Dampak Inflasi Terhadap Nilai Tukar Petani di Provinsi Banten

Selasa, 1 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Banten – Berdasarkan Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik Provinsi Banten, Selasa (01/10/2024), pada September 2024, inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Banten sebesar 2,03 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,46.

Untuk inflasi bulan ke bulan periode September 2024 – Agustus 2024 terjadi penurunan atau deflasi sebesar -0,26 persen. Sementara untuk inflasi tahun kalender September 2024 – Desember 2023 sebesar 0,78 persen.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran. Pada kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 2,02 persen. Kelompok pakaian dan alas kaki naik sebesar 1,88 persen. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik sebesar 0,30 persen. Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik sebesar 2,53 persen.

Kelompok kesehatan naik sebesar 1,73 persen. Kelompok transportasi naik sebesar 0,68 persen. Kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik sebesar 0,13 persen. Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik sebesar 1,40 persen. Kelompok pendidikan naik sebesar 1,56 persen. Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik sebesar 4,59 persen. Serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya naik sebesar 6,31 persen.

Secara year to year, komoditas yang memiliki andil terhadap inflasi adalah emas perhiasan, kopi bubuk, nasi dengan lauk, sigaret kretek mesin, dan minyak goreng. Sementara komoditas yang memiliki andil deflasi adalah tomat, telur ayam ras, daging ayam ras, cabai merah, dan bawang merah.

Pada September 2024, perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 109,29 atau naik 0,38 persen dibanding bulan Agustus 2024, Indeks Harga Terima Petani sebesar 134,36, dan Indeks Harga Bayar Petani sebesar 122,94. Sementara Nilai Tukar Usaha Petani (NTUP) sebesar 113,88 atau turun 0,13 persen dibanding bulan Agustus 2024.

Sementara untuk nilai ekspor Provinsi Banten pada Agustus 2024 mencapai US$ 1.023,21 juta atau naik 4,46 persen dibanding Juli 2024 yang mencapai US$ 979,55 juta. Secara year to year nilai ekspor 4,51 persen dibanding Agustus 2023 yang mencapai US$ 1.071,59 juta. Penyumbang nilai ekspor terbesar adalah ekspor non-migas dengan komoditas besi dan baja yang mencapai US$ 107,67 juta dengan share 10,54 persen. Amerika Serikat sebagai negara tujuan ekspor utama dengan nilai US$ 1.106,81 juta.

Sementara untuk impor mengalami penurunan 7,75 persen menjadi US$ 3.265 juta. Impor didominasi non-migas dengan nilai US$ 2.860,14 juta. Peralatan mesin dan listrik sebagai yang terbesar dengan nilai US$ 506,16 juta atau 17,70 persen. (wan)

Sumber: Adpim

Berita Terkait

Jalan 18 Km Dibangun lewat Karya Bakti TNI, Akses Warga Pandeglang Kian Terbuka
Pergantian Pimpinan Polda Banten, Andra Soni Tekankan Pentingnya Sinergi
ASN Banten Kini Punya Wadah Belajar Terintegrasi lewat Banten CorpU
Serah Terima Pataka “Gawe Kuta Baluwarti” Tandai Pergantian Kepemimpinan Polda Banten
Belajar dari Catur, Wagub Banten Tekankan Pentingnya Kolaborasi dalam Birokrasi
Serapan Tenaga Kerja Lulusan SMK Diperkuat, Pemprov Banten Gandeng Gyokai
Banten Bergerak Maju Berdampak, Andra Soni Dorong Penguatan Kolaborasi
Banten Bersiap Hadapi Musim Hujan yang Mundur hingga Desember

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:02 WIB

Jalan 18 Km Dibangun lewat Karya Bakti TNI, Akses Warga Pandeglang Kian Terbuka

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Pergantian Pimpinan Polda Banten, Andra Soni Tekankan Pentingnya Sinergi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:49 WIB

ASN Banten Kini Punya Wadah Belajar Terintegrasi lewat Banten CorpU

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Serah Terima Pataka “Gawe Kuta Baluwarti” Tandai Pergantian Kepemimpinan Polda Banten

Kamis, 8 Oktober 2026 - 11:34 WIB

Belajar dari Catur, Wagub Banten Tekankan Pentingnya Kolaborasi dalam Birokrasi

Berita Terbaru