Akademisi UMP: Pemekaran Banyumas Solusi Bagi Ketimpangan Ekonomi, Sosial dan Pembangunan

Minggu, 14 April 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM – Banyumas, Akademisi Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Aman Suyudi menyatakan Pemekaran wilayah Kabupaten Banyumas diharapkan menjadi solusi atas permasalahan dan ketimpangan yang terjadi. Bentangan wilayah yang sangat luas saat ini dinilai penyebab kurang maksimalnya pelayanan kepada masyarakat.

“Pemekaran wilayah bila tujuannya adalah dalam rangka menjadi solusi atas ketimpangan-ketimpangan ekonomi, sosial dan pembangunan yang selama ini terjadi itu baik. Dan memang secara geografis wilayah Kabupaten Banyumas sangat luas. Ketika dibagi menjadi 3 Daerah Otonomi Baru (DOB) tentunya akan memudahkan masyarakat,” tuturnya

Hal itu disampaikan kepada media saat berkunjung kediamannya di Perumahan Puri Hijau Karangklesem, Purwokerto, Kabupaten Banyumas pada Ahad (14/4/2024).

Perlu diingat pemekaran nantinya akan sangat berkaitan dengan kekuasaan dan dominasi partai politik.

Menurut Doktor Bidang Ilmu Pertanian Unsoed ini, partai politik manapun yang nantinya menguasai atau mendominasi diharapkan bisa menciptakan pemerataan pembangunan, kemampuan ekonomi dan kemudahan pelayanan publik yang baik dan penuh berkah.

“Yang terpenting adalah pemekaran ini nantinya membawa peningkatan pemerataan pembangunan, pemerataan kesejahteraan dan ekonomi, peningkatan pengabdian kepada masyarakat yang penuh keberkahan. Untuk apa pembangunan di semua wilayah bagus, pelayanan baik tapi tidak ada keberkahan,” tegasnya.

Oleh karenanya, kata Aman, PR-PR pemekaran benar-benar harus dipersiapkan secara matang agar pemekaran wilayah Kabupaten Banyumas bisa menjadi harapan semua pihak yaitu menuju masyarakat Banyumas yang adil dan sejahtera. (Siti)

Berita Terkait

Perkuat Industri Musik Dangdut, PAMDI Kudus Kolaborasi Strategis dengan Disbudpar
Di Tengah Isu Dugaan Pencucian Uang, Aldi Taher Justru Kenalkan Lagu Baru “Bodoamat”
Yonif TP 444 Perkenalkan Logo Baru untuk Memperkuat Identitas dan Pengabdian Prajurit
Perkuat UMKM dan Pariwisata, Susanto Fokus pada Pemberdayaan RT
Maswira DIY Berkomitmen Wujudkan Ribuan UMKM Berdaya Saing
Euforia Piala Dunia di Solo: Saat Demam Bola Dongkrak Ekonomi Kreatif Melalui FanFest 2026
Eksotisme Goa Kidang Kencono, Surga Alam Tersembunyi di Kulon Progo
Diduga Berawal dari Rekaman Video, Perempuan Ditemukan Terluka di Hotel Jati

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:12 WIB

Perkuat Industri Musik Dangdut, PAMDI Kudus Kolaborasi Strategis dengan Disbudpar

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 14:15 WIB

Di Tengah Isu Dugaan Pencucian Uang, Aldi Taher Justru Kenalkan Lagu Baru “Bodoamat”

Selasa, 14 Juli 2026 - 15:46 WIB

Yonif TP 444 Perkenalkan Logo Baru untuk Memperkuat Identitas dan Pengabdian Prajurit

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:11 WIB

Perkuat UMKM dan Pariwisata, Susanto Fokus pada Pemberdayaan RT

Selasa, 14 Juli 2026 - 14:03 WIB

Maswira DIY Berkomitmen Wujudkan Ribuan UMKM Berdaya Saing

Berita Terbaru