AHY: Transisi Transportasi Bersih Harus Didukung Infrastruktur Kendaraan Listrik

Senin, 29 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Disambut Gemuruh Antusiasme Mitra Pengemudi, Menko AHY Hadiri Peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia

Disambut Gemuruh Antusiasme Mitra Pengemudi, Menko AHY Hadiri Peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia

JENDELANUSANTARA.COM,JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengapresiasi Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia sebagai wujud nyata dukungan dunia usaha dalam mempercepat transisi menuju sistem transportasi yang lebih bersih, berkelanjutan, dan rendah emisi. Menko AHY menegaskan, keberhasilan transisi tersebut harus diiringi percepatan pembangunan infrastruktur pendukung, terutama ekosistem kendaraan listrik di seluruh Indonesia. Hal itu disampaikan saat peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia: Komitmen Nyata Mendukung Mobilitas Masa Depan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (29/6/2026).

Dalam sambutannya, Menko AHY menegaskan pemerintah menyambut baik inisiatif sektor swasta yang ikut mengambil peran dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan, khususnya melalui pengembangan kendaraan listrik.

“Atas nama Pemerintah Republik Indonesia, khususnya dari jajaran Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, saya menyambut dengan sangat baik, sekaligus mendorong dan mengapresiasi Grab Indonesia yang selama beberapa tahun terakhir terus berupaya menghadirkan solusi dan menjadi bagian dari solusi bagi masa depan transportasi Indonesia,” ujar AHY.

Menurut Menko AHY, sebagai negara dengan jumlah penduduk yang besar, Indonesia membutuhkan sistem transportasi yang semakin efisien, baik di darat, laut, maupun udara. Di sisi lain, tantangan perubahan iklim dan emisi karbon menuntut pembangunan infrastruktur serta pertumbuhan ekonomi tetap berjalan secara berkelanjutan.

“Kita ingin terus tumbuh ekonominya, terus membangun termasuk infrastrukturnya, tetapi tetap ramah terhadap lingkungan. Kita harus menjaga kelestarian bumi ini untuk anak cucu dan generasi penerus kita,” katanya.

Menko AHY menjelaskan sektor energi masih menjadi penyumbang terbesar emisi karbon nasional, yakni sekitar 55 persen. Dari jumlah tersebut, sektor transportasi menyumbang sekitar 22 persen, sementara hampir 89 persen emisi transportasi berasal dari transportasi darat.

Karena itu, pemerintah terus mendorong kebijakan yang berpihak pada transisi energi baru dan terbarukan, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil melalui percepatan elektrifikasi kendaraan.

“Semangat kita adalah bagaimana mengembangkan strategi dan kebijakan yang lebih berpihak pada transisi energi baru dan terbarukan. Kita ingin mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar berbasis fosil, apalagi di tengah dinamika geopolitik global yang sering memicu lonjakan harga minyak dunia,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menko AHY juga mengapresiasi capaian Grab Indonesia yang secara konsisten meningkatkan jumlah armada kendaraan listrik. Menurutnya, target yang ditetapkan perusahaan tersebut merupakan langkah konkret yang patut didukung bersama.

“Tahun lalu jumlah kendaraan listrik Grab sekitar 14 ribu unit. Pada Juni tahun ini telah mencapai 28 ribu unit, dan mudah-mudahan pada akhir tahun dapat menembus 42 ribu unit. Ini merupakan target yang sangat baik dan layak kita dukung bersama,” ungkap AHY.

Lebih lanjut, Menko AHY menegaskan pemerintah akan terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik melalui berbagai kebijakan, mulai dari pemberian insentif bagi industri dan investor, pengembangan rantai pasok baterai, kendaraan listrik nasional, hingga peningkatan investasi di sektor tersebut.

Selain itu, pemerintah juga akan mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung, terutama Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), agar masyarakat semakin percaya diri beralih menggunakan kendaraan listrik.

“Ketersediaan SPKLU menjadi salah satu harapan masyarakat. Pemerintah ingin terus mendorong agar jumlah titik pengisian semakin banyak dan penyebarannya semakin merata. Jawa tentu menjadi prioritas karena jumlah penduduknya besar, tetapi wilayah di luar Jawa juga harus terus diperluas sehingga pengguna kendaraan listrik semakin nyaman bepergian tanpa khawatir kehabisan daya,” tuturnya.

Menko AHY berharap kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha, seperti yang ditunjukkan Grab Indonesia melalui Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia, dapat semakin mempercepat transformasi menuju sistem transportasi nasional yang modern, efisien, berdaya saing, sekaligus ramah lingkungan.

“Mudah-mudahan Indonesia terus tumbuh, terus maju, dan mampu menghadirkan sistem transportasi yang semakin ramah lingkungan demi masa depan yang lebih baik,” tutup AHY. (gla)

Sumber : Kemenkolnfra

 

Berita Terkait

Pemerintah Perluas Piloting Digitalisasi Bansos, Integrasikan Layanan Publik Berbasis Teknologi
Wamendagri Bima Arya: Kepala Desa Butuh Dukungan Akademik untuk Hadapi Tantangan Pembangunan
TP PKK dan Posyandu Jawa Barat Diminta Perkuat Kelembagaan demi Optimalisasi Program
Wamendagri Wiyagus: Pengelolaan SDA yang Baik Jadi Kunci Kemandirian Fiskal Daerah
Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Kolaborasi untuk Ketahanan Pangan Kota
Mendagri Tito Karnavian: Daerah Perbatasan yang Makmur Perkuat Nasionalisme dan Kedaulatan
El Nino Mengintai, Mendagri Instruksikan Daerah Perkuat Ketahanan dan Kesiapsiagaan
Wamendagri Bima Arya: Sistem yang Solid Menjadi Kunci Membangun Kota Tangguh Bencana

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 16:09 WIB

Pemerintah Perluas Piloting Digitalisasi Bansos, Integrasikan Layanan Publik Berbasis Teknologi

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:43 WIB

Wamendagri Bima Arya: Kepala Desa Butuh Dukungan Akademik untuk Hadapi Tantangan Pembangunan

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:59 WIB

TP PKK dan Posyandu Jawa Barat Diminta Perkuat Kelembagaan demi Optimalisasi Program

Senin, 29 Juni 2026 - 18:52 WIB

Wamendagri Wiyagus: Pengelolaan SDA yang Baik Jadi Kunci Kemandirian Fiskal Daerah

Senin, 29 Juni 2026 - 18:21 WIB

Wamendagri Bima Arya Tekankan Pentingnya Kolaborasi untuk Ketahanan Pangan Kota

Berita Terbaru