BGN Tegaskan Pentingnya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dalam Program MBG

Kamis, 6 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

‎JENDELANUSANTARA.COM, Jogja – Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk di Kota Yogyakarta.

‎“Evaluasi ini untuk memastikan program berjalan baik dan tepat sasaran,” ujar Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN, Letjen (Purn) Dadang Hendrayudha, di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (6/11/2025).

‎Ia menegaskan, kejadian keracunan yang sempat terjadi menjadi alarm penting bagi pengawasan ketat di lapangan.

‎Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menyambut baik langkah tegas BGN terkait standar kelayakan pelayanan gizi.

‎“Pak Deputi mempertegas bahwa kita Dinas Kesehatan dan BPOM boleh melarang operasional SPPG jika belum layak. Ini sangat penting untuk disiplin dan higienitas,” kata Hasto.

‎Menurutnya, program MBG sangat berdampak secara sosial dan ekonomi, sehingga harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab oleh pemerintah daerah.

‎Terkait kasus keracunan yang menimpa salah satu sekolah di Yogyakarta, Hasto menjelaskan Pemkot telah bergerak cepat.

‎“Hasil laboratorium menunjukkan adanya bakteri E.coli pada buah dan sayur,” ujarnya.

‎Ia menambahkan penggunaan air galon atau air PDAM bisa menjadi solusi untuk mencuci bahan makanan agar terhindar dari kontaminasi.

‎“Kami akan perintahkan Dinas Kesehatan untuk memeriksa kualitas air sebelum operasional,” tegasnya.

‎Dadang menyampaikan, saat ini terdapat 42 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Yogyakarta, 18 sudah operasional dan 24 masih dalam proses pembangunan.

‎“Kalau ada kejadian lagi, akan ditutup permanen karena itu kelalaian,” tegasnya.

‎BGN meminta Dinas Kesehatan dan BPOM untuk memegang ketat Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), demi kesehatan penerima manfaat yang mencapai 124.003 orang.

‎“Kita tidak ingin kejadian keracunan terulang. Semua harus sesuai prosedur, mulai dari dapur, bahan baku hingga rantai pasoknya,” tegas Dadang.

‎Ia mengingatkan agar proses akselerasi sertifikasi SLHS dilakukan tanpa mengabaikan standar.

‎“Tolong jangan gampang-gampang mengeluarkan SLHS. Ini semua untuk kebaikan kita bersama,” tandasnya.

(waw)

Berita Terkait

Seleksi dan TC Matang, Tim Catur Kota Jogja Percaya Diri Hadapi POPDA DIY 2026
Pemerintah kota Yogyakarta Gelar Syawalan 1447 H Bersama Pemerintah Daerah DIY di Balai Kota
Korem 072/Pamungkas Siapkan Sertijab Danrem dengan Verifikasi Ketat
Walikota Yogyakarta Ajak Petugas Pengawas Sampah Ubah Perilaku Masyarakat pada Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional
Antusiasme Tinggi Warnai Syawalan Pemda DIY, Hadirkan 70 Angkringan UMKM
Lonjakan Penumpang Kereta Api di Yogyakarta Diprediksi Berlanjut hingga Akhir Maret 2026
Satu Tahun Kepemimpinan Hasto – Wawan: Fokus Rekonstruksi Sosial hingga Penguatan Ekonomi Berbasis Budaya
Sleman Tingkatkan Pengelolaan Data untuk Dukung Evaluasi Pemerintah Pusat

Berita Terkait

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:24 WIB

Seleksi dan TC Matang, Tim Catur Kota Jogja Percaya Diri Hadapi POPDA DIY 2026

Selasa, 31 Maret 2026 - 15:35 WIB

Pemerintah kota Yogyakarta Gelar Syawalan 1447 H Bersama Pemerintah Daerah DIY di Balai Kota

Selasa, 31 Maret 2026 - 14:40 WIB

Korem 072/Pamungkas Siapkan Sertijab Danrem dengan Verifikasi Ketat

Senin, 30 Maret 2026 - 14:49 WIB

Walikota Yogyakarta Ajak Petugas Pengawas Sampah Ubah Perilaku Masyarakat pada Peringatan Hari Peduli Sampah Nasional

Senin, 30 Maret 2026 - 12:08 WIB

Antusiasme Tinggi Warnai Syawalan Pemda DIY, Hadirkan 70 Angkringan UMKM

Berita Terbaru

Banten

Prof. Suparman, Tekankan Sedekah Meski Seribu Rupiah

Rabu, 1 Apr 2026 - 00:12 WIB