Aksi Hijau Mahasiswa UWM, Ribuan Mangrove Ditanam di Kawasan Baros

Sabtu, 13 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, ‎Bantul – Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta menggelar aksi konservasi lingkungan di kawasan mangrove Baros, Tirtohargo, Kapanewon Kretek, Kabupaten Bantul, Rabu (10/6).

Kegiatan bertajuk “Sejuta Akar untuk Bumi Lestari” itu melibatkan 60 mahasiswa yang turun langsung melakukan penanaman mangrove dan pembersihan sampah di kawasan pesisir.

Ketua Program Studi Manajemen UWM, Kristiana Sri Utami, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

“Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi lingkungan, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran karakter bagi mahasiswa,” ujar Kristiana.

Menurutnya, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman langsung di lapangan agar memahami persoalan lingkungan yang dihadapi masyarakat pesisir.

“Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar di luar kelas, tetapi juga berkontribusi secara nyata dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir,” katanya.

Kristiana menegaskan penanaman mangrove memiliki manfaat besar bagi keberlangsungan lingkungan pantai.

“Mangrove berperan penting dalam mencegah abrasi, menjaga keseimbangan ekosistem, serta melindungi wilayah pesisir dari berbagai ancaman kerusakan lingkungan,” ungkapnya.

Selain menanam mangrove, para mahasiswa juga melakukan aksi bersih-bersih pantai dengan mengumpulkan sampah yang tersebar di sekitar kawasan konservasi.

“Kegiatan pembersihan sampah ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga kebersihan kawasan wisata dan konservasi,” kata Kristiana.

Didampingi dosen Program Studi Manajemen, Ascasaputra Aditya, para mahasiswa tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.

Pihak UWM berharap program serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan.

“Kami ingin mahasiswa menjadi agen perubahan yang mampu mengampanyekan perilaku ramah lingkungan di tengah masyarakat sekaligus berkontribusi menjaga kelestarian pesisir Yogyakarta,” tutupnya.(WAW)

Berita Terkait

Dari Keripik Pisang, ODDP Condongcatur Wujudkan Kemandirian Ekonomi
Ngepel Malioboro Jadi Simbol Komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta Bangun Budaya Bersih dan Kota Berkelanjutan
Pemerintah Kota Yogyakarta dan Kementerian Agama Kota Yogyakarta Perkuat Sinergi Pendidikan dan Keagamaan
Hujan Tak Surutkan Semangat, Seruan Massa Rakyat Memanggil Bergema di Jalanan
Walikota Yogyakarta Uji Coba Perahu Motor Tempel untuk Patroli Kebersihan Sungai Winongo
Ribuan Suara Menggema di Gejayan, Rakyat Tuntut Evaluasi Kebijakan Pemerintah
UGM Temukan Jejak Retakan Sedalam 20 Meter, Kunci Misteri Rumah Api Seyegan?
Jelang Pengajian Akbar HUT ke-79 Pemerintah Kota Yogyakarta, Pemerintah Kota Yogyakarta Siagakan 28 Ambulans dan Belasan Rumah Sakit Rujukan

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:20 WIB

Dari Keripik Pisang, ODDP Condongcatur Wujudkan Kemandirian Ekonomi

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:11 WIB

Ngepel Malioboro Jadi Simbol Komitmen Pemerintah Kota Yogyakarta Bangun Budaya Bersih dan Kota Berkelanjutan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:05 WIB

Pemerintah Kota Yogyakarta dan Kementerian Agama Kota Yogyakarta Perkuat Sinergi Pendidikan dan Keagamaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 23:01 WIB

Hujan Tak Surutkan Semangat, Seruan Massa Rakyat Memanggil Bergema di Jalanan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 22:55 WIB

Walikota Yogyakarta Uji Coba Perahu Motor Tempel untuk Patroli Kebersihan Sungai Winongo

Berita Terbaru