BSKDN Mengapresiasi Inovasi Daerah, Langkah Cerdas Menanggulangi Stunting dan Kemiskinan

Selasa, 29 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menegaskan bahwa sinergisitas inovasi daerah merupakan kunci percepatan penurunan angka stunting dan kemiskinan. Hal ini disampaikan Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo saat memandu jalannya penilaian Presentasi Kepala Daerah yang berlangsung secara daring dan luring dari Ruang Video Conference BSKDN, Selasa (29/10/2024). Kegiatan itu merupakan rangkaian dari tahap penilaian daerah terinovatif dalam ajang Innovative Government Award (IGA) 2024.

Dalam sesi diskusi, Yusharto menyampaikan bahwa angka stunting dan kemiskinan yang masih tinggi menjadi tantangan besar bagi pembangunan daerah. Karena itu, peningkatan sinergisitas dalam inovasi daerah merupakan langkah strategis yang harus dilakukan untuk mencapai hasil optimal.

“Kita perlu berkolaborasi lebih erat antara pemerintah daerah, masyarakat, sektor swasta, dan berbagai pihak lainnya agar stunting maupun kemiskinan dapat teratasi dengan baik,” ujarnya.

Dia menyoroti beberapa contoh sukses dari daerah yang telah menerapkan inovasi dalam penanganan stunting dan kemiskinan. Salah satu contohnya adalah program kolaboratif yang mengintegrasikan bantuan sosial, pendidikan, dan kesehatan berbasis data. Program ini telah berhasil menurunkan angka stunting di beberapa daerah yang memiliki prevalensi tinggi. Ini misalnya inovasi Desa Tuntas Kemiskinan (Desa Tuntas), inovasi Mitra Desa milik Kabupaten Wonogiri, hingga inovasi Dapur Lawan Stunting yang Berfokus pada Pencegahan Kerdil dengan Makanan yang Berkualitas (Si Darling yang Cerdas) yang digagas Pemerintah Kota (Pemkot) Bima.

“Kami mengapresiasi pemerintah daerah yang menggagas inovasi dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis data, sehingga program-program pengentasan kemiskinan maupun penurunan angka stunting dapat lebih efektif dan berdampak secara lebih luas,” ungkapnya.

Selain penanganan kemiskinan dan penurunan angka stunting, kepala daerah juga memaparkan sejumlah inovasi unggulan dari berbagai bidang lainnya seperti pendidikan, kelautan, perikanan, dan pariwisata. Semua inovasi tersebut diharapkan dapat membawa perubahan yang baik dalam pelayanan publik, sehingga lebih mudah dan menyejahterakan kehidupan masyarakat.

“Melalui berbagai inovasi yang sudah dipaparkan kepala daerah ini, kami berharap masyarakat dapat merasakan manfaat langsung,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Yusharto juga mengimbau semua daerah agar berkomitmen membangun inovasi berkelanjutan di berbagai bidang. Menurutnya, inovasi berkelanjutan hanya dapat diupayakan dengan komitmen kolaborasi dan keterbukaan kerja sama dengan berbagai pihak. “Kami berharap setiap daerah ke depannya dapat lebih optimal mengupayakan peningkatan inovasi yang signifikan,” pungkasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Polsek Harus Menjadi Pusat Pemolisian Masyarakat dan Membangun Kepercayaan Publik
Digitalisasi Layanan Haji Dimulai dari Data Kependudukan, Ini Langkah Mendagri Tito
Tak Biarkan Warga Sendiri, TP PKK dan TP Posyandu Dampingi Korban Gempa NTT
Posyandu Ternyata Tak Cuma Timbang Balita, Ini 6 SPM yang Digarap di Manggarai Timur
Iklim Usaha Kondusif Dimulai dari Regulasi yang Selaras, Ini Langkah Kemendagri
Demi Layanan Jemaah Lebih Baik, Mendagri Ajak Pemda Bersinergi
Menag: Manajemen Talenta ASN Harus Adil, Perempuan Tak Boleh Dirugikan
Masyarakat Terdampak Gempa di Manggarai Terima Bantuan TP PKK dan Posyandu Pusat

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:33 WIB

Polsek Harus Menjadi Pusat Pemolisian Masyarakat dan Membangun Kepercayaan Publik

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:28 WIB

Digitalisasi Layanan Haji Dimulai dari Data Kependudukan, Ini Langkah Mendagri Tito

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:22 WIB

Tak Biarkan Warga Sendiri, TP PKK dan TP Posyandu Dampingi Korban Gempa NTT

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Posyandu Ternyata Tak Cuma Timbang Balita, Ini 6 SPM yang Digarap di Manggarai Timur

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 08:06 WIB

Iklim Usaha Kondusif Dimulai dari Regulasi yang Selaras, Ini Langkah Kemendagri

Berita Terbaru