BPS Minta Kepala Daerah Manfaatkan Data Statistik untuk Pembangunan

Senin, 24 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Magelang – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti meminta kepala daerah untuk mendukung pelaksanaan sensus ekonomi tahun 2026. Dirinya secara khusus mengimbau pemerintah daerah (Pemda) untuk membantu persiapan tersebut sejak 2025 ini.

“Sensus ekonomi 2026 ini akan memotret secara pasti dan persis kondisi ekonomi Indonesia dan di daerah Bapak/Ibu semua,” ujarnya saat menjadi pembicara pada Retret Kepala Daerah di Lembah Tidar Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Senin (24/2/2025) malam.

Untuk itu, Amalia meminta dukungan dari para kepala daerah, meliputi gubernur, bupati, dan wali kota untuk mendukung pelaksanaan sensus ekonomi tersebut. Menurutnya, upaya tersebut akan bermanfaat bagi daerah lantaran mampu mengetahui potret ekonomi di daerah masing-masing.

Amalia menjelaskan, kepala daerah dapat memanfaatkan data statistik untuk membentuk kebijakan berbasis data dan fakta. Dengan demikian, proses pembangunan akan berlangsung optimal dan berdampak. Di samping itu, kepala daerah juga akan mampu mengetahui data pasti di daerah lainnya.

“Ibaratnya kalau penyakit, dengan memahami data dan statistik secara menyeluruh maka diagnosa yang Bapak/Ibu lakukan itu nantinya tidak hanya mengobati gejalanya saja tetapi kami berharap dengan data dan statistik yang Bapak/Ibu pahami secara menyeluruh ini dapat menyembuhkan sumber penyakitnya secara langsung, bukan hanya mengobati gejalanya,” imbuhnya.

Dalam forum tersebut, Amalia menjelaskan, data statistik yang biasanya dilakukan untuk mengukur survei pembangunan dibagi menjadi dua, yakni makro dan mikro. Data makro berarti data yang disajikan berdasarkan klasifikasi nasional, provinsi, kota, tetapi bukan berdasarkan individu.

Sebaliknya, data mikro merupakan yang biasanya digunakan untuk pensasaran program pembangunan hingga di level individu. Dengan kata lain, data tersebut juga kerap diartikan sebagai data by name by address.

“Yang kemudian di akhir tahun yang lalu kami BPS ditugaskan untuk membangun Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional atau DTSEN,” tandasnya. (wan)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Rumah Baca Pintar Pekalongan Hadirkan Ngabuburead, Wadah Edukatif Anak Mengisi Waktu Menjelang Berbuka
Tim Wasev Pastikan Pekerjaan TMMD di Wonosobo Tepat Waktu dan Berkualitas
Arus Deras Sungai Senowo Seret Kendaraan Tambang, Aktivitas Penambangan Terhenti Total
Kodim 0707/Wonosobo Optimalkan TMMD Melalui Edukasi Hukum, Kesehatan, dan UMKM
Momentum HPSN 2026, Wonosobo Perkuat Gerakan Indonesia ASRI melalui Aksi Nyata Bersih Lingkungan
Perlintasan Kedungmiri Memakan Korban, Tiga Remaja Tewas Saat Rekam Kereta
Danrem 072/Pamungkas dan Bobon Santoso Sajikan Seribu Porsi Opor untuk Masyarakat
Kodim 0707/Wonosobo Perkuat Sinergi dengan Petani Lewat Program Produksi

Berita Terkait

Sabtu, 7 Maret 2026 - 23:51 WIB

Rumah Baca Pintar Pekalongan Hadirkan Ngabuburead, Wadah Edukatif Anak Mengisi Waktu Menjelang Berbuka

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:50 WIB

Tim Wasev Pastikan Pekerjaan TMMD di Wonosobo Tepat Waktu dan Berkualitas

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:36 WIB

Arus Deras Sungai Senowo Seret Kendaraan Tambang, Aktivitas Penambangan Terhenti Total

Kamis, 26 Februari 2026 - 20:29 WIB

Kodim 0707/Wonosobo Optimalkan TMMD Melalui Edukasi Hukum, Kesehatan, dan UMKM

Selasa, 24 Februari 2026 - 11:52 WIB

Momentum HPSN 2026, Wonosobo Perkuat Gerakan Indonesia ASRI melalui Aksi Nyata Bersih Lingkungan

Berita Terbaru