Dukung Penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada 2024, Kepala BSKDN: Daerah Perlu Tingkatkan SDM Perumus Kebijakan

Selasa, 5 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Jakarta, Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Yusharto Huntoyungo mengatakan, daerah perlu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) perumus kebijakan guna mendukung penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada 2024. Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi keynote speaker dalam Focus Group Discussion (FGD) yang mengusung tema “Strategi Penataan Organisasi dan SDM Bidang Perumusan Kebijakan di Daerah”.

Lebih lanjut Yusharto mengatakan, kualitas SDM perumus kebijakan atau analis kebijakan di daerah akan sangat berpengaruh terhadap kualitas rekomendasi yang dihasilkan. Dia berharap, daerah dapat meningkatkan kompetensi masing-masing analis kebijakan di wilayahnya melalui berbagai upaya. Hal itu misalnya melaksanakan forum diskusi, pelatihan, dan berbagai upaya lainnya.

“Analis kebijakan sebagai jabatan baru perlu mendapat banyak perhatian, kita perlu rumuskan bersama standar SDM ini. Dengan demikian, semua dapat berperan aktif memberikan masukan rekomendasi kebijakan kepada kepala daerah masing-masing khususnya terkait Pemilu dan Pemilukada saat ini,” jelasnya di Hotel Orchardz Jayakarta, Selasa (5/12/2023).

Tidak hanya meningkatkan kompetensi analis kebijakan, penataan organisasi di daerah juga perlu terus diperkuat guna meminimalisasi terjadinya tumpang tindih kewenangan dalam memberikan suatu rekomendasi. Merumuskan rekomendasi kebijakan juga menjadi tugas dan fungsi (tusi) BSKDN. Yusharto mengajak seluruh pemerintah daerah (Pemda) bekerja sama merumuskan kebijakan yang tepat dan efektif untuk mendukung pelaksanaan Pemilu dan Pilkada 2024.

“Mari kita bangun kerja sama dan merumuskan kebijakan bersama dengan harapan dapat menghasilkan rekomendasi yang bisa memberi kemudahan pada pemerintah dalam menjalankan perannya secara lebih maksimal,” terangnya.

Sementara itu, Peneliti Ahli Madya Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Ray Septianis Kartika yang hadir sebagai narasumber mengatakan, rekomendasi kebijakan harus didukung dengan hasil riset. Sebelum melakukan riset, daerah perlu lebih dulu memetakan isu strategis yang ada di masing-masing daerah. Sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo mengenai kolaborasi riset, Ray mengimbau daerah agar menjalin kerja sama lintas lembaga bahkan pihak swasta. Upaya ini dinilai dapat membangun budaya riset di lingkup pemerintahan sebagai perumus kebijakan maupun masyarakat.

“Presiden pun arahannya adalah kolaborasi riset. Kita harus berani berkolaborasi dengan berbagai pihak termasuk pihak-pihak swasta. Kalau sesama pemerintah daerah saja enggan (kolaborasi), hasil risetnya stagnan,” jelasnya.

Sejalan dengan itu, narasumber lainnya Kepala Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Bali I Made Gunaja mengungkapkan, pihaknya tengah melakukan penataan terhadap lembaga riset dan inovasi di wilayahnya dengan membentuk BRIDA. Upaya tersebut dilakukan guna memaksimalkan peran lembaga riset agar kualitas rekomendasi kebijakan semakin baik.

“Tugas pokok kami adalah mengelola sumber daya riset, baik sumber daya manusianya maupun sumber daya infrastrukturnya. Harapanya ini dapat mengembangkan ekosistem riset sehingga kebijakan akan lebih berbasis data,” pungkasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Penanggulangan TBC Tak Bisa Sektoral, Wamendagri Wiyagus Tegaskan Pentingnya Kolaborasi
Ketahanan Pangan Jadi Wujud Bela Negara di Era Modern, Tegas Dirjen Polpum
Kemenag Dorong Lembaga Pengelolaan Dana Umat untuk Perkuat Manfaat
Kemenag Luncurkan Joyful Ramadan, Layanan Keagamaan Berdampak
Tito Karnavian Tekankan Pentingnya Validasi Data dalam Penanganan Pascabencana
Wamendagri Bima Arya Tekankan Peran City Branding dalam Pengembangan Pariwisata Daerah
Wamendagri Wiyagus: Penataan Ruang Daerah Harus Mendukung Kepentingan Nasional dan Umum
Mendagri dan BPS Sinkronkan Data untuk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana

Berita Terkait

Selasa, 10 Februari 2026 - 21:03 WIB

Penanggulangan TBC Tak Bisa Sektoral, Wamendagri Wiyagus Tegaskan Pentingnya Kolaborasi

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:57 WIB

Ketahanan Pangan Jadi Wujud Bela Negara di Era Modern, Tegas Dirjen Polpum

Selasa, 10 Februari 2026 - 18:06 WIB

Kemenag Dorong Lembaga Pengelolaan Dana Umat untuk Perkuat Manfaat

Selasa, 10 Februari 2026 - 17:53 WIB

Kemenag Luncurkan Joyful Ramadan, Layanan Keagamaan Berdampak

Selasa, 10 Februari 2026 - 16:36 WIB

Tito Karnavian Tekankan Pentingnya Validasi Data dalam Penanganan Pascabencana

Berita Terbaru