JENDELANUSANTARA.COM, Kota Bekasi – Sejumlah warga Kelurahan Jakasampurna, Kecamatan Bekasi Barat, mengeluhkan sulitnya mendapatkan pelayanan kesehatan dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas). Kesulitan tersebut timbul karena mereka harus pergi ke Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, untuk mendapatkan layanan kesehatan dasar.
Ironisnya, Puskesmas yang secara administratif bernama Puskesmas Jakasampurna justru berada di luar wilayah kelurahan tersebut. Hal ini terjadi akibat dampak dari pemekaran wilayah, sehingga lokasi fasilitas kesehatan itu tidak lagi berada di Kelurahan Jakasampurna.
“Dampak adanya pemekaran dan kondisi Puskesmas yang beda lokasi tersebut, akibatnya urusan rujukan dan pendataan pasien jadi sulit dan dan tidak tepat sasaran, karena sebanyak 60 persen pasien bukan warga Jakasampurna,” ujar anggota DPRD Kota Bekasi, Chairun Nisa.
Keluhan tersebut mencuat dalam kegiatan reses atau penjaringan aspirasi yang dilaksanakan oleh Chairun Nisa bersama warga setempat.
“Keluhan inipun disampaikan oleh beberapa warga Jakasampurna saat saya Reses,” imbuhnya.
Warga Jakasampurna berharap agar kelurahan mereka memiliki Puskesmas sendiri yang sesuai secara wilayah administratif. Dengan begitu, pelayanan kesehatan bisa lebih tepat sasaran dan efektif.
Menyikapi keluhan masyarakat tersebut, Chairun Nisa menyatakan komitmennya untuk mengawal proses relokasi Puskesmas agar dapat memberikan manfaat optimal bagi warga.
“Melihat lokasi dan kondisi bangunan Puskesmas Rawa Tembaga (Jakasampurna), InsyaAllah saya akan kawal untuk relokasi Puskesmas tersebut, agar pelayanan kesehatan untuk masyarakat Jakasampurna lebih efektif dan tepat sasaran,” tandasnya.(*)














