BI DIY Bersama Rumah Zakat Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan melalui Pelatihan UMKM

Selasa, 19 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JENDELANUSANTARA.COM, Jogja – Pelaku UMKM subsistence di Yogyakarta mendapat suntikan semangat baru lewat Program Pelatihan UMKM Subsistence yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY bersama Rumah Zakat di Hotel Loman, Yogyakarta.

Sebanyak 40 peserta dari berbagai kelompok usaha mengikuti pelatihan tersebut, mulai dari KWT Tani Ayu Sidomulyo Godean, Kelompok Afinitas Mulyo Sejahtera Margomulyo Seyegan Sleman, hingga Kelompok Tempe Godhong Jati Mamak Kampung Zakat Balong Girisubo.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Maya Herawati dari Bank Indonesia DIY, Prof. Dr. H. Waryono Abdul Ghofur, M.Ag., Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, serta Landung Tri Sugiarto selaku Chief Impact & Sustainability Officer Rumah Zakat.

Kehadiran mereka disebut menjadi bukti nyata sinergi lintas sektor dalam memperkuat ekonomi kerakyatan di DIY.

“UMKM harus terus naik kelas, inovatif, dan memperluas jaringan pemasaran,” ujar Maya Herawati dalam sambutannya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapat materi literasi keuangan dasar dari Adya Satria BPD DIY Syariah serta manajemen keuangan usaha oleh Mohammad Genta Mahardika, SE., MBA., dosen Departemen Ekonomika dan Bisnis Universitas Gadjah Mada.

Materi itu dinilai penting agar pelaku usaha kecil mampu mengelola keuangan secara profesional dan berkelanjutan.

“Kami ingin UMKM memiliki daya saing kuat dan mampu berkembang mandiri,” kata Landung Tri Sugiarto.

Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama RI, Prof. Waryono Abdul Ghofur, mengapresiasi kolaborasi Bank Indonesia dan Rumah Zakat dalam mendukung pemberdayaan masyarakat.

Ia menilai program seperti ini sangat strategis untuk memperkuat Kampung Zakat di Gunungkidul.

“Keberhasilan usaha bukan hanya soal modal dan pelatihan, tetapi juga dukungan keluarga sebagai fondasi utama,” tegasnya.

Salah satu peserta, Istiati, mengaku pelatihan tersebut membuka wawasan baru bagi dirinya.

“Materinya sangat menginspirasi dan membuat saya semakin semangat mengembangkan usaha,” ungkapnya.

Program ini diharapkan menjadi bekal penting bagi pelaku UMKM subsistence agar mampu tumbuh menjadi usaha mandiri, tangguh, dan berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat Yogyakarta. (waw)

Berita Terkait

Anggota Intel Sempat Diamankan Mahasiswa UMY, Polda DIY Sampaikan Fakta di Baliknya
Perkuat Barisan, PDIP Yogyakarta Matangkan Ideologi dan Konsolidasi Kader
Mahasiswa Kepung Titik Nol, Kritik Keras Kebijakan dan Maraknya Korupsi Nasional
Transformasi Berbuah Hasil, SD Muhammadiyah Komplek Kolombo Catat Kebangkitan Menjanjikan
Mahasiswa Yogyakarta Layangkan Gugatan Moral, Kinerja Prabowo-Gibran Jadi Sorotan
UWM Yogyakarta Torehkan Akreditasi Unggul, Siap Cetak SDM Adaptif di Era Digital
BRIN: Manusia Harus Tetap Jadi Pengendali Utama Kecerdasan Buatan
PENGENDARA SEPEDA MOTOR TERLIBAT KECELAKAAN DENGAN MOBIL DI JALAN PERINTIS KEMERDEKAAN YOGYAKARTA

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:52 WIB

Perkuat Barisan, PDIP Yogyakarta Matangkan Ideologi dan Konsolidasi Kader

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:45 WIB

Mahasiswa Kepung Titik Nol, Kritik Keras Kebijakan dan Maraknya Korupsi Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:34 WIB

Transformasi Berbuah Hasil, SD Muhammadiyah Komplek Kolombo Catat Kebangkitan Menjanjikan

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:28 WIB

Mahasiswa Yogyakarta Layangkan Gugatan Moral, Kinerja Prabowo-Gibran Jadi Sorotan

Kamis, 18 Juni 2026 - 08:14 WIB

UWM Yogyakarta Torehkan Akreditasi Unggul, Siap Cetak SDM Adaptif di Era Digital

Berita Terbaru