BSKDN Kemendagri Bahas Peran Penting Pendidikan dalam Penanggulangan Bencana Prabencana

Rabu, 20 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta – Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menggelar Forum Diskusi Aktual (FDA) bertajuk “Strategi Optimalisasi Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana Tahap Prabencana Berbasis Partisipasi Publik”. Forum ini bertujuan merumuskan langkah strategis guna meningkatkan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi bencana melalui pendekatan inovatif yang melibatkan partisipasi aktif masyarakat.

“Kita di Indonesia ternyata mayoritasnya masih pada kondisi reaktif, sehingga urusan mitigasi seakan belum menjadi hal yang urgen. Untuk itu diskusi hari ini diharapkan dapat menghasilkan satu rekomendasi kebijakan yang dapat menjadi referensi yang akan kita ajukan [kepada pimpinan] dalam hal ini BSKDN sebagai hub strategi kebijakan akan mengawalnya,” ungkap Pelaksana Harian (Plh.) Sekretaris BSKDN Tomy V Bawulang saat membuka FDA tersebut di Golden Boutique Hotel Jakarta, Rabu (20/11/2024).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, Indonesia dikenal sebagai negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi. Berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) tahun 2023 yang dikeluarkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), tidak ada daerah di Indonesia yang berada dalam kategori risiko rendah. Sebanyak 13 provinsi dan 168 kabupaten/kota berada dalam kategori risiko tinggi, sementara 25 provinsi dan 346 kabupaten/kota termasuk dalam kategori risiko sedang.

“Berapa kepala daerah yang hari ini betul-betul concern bahwa urusan kebencanaan ini adalah urusan yang fundamental, ini yang akan kita dorong dan berharap semoga diskusi hari ini benar-benar melahirkan satu rekomendasi yang akan kita kawal bersama,” ungkapnya

Dalam kesempatan tersebut, Tomy menegaskan, kolaborasi menjadi hal yang sangat penting untuk menyelenggarakan penanggulangan bencana secara optimal. Untuk itu, dirinya sangat mendukung program-program prabencana lintas sektor seperti Desa Tangguh Bencana (Destana), Kampung Siaga Bencana (KSB), dan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). “Program-program prabencana harus terus dikembangkan lebih lanjut untuk membangun budaya kesiapsiagaan bencana,” tegasnya.

Di sisi lain, Deputi Bidang Pencegahan BNPB Prasinta Dewi yang menjelaskan, salah satu upaya yang dilakukan pihaknya untuk mengoptimalkan program prabencana adalah dengan melakukan kajian risiko bencana. Menurutnya, hasil kajian tersebut dapat digunakan sebagai dasar pembangunan berkelanjutan bagi daerah.

“Kita juga harus semakin sadar ancaman bencana semakin tinggi dengan adanya perubahan iklim, adanya ahli fungsi lahan, dan kerusakan lingkungan. Ini mungkin salah satu sebab perencanaan yang kurang memikirkan atau kurang melibatkan dari hasil kajian risiko bencana,” terangnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Jamjam Muzaki mengatakan, penanggulangan bencana menjadi tugas bersama. Ini artinya tidak hanya dilakukan oleh satu lembaga, tetapi diperlukan peran dari berbagai sektor, termasuk pendidikan. “Fokus utamanya kita meningkatkan kapasitas dari kelembagaan satuan pendidikan juga dalam rangka meningkatkan tata kelola penanggulangan bencana di sektor pendidikan, khususnya prabencana,” pungkasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Percepat Verifikasi Kopdeskel, Mendagri Minta Kepala Daerah Berikan Dukungan Penuh
Pemerintah Setujui Lanjutan Pembahasan 15 RUU Kabupaten/Kota di Tiga Provinsi
Teken SKB Tiga Menteri, Ruang Bersama Indonesia Didorong Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak
The Art of Heroic Leadership Diluncurkan, Hadirkan Perspektif Baru Kepemimpinan di Era Kompleksitas
Wamendagri Bima Arya Tekankan Karakter dan Kecerdasan Harus Tumbuh Bersama
Pekerja Perlu Pahami Hak dan Kewajiban Sebelum Menandatangani Perjanjian Kerja
Karirhub Kemnaker Buka 81.171 Lowongan Kerja di 32.086 Perusahaan
MTQ Digelar Berjenjang Sejak 1968, Menag Dorong Standardisasi Dewan Hakim

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 14:41 WIB

Percepat Verifikasi Kopdeskel, Mendagri Minta Kepala Daerah Berikan Dukungan Penuh

Senin, 14 September 2026 - 14:30 WIB

Pemerintah Setujui Lanjutan Pembahasan 15 RUU Kabupaten/Kota di Tiga Provinsi

Senin, 14 September 2026 - 13:37 WIB

Teken SKB Tiga Menteri, Ruang Bersama Indonesia Didorong Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

Senin, 14 September 2026 - 08:07 WIB

The Art of Heroic Leadership Diluncurkan, Hadirkan Perspektif Baru Kepemimpinan di Era Kompleksitas

Minggu, 13 September 2026 - 12:23 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Karakter dan Kecerdasan Harus Tumbuh Bersama

Berita Terbaru