Prakirawan BMKG, Raena Chindi, menjelaskan, pola atmosfer yang terbentuk dipicu oleh sirkulasi siklonik di Laut China Selatan. Fenomena itu memicu terbentuknya daerah konvergensi yang meluas hingga Samudra Hindia dan Laut Andaman, sehingga menambah potensi pertumbuhan awan konvektif.
“Daerah konvergensi ini memicu hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat di beberapa wilayah Indonesia,” ujarnya dalam prakiraan cuaca yang ditayangkan kanal YouTube Info BMKG, Rabu (20/8/2025).
BMKG mencatat hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi mengguyur Jawa Barat, Sulawesi Utara, Maluku Utara, dan Papua Barat Daya. Selain hujan, potensi angin kencang juga diprakirakan terjadi di Aceh, dengan dampak yang berpotensi menumbangkan pohon serta mengganggu aktivitas transportasi darat, laut, maupun udara.
Gelombang Tinggi di Perairan
Kecepatan angin di sejumlah perairan terpantau dapat melampaui 25 knot, khususnya di Laut Andaman, Samudra Hindia, Laut Koral, dan Laut Arafuru. Kondisi ini berpotensi menimbulkan gelombang setinggi 2,5 hingga 4 meter, terutama di Samudra Hindia selatan Jawa Timur.
BMKG mengingatkan nelayan dan operator kapal agar mewaspadai kondisi tersebut. Kapal kecil dan kapal penumpang disarankan mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum berlayar.
Suhu Panas di Beberapa Kota
Di tengah potensi hujan dan angin, BMKG juga mencatat peningkatan suhu udara di beberapa kota besar. Suhu udara diprakirakan mencapai 32–33 derajat celsius di Palembang, Serang, dan Surabaya.
Prakiraan Cuaca Kota Besar
Prakiraan cuaca di sejumlah kota besar Indonesia menunjukkan variasi kondisi. Denpasar dan Kupang diprakirakan cerah berawan, sementara Bandung, Manado, Sorong, dan Tanjung Selor berpotensi hujan disertai petir. Beberapa kota lain, seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Makassar, diprakirakan mengalami hujan ringan.
BMKG mengimbau masyarakat untuk mengakses informasi cuaca terbaru melalui aplikasi Info BMKG, situs resmi, maupun akun media sosial lembaga tersebut. (ihd)














