“Cepat, Tepat, Manusiawi”: Filosofi Pelayanan RS Ibunda di Tengah Tantangan BPJS

Selasa, 29 April 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

dr. H. Ammar Siradjuddin, Sp.OG(K), MARS

dr. H. Ammar Siradjuddin, Sp.OG(K), MARS

JENDELANUSANTARA.COM, Kota Serang – Dedikasi di bidang kesehatan mendorong dr. H. Ammar Siradjuddin, Sp.OG(K), MARS, untuk membangun Rumah Sakit Ibunda. Sebuah fasilitas layanan kesehatan yang kini menjadi rujukan masyarakat Serang dan sekitarnya. Didirikan di bawah naungan PT Dewi Amor, rumah sakit Ibunda lahir bukan dari orientasi bisnis, melainkan panggilan hati.

Kepada wartawan pada Selasa (29/4/2025), dr. H. Ammar menceritakan bagaimana ia memulai perjalanan panjang itu. Berasal dari Metro, Lampung dan lahir pada 25 Mei 1969, ia awalnya membuka praktik di sejumlah tempat sebelum akhirnya mendirikan klinik pada 2011. Klinik tersebut kemudian berkembang menjadi rumah sakit yang resmi beroperasi sejak akhir 2016.

“Kondisi saat itu sangat terbatas. Hanya ada beberapa rumah sakit seperti RSDP, Budi Asih, Puri Garcia dan RS Benggala. Pelayanan kebidanan pun minim. Banyak pasien tidak tertangani dengan baik,” ungkapnya.

Seluruh proses pembangunan RS Ibunda dijalani tanpa suntikan dana eksternal. Menurutnya, keberadaan rumah sakit adalah bentuk tanggung jawab sosial. RS Ibunda bahkan telah meraih akreditasi paripurna predikat tertinggi dalam mutu pelayanan rumah sakit di Indonesia.

“Kami bukan hanya rumah sakit swasta. Hadir untuk melayani siapa pun, tanpa melihat latar belakang kemampuan ekonomi pasien. Fungsi sosial tetap kami pegang,” tegasnya.

Di tengah tantangan regulasi dan keterbatasan sistem pembiayaan dari BPJS, ia mengedepankan prinsip efisiensi dan pelayanan bermartabat. “Cepat, tepat, manusiawi dan realistis. Kami tidak berlebihan dalam janji, tapi fokus pada hasil nyata,” tambahnya.

Selain aktif sebagai dokter dan pengelola rumah sakit, dr. H. Ammar juga pernah menjabat sebagai Ketua IDI (2009), serta memimpin organisasi kesehatan lainnya seperti PKMI Banten.

Menariknya, ia pernah melangkah ke ranah politik praktis dengan mengikuti Pilkada di daerah asalnya. Demi itu, ia mengundurkan diri sebagai ASN dan melepas praktik dokter sementara waktu. Walau tak berafiliasi dengan partai mana pun, ia melihat politik sebagai cara lain untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.

“Politik itu medan rumit. Tapi kalau saya kembali (maju Pilkada), saya ingin memimpin langsung, bukan hanya jadi pendamping. Karena tanggung jawab utama ada disana,” ujarnya.

Kini, dr.H.Ammar memilih fokus memperkuat pondasi RS Ibunda agar terus berkembang dan menjadi pilihan utama masyarakat. “Harapan saya, rumah sakit ini bisa menjadi bagian penting dari pelayanan kesehatan di Banten. Bukan yang terbesar, tapi yang paling dipercaya,” tutupnya. (Yuyi Rohmatunisa)

Berita Terkait

Dimyati Natakusumah Ajak Pegiat Catur Perkuat Persaudaraan dan Sportivitas
Gubernur Banten: Olahraga Latih Disiplin, Sportivitas dan Ketangguhan
Lepas Ratusan Peserta Gowes, Andra Soni Tekankan Pentingnya Kebersamaan
Buka Kejurnas Hoki, Andra Soni Dorong Prestasi Atlet Banten
Dimyati Apresiasi Komunitas Catur yang Dorong Pembinaan Generasi Muda
Wagub Banten Apresiasi Kreativitas Muda-mudi Lebak Isi Bulan Kemerdekaan
Andra Soni Dorong Generasi Muda Cintai dan Wariskan Budaya Nusantara
Andra Soni Dorong Pembinaan Atlet lewat Kompetisi Berkelanjutan

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 19:00 WIB

Gubernur Banten: Olahraga Latih Disiplin, Sportivitas dan Ketangguhan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Lepas Ratusan Peserta Gowes, Andra Soni Tekankan Pentingnya Kebersamaan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Buka Kejurnas Hoki, Andra Soni Dorong Prestasi Atlet Banten

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Dimyati Apresiasi Komunitas Catur yang Dorong Pembinaan Generasi Muda

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:00 WIB

Wagub Banten Apresiasi Kreativitas Muda-mudi Lebak Isi Bulan Kemerdekaan

Berita Terbaru