BPI menaungi 75 organisasi yang mewakili berbagai unsur dalam industri perfilman Indonesia. Keberadaan organisasi tersebut menjadi salah satu pilar penting dalam membangun ekosistem perfilman yang sehat, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dalam pertemuan tersebut, Menteri Ekraf didampingi Sekretaris Kementerian/Sekretaris Utama, Dessy Ruhati; Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi, serta Direktur Film, Animasi dan Video, Doni Setiawan.

Sumber : Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif

Berita Terkait

Wamendagri Ribka Perkuat Langkah Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan
Menteri Ekraf Dorong Generasi Muda Birokrasi Hadirkan Solusi dan Inovasi
Hadiri Jamuan Ulang Tahun Raja Charles III, Tito Karnavian Perkuat Diplomasi Indonesia–Inggris
Satgas PRR Evaluasi Daerah Pemberi Hibah yang Wanprestasi dalam Pemulihan Sumatera
Wamendagri Wiyagus Sebut Desa Kunci Memperkokoh Ketahanan Nasional
Kolaborasi Jadi Kunci, Satgas PRR Buka Ruang Kerja Sama untuk Normalisasi Sungai
Pendidikan Jadi Kunci Kemajuan Bangsa, Wamendagri Ribka Haluk Dorong Penguatan SDM
Ketum TP PKK Dorong Pengurus dan Kader PKK Melek Keuangan Sejak Lingkup Keluarga

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:57 WIB

Wamendagri Ribka Perkuat Langkah Percepatan Pembangunan KSPEAN Papua Selatan

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:05 WIB

Ekosistem Perfilman Nasional Diperkuat, Kementerian Ekraf dan BPI Tingkatkan Kolaborasi

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:44 WIB

Menteri Ekraf Dorong Generasi Muda Birokrasi Hadirkan Solusi dan Inovasi

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:16 WIB

Hadiri Jamuan Ulang Tahun Raja Charles III, Tito Karnavian Perkuat Diplomasi Indonesia–Inggris

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:10 WIB

Satgas PRR Evaluasi Daerah Pemberi Hibah yang Wanprestasi dalam Pemulihan Sumatera

Berita Terbaru