Demo Hari Buruh Ternoda Aksi Anarkis Penyusup di Jakarta dan Semarang

Kamis, 1 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional pada Kamis (1/5/2025) di sejumlah daerah diwarnai insiden anarkis yang diduga dilakukan oleh pihak-pihak yang menyusup ke tengah massa buruh. Aksi damai yang sedianya menjadi panggung penyampaian aspirasi pekerja ternoda oleh ulah provokator yang melempari kendaraan hingga membakar ban di ruang publik.

Di Jakarta, Kepolisian Daerah Metro Jaya mengamankan 13 orang, terdiri dari 12 laki-laki dan seorang perempuan, atas dugaan keterlibatan dalam aksi anarkis di sekitar Gedung DPR/MPR RI. “Para pelaku melempari kendaraan masyarakat yang melintas di jalan tol dari atas flyover serta membawa petasan untuk memancing kericuhan,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Ade Ary Syam Indradi, Kamis malam.

Insiden terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di kawasan Resto Pulau Dua dan berlanjut hingga bawah flyover Senayan. Akibat aksi itu, beberapa kendaraan mengalami kerusakan ringan. Polisi menegaskan tidak akan memberi ruang terhadap tindakan yang mengganggu ketertiban umum dan membahayakan masyarakat.

Situasi serupa terjadi di Semarang, Jawa Tengah. Demonstrasi buruh yang berlangsung sejak pagi dengan tertib dan bahkan direspons langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, berujung ricuh ketika sekelompok orang berpakaian hitam bergabung ke kerumunan sekitar pukul 15.00 WIB. Kelompok itu melempari petugas dengan batu dan botol serta membakar ban di depan Kantor Gubernur.

Kapolrestabes Semarang Komisaris Besar Polisi M. Syahduddi menyatakan, polisi mengamankan sejumlah orang yang diduga berasal dari kelompok Anarko dan oknum mahasiswa. “Mereka datang bukan sebagai bagian dari aksi buruh, melainkan membonceng agenda untuk memicu kericuhan,” katanya.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Komisaris Besar Polisi Artanto menegaskan bahwa tindakan tegas diambil untuk mencegah eskalasi dan menjaga keamanan peserta unjuk rasa yang mayoritas telah membubarkan diri secara tertib.

Menurut data Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), aksi Hari Buruh tahun ini diikuti oleh lebih dari 150.000 buruh di 38 provinsi. Fokus utama tuntutan mereka ialah penghapusan sistem kerja outsourcing dan penolakan terhadap pasal-pasal bermasalah dalam UU Cipta Kerja. Di Jakarta, demonstrasi terpusat di DPR, sedangkan di Semarang berlangsung di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah.

Ketua KSPI Said Iqbal mengutuk keras tindakan anarkis yang dilakukan penyusup. “Kami sudah instruksikan agar buruh menjaga ketertiban. Kalau ada yang memicu kerusuhan, itu bukan bagian dari gerakan buruh,” ujarnya.

Polisi masih menyelidiki keterkaitan antar pelaku di Jakarta dan Semarang. Masyarakat pun diimbau tetap waspada dan tidak terpancing oleh provokasi yang membahayakan ruang demokrasi.

Aksi Hari Buruh semestinya menjadi momentum memperkuat dialog antara pekerja, pengusaha, dan pemerintah. Namun, ulah segelintir penyusup menodai semangat tersebut dan mengancam citra gerakan buruh secara keseluruhan. (ihd)

Berita Terkait

Pramono Segera Putuskan Usulan Hapus Jalur Sepeda Warisan Anies di Jakarta 
Prof Indira: Meritokrasi Ombudsman Tak Cukup Diukur dari Nomor Urut
Indonesia Bersiap Miliki Standar Nasional Smart Hospital: RSNI3 Disetujui Secara Konsensus
Ahmad Muzani: Persiapan Venue Porwanas 2027 di Lampung Harus Dilakukan Sejak Sekarang
Letkol Teddy Dukung Percepatan Bantuan Bencana NTT, Respons Pemerintah Diperkuat
Prof Indira Dorong Sinergi Data PPATK, Imigrasi dan Bea Cukai Cegah Kejahatan Sejak Dini
Pasca Tundra Meliala Mundur, AMKI Pusat Akan Gelar RALB
Perkuat Kolaborasi Pendidikan Tinggi, Ubhara Jaya dan LLDIKTI Wilayah III Jakarta Semarakkan HUT ke-81 RI

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Pramono Segera Putuskan Usulan Hapus Jalur Sepeda Warisan Anies di Jakarta 

Kamis, 20 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Prof Indira: Meritokrasi Ombudsman Tak Cukup Diukur dari Nomor Urut

Rabu, 19 Agustus 2026 - 19:43 WIB

Indonesia Bersiap Miliki Standar Nasional Smart Hospital: RSNI3 Disetujui Secara Konsensus

Rabu, 19 Agustus 2026 - 18:30 WIB

Ahmad Muzani: Persiapan Venue Porwanas 2027 di Lampung Harus Dilakukan Sejak Sekarang

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:42 WIB

Letkol Teddy Dukung Percepatan Bantuan Bencana NTT, Respons Pemerintah Diperkuat

Berita Terbaru