Asistensi Pemkot Semarang, BSKDN Kemendagri Tekankan Pentingnya Keterlibatan OPD dalam Peningkatan Inovasi

Selasa, 6 Februari 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Semarang, Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melakukan asistensi ke Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Semarang Provinsi Jawa Tengah pada Selasa (6/2/2024). Dalam kesempatan tersebut, Kepala BSKDN Yusharto Huntoyungo menekankan soal pentingnya keterlibatan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam meningkatkan inovasi di suatu wilayah, termasuk di Kota Semarang.

“Kolaborasi antara OPD (Organisasi Perangkat Daerah) menjadi kunci utama dalam mewujudkan inovasi yang berdampak nyata bagi masyarakat. Kinerja inovasi diharapkan sebagai kinerja yang saling berhubungan dan berkesinambungan, bukan kinerja secara sendiri-sendiri atau biasa kita sebut silo,” jelas Yusharto.

Sementara itu, Yusharto mengatakan, keterlibatan OPD dalam upaya peningkatan inovasi tidak hanya berdampak terhadap semakin membaiknya ekosistem inovasi, tapi hal tersebut juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. “Inovasi yang diciptakan OPD ini kalau bisa tidak berhenti pada OPD tersebut saja, tetapi bisa memicu OPD lainnya untuk berinovasi. Istilahnya munculnya satu inovasi dapat melahirkan inovasi lainya,” ungkapnya.

Sejalan dengan itu, Yusharto mengungkapkan, jika dilihat dari peningkatan capaian Indeks Inovasi Daerah (IID) pada tahun 2023, kondisi inovasi di Kota Semarang sudah dapat dikatakan baik. Pada tahun 2022 capaian IID Kota Semarang adalah 60,79, sementara pada tahun 2023 mencapai 65,8.

“Kami sangat apresiasi pencapaian Kota Semarang yang sudah mempertahankan posisinya menjadi kota sangat inovatif dalam gelaran IGA yang rutin kami laksanakan setiap tahunnya,” ungkap Yusharto.

Ia melanjutkan, berdasarkan urusan, inovasi di Kota Semarang masih didominasi inovasi dalam bidang kesehatan. Terkait hal tersebut, dia berharap, ke depan sebaran inovasi di Kota Semarang dapat semakin beragam, misalnya juga masuk ke urusan pariwisata, pertanian, hingga perindustrian. Untuk itu, dirinya memacu Pemerintah Kota Semarang untuk menciptakan inovasi yang menarik dan tetap mempertimbangkan nilai kemanfaatannya bagi masyarakat.

“Dengan [berbagai] inovasi yang ada, bisa jadi pihak swasta akan semakin tertarik untuk investasi, sehingga akan ada creative funding untuk berbagai kegiatan yang sifatnya inovatif di Pemerintah Kota Semarang. Tentu ini akan sangat membantu dalam meningkatkan inovasi di daerah,” tegasnya.(Wan)

Sumber: Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Ratusan Praja IPDN Diterjunkan, Fokus Bersihkan Permukiman dan Situs Bersejarah Pascabencana
Pemulihan Pascabencana, Ribuan Hunian Sementara dan Tetap Terus Dibangun
WFH Jumat Berlaku, Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal dan Inklusif
Kebutuhan Penghulu 16.237, yang Ada 11.918: Kekurangan SDM Ancam Layanan KUA
Satgas PRR Maksimalkan Kayu Hanyutan untuk Hunian Sementara dan Fasilitas Umum
Warga Pante Geulima Bangkit, Pembersihan Lingkungan Dilakukan Bertahap
Wamendagri Bima Arya Apresiasi Pemulihan Aceh Tamiang, Praja Diminta Tingkatkan Kinerja
Integrasi Madrasah hingga Kampus, Kemenag Perkuat Ekosistem UIII di Depok

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 13:15 WIB

Ratusan Praja IPDN Diterjunkan, Fokus Bersihkan Permukiman dan Situs Bersejarah Pascabencana

Jumat, 3 April 2026 - 16:36 WIB

Pemulihan Pascabencana, Ribuan Hunian Sementara dan Tetap Terus Dibangun

Jumat, 3 April 2026 - 16:30 WIB

WFH Jumat Berlaku, Layanan Publik Kemenag Tetap Optimal dan Inklusif

Kamis, 2 April 2026 - 21:32 WIB

Kebutuhan Penghulu 16.237, yang Ada 11.918: Kekurangan SDM Ancam Layanan KUA

Kamis, 2 April 2026 - 20:19 WIB

Satgas PRR Maksimalkan Kayu Hanyutan untuk Hunian Sementara dan Fasilitas Umum

Berita Terbaru