Dari PON XXI ke PON 2032, Persiapan Provinsi Banten untuk Jadi Tuan Rumah

Jumat, 20 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Sumetera Utara – Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut resmi ditutup pada Jumat (20/9/2024) malam, di Stadion Utama Sumatera Utara. Kontingen Provinsi Banten berhasil menyabet 22 medali emas 24 perak dan 33 perunggu pada pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Dengan perolehan itu, Provinsi Banten berhasil masuk peringkat 10 besar.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Banten Ahmad Syaukani mengatakan, Pemprov Banten sangat bersyukur atas perolehan yang membanggakan. Ini semua tidak terlepas dari kerja keras semua pihak, dari mulai atlet, pelatih dan official.

“Sehingga perolehan medali kali ini meningkat jauh dari sebelumnya,,” ujarnya.

Dengan semangat para atlet yang luar biasa itu, Syaukani optimis di PON selanjutnya, Provinsi Banten mampu meningkatkan prestasi yang lebih baik lagi, dan tentu Pemprov Banten akan mendukung itu.

“Kita giatkan lagi. Kita yakin bisa,” ujarnya.

Dikatakan Syaukani, jumlah perolehan emas Provinsi Banten sama dengan Provinsi Lampung. Hanya saja perolehan perak kita lebih banyak, sehingga lebih unggul.

Tidak sampai di situ, pihaknya juga melakukan protes atas dianulirnya satu medali emas yang diperoleh dari Binaraga. Dan, setelah ada protes dan dipertimbangkan oleh panitia besar PON, akhirnya emas itu kembali masuk perhitungan.

“Protes kita diterima tadi malem,” ujarnya.

Protes itu secara resmi diterima melalui Surat Panitia Besar PON XXI tahun 2024 Nomor 1493/sekr-PB. PON XXI/IX/2024 tentang Pengembalian medali emas binaraga atas nama T. Rahmat Widjaya.

“Dalam surat itu, di poin 4 menjelaskan bahwa mengembalikan pencantuman raihan 1 emas binaraga pada kelas +85kg atas nama atlet T. Rahmat Widjaya agar dicantumkan dalam peringkat perolehan medali emas Provinsi Banten,” jelasnya.

Menurut Syaukani, Pemprov Banten saat ini sedang mempersiapkan sarana dan prasarana termasuk penyiapan SDM-nya, untuk menjadi tuan rumah pada pelaksanaan PON 2032 nanti bersama Provinsi Lampung.

“Kita masih ada waktu 8 tahun lagi,” pungkasnya. (wan)

Sumber: Adpim

Berita Terkait

Kemenag Bidik Potensi Dana Sosial Syariah Rp1.200 Triliun per Tahun
Digitalisasi Perlinsos Jadi Kunci, Mendagri Peringatkan Pemda Soal Integrasi Data IT
KDKMP Harus Tangguh! Bima Arya Minta Kolaborasi Tiga Serangkai Desa dan BUMN Diperkuat
Bebaskan Daerah 3T dari Kegelapan, Kemendagri Pacu Pemanfaatan Energi Bersih Terbarukan
Antisipasi Karhutla di Kaltim, Wamendagri Wiyagus Minta Seluruh Unsur Forkopimda Satukan Langkah
Layanan Kesehatan Sumatera Bangkit! Kasatgas Tito Ungkap Progres Pesat Rehabilitasi Faskes
Mendagri Pasang Badan: Aturan Daerah Harus Bawa Manfaat Nyata, Bukan Sekadar Formalitas!
Bergerak Cepat! Satgas PRR Dampingi Tim BRIN Survei Lokasi Fasilitas Arsinum di Aceh Utara

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Kemenag Bidik Potensi Dana Sosial Syariah Rp1.200 Triliun per Tahun

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Digitalisasi Perlinsos Jadi Kunci, Mendagri Peringatkan Pemda Soal Integrasi Data IT

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:01 WIB

KDKMP Harus Tangguh! Bima Arya Minta Kolaborasi Tiga Serangkai Desa dan BUMN Diperkuat

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:56 WIB

Bebaskan Daerah 3T dari Kegelapan, Kemendagri Pacu Pemanfaatan Energi Bersih Terbarukan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:56 WIB

Antisipasi Karhutla di Kaltim, Wamendagri Wiyagus Minta Seluruh Unsur Forkopimda Satukan Langkah

Berita Terbaru