Belajar dari Singapura, Mendagri Tito Karnavian Dorong Kota Ramah Pejalan Kaki di Indonesia

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Banda Aceh – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengungkapkan pentingnya pembangunan kota yang berorientasi pada kesehatan masyarakat melalui penyediaan ruang hijau dan penguatan konsep kota ramah pejalan kaki (walkable city). Pendekatan ini dinilai sebagai langkah strategis sekaligus efisien untuk menekan biaya kesehatan dalam jangka panjang.

Dalam forum Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Mendagri mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada pertumbuhan ekonomi jangka pendek, tetapi juga perlu mempertimbangkan dampak kesehatan dan kualitas hidup masyarakat.

“Dengan membangun taman yang banyak, ruang hijau yang banyak untuk kegiatan olahraga, ada pedesterian, itu jauh lebih murah dibanding biaya mereka untuk mensubsidi masyarakat yang terkena penyakit,” tegasnya di Banda Aceh, Senin (20/4/2026).

Ia menjelaskan, konsep walkable city mendorong terciptanya ruang kota yang nyaman untuk berjalan kaki, berolahraga, dan berinteraksi sosial. Menurutnya, kota yang dirancang dengan pendekatan tersebut akan berkontribusi pada peningkatan kesehatan masyarakat sekaligus produktivitas warga.

Mendagri juga mencontohkan praktik baik yang diterapkan di Singapura, yang berhasil mengintegrasikan ruang hijau dan fasilitas publik dalam perencanaan kotanya. Ia menilai, investasi pada taman dan jalur pedestrian terbukti memberikan manfaat ekonomi yang signifikan, termasuk dalam menekan beban pembiayaan sektor kesehatan.

Lebih lanjut, Mendagri mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan pemanfaatan ruang kota. Ia mengajak pemerintah daerah (Pemda) untuk tetap mempertahankan ruang terbuka hijau sebagai bagian dari sistem penyangga lingkungan.

“Jangan sampai semuanya di-convert menjadi daerah komersial semua. Pemukiman semua. Kalau itu di-convert menjadi pemukiman … semua, maka yang terjadi nanti, satu, ruang hijaunya untuk bantalannya enggak ada. Tiba-tiba apa? Banjir,” ujarnya.

Menurutnya, konsistensi dalam kebijakan tata ruang menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan pembangunan kota, sekaligus mencegah berbagai persoalan lingkungan seperti banjir dan penurunan kualitas ekosistem.

Sebagai ilustrasi, Mendagri menyinggung pembangunan Bandara Banyuwangi yang mengusung konsep ramah lingkungan dengan memaksimalkan ventilasi alami dan meminimalkan penggunaan pendingin udara. Ia menilai, komitmen dalam mempertahankan konsep tersebut menunjukkan pentingnya konsistensi kebijakan dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Ia menambahkan, keberadaan ruang hijau memiliki peran penting tidak hanya dari sisi estetika, tetapi juga sebagai ruang resapan air dan penyangga keseimbangan lingkungan. Tanpa pengelolaan tata ruang yang baik, berbagai risiko seperti penyempitan sungai dan potensi banjir dapat meningkat.

Terakhir, Mendagri mengajak kepala daerah untuk memandang kota sebagai ruang hidup yang mendukung kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh, bukan semata sebagai pusat aktivitas ekonomi.(LSI)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Kemendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Daerah Berprestasi
Ajang Apresiasi Daerah 2026 Perkuat Budaya Inovasi dan Tata Kelola Pemerintahan
MendagriTito Karnavian Ajak Kepala Daerah Sumbagsel Susun Program Prioritas 2027–2029
Penyaluran Bantuan Rumah Pascabencana Meningkat, Fokus Percepatan Pemulihan
Rakornas Keuangan Daerah, Kemendagri Tekankan Inovasi PAD dan Digitalisasi Pajak
Mendagri Tito Karnavian Dorong Reward and Punishment untuk Pacu Kinerja Kepala Daerah
Mentan: Rehabilitasi dan Proteksi Lahan Jadi Kunci Pemulihan Pertanian Pascabencana
Kemenag Perkuat Integrasi Data, Pastikan Program MBG di Pesantren Tepat Sasaran 

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 11:24 WIB

Kemendagri Siapkan Insentif Fiskal Rp1 Triliun bagi Daerah Berprestasi

Minggu, 26 April 2026 - 09:55 WIB

Ajang Apresiasi Daerah 2026 Perkuat Budaya Inovasi dan Tata Kelola Pemerintahan

Sabtu, 25 April 2026 - 14:40 WIB

MendagriTito Karnavian Ajak Kepala Daerah Sumbagsel Susun Program Prioritas 2027–2029

Sabtu, 25 April 2026 - 14:02 WIB

Penyaluran Bantuan Rumah Pascabencana Meningkat, Fokus Percepatan Pemulihan

Sabtu, 25 April 2026 - 09:38 WIB

Rakornas Keuangan Daerah, Kemendagri Tekankan Inovasi PAD dan Digitalisasi Pajak

Berita Terbaru

Yogyakarta

Menteri Ekraf Spill 3 Jurus Bikin UMKM Naik Kelas di ELC 2026

Minggu, 26 Apr 2026 - 10:11 WIB