Mendagri Soroti Tingginya Belanja Pegawai, Dorong Ruang Fiskal Lebih Sehat

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Manado – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengingatkan pemerintah daerah (Pemda) untuk lebih kreatif dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu disampaikannya saat memberikan arahan pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Tahun 2027 di Gedung Mapalus, Kantor Gubernur Sulut, Kamis (9/4/2026).

Dalam arahannya, Mendagri menyoroti masih tingginya ketergantungan fiskal daerah terhadap pemerintah pusat. Ia menjelaskan, sebagian besar daerah di Sulut memiliki porsi PAD yang relatif kecil dibandingkan dana transfer pusat. “Kalau seandainya mau mengandalkan anggaran ini (dana transfer pusat) saja, berat,” ujarnya.

Menurutnya, kondisi tersebut diperparah dengan tingginya belanja pegawai dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Di sejumlah daerah, belanja pegawai bahkan mencapai lebih dari 50 persen dari total anggaran, sehingga ruang fiskal untuk pembangunan menjadi sangat terbatas.

Ia menekankan, pola pikir aparatur Pemda perlu diubah. Selama ini, birokrasi cenderung hanya berfokus pada belanja tanpa memikirkan upaya peningkatan pendapatan. Karena itu, Mendagri mendorong kepala daerah agar memiliki pola pikir layaknya seorang wirausaha dalam mengelola keuangan daerah. Ia menyebut, prinsip dasar pengelolaan keuangan harus memastikan pendapatan lebih besar dibandingkan belanja.

“Prinsip dasarnya adalah bagaimana pendapatan lebih tinggi daripada belanja, jangan dibalik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Mendagri menguraikan sejumlah langkah yang dapat dilakukan daerah dalam mengelola anggaran, termasuk meningkatkan PAD. Pertama, melakukan efisiensi belanja, khususnya belanja operasional seperti perjalanan dinas, rapat, dan kegiatan yang tidak prioritas. Kedua, menggali sumber-sumber pendapatan baru tanpa membebani masyarakat kecil.

Ia juga mendorong Pemda untuk menghidupkan sektor swasta melalui kemudahan investasi dan perizinan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah membangun Mal Pelayanan Publik (MPP) untuk mempercepat proses perizinan berusaha. Kepala daerah juga dapat melibatkan organisasi yang bergerak di bidang usaha untuk menghidupkan sektor swasta.

“Ada Kadin (Kamar Dagang dan Industri), ada Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia), ajak diskusi untuk menghidupkan swasta. Investasi itu kan enggak harus luar negeri, dalam negeri juga bisa, lokal juga bisa,” jelasnya.(lsi)

Sumber : Puspen Kemendagri

Berita Terkait

Densus 88 Terapkan Soft Approach Lewat Pelatihan Teknisi AC bagi Mantan Napiter
Kartini Awards 2026, Tinawati Andra Soni Dinobatkan dalam Kategori Pemberdayaan Perempuan
Wagub Banten Tegaskan Pentingnya Data Riil untuk Kebijakan Pembangunan
Pemprov Banten Sederhanakan Layanan Samsat, Pajak Kendaraan Tetap Bisa Dibayar Tanpa KTP Awal
SPMB Banten 2026/2027 Resmi Disosialisasikan, Pendaftaran Dilakukan Secara Bertahap
NU Pandeglang Buka Wisata Petik Melon, Dorong Kemandirian Umat melalui Wakaf Produktif
Digitalisasi Pembayaran, Strategi BI Banten Genjot Wisata dan UMKM
O2SN Pandeglang 2026 Jadi Wadah Penjaringan Atlet Berprestasi Menuju Tingkat Provinsi

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 12:41 WIB

Densus 88 Terapkan Soft Approach Lewat Pelatihan Teknisi AC bagi Mantan Napiter

Kamis, 30 April 2026 - 08:26 WIB

Kartini Awards 2026, Tinawati Andra Soni Dinobatkan dalam Kategori Pemberdayaan Perempuan

Kamis, 30 April 2026 - 08:21 WIB

Wagub Banten Tegaskan Pentingnya Data Riil untuk Kebijakan Pembangunan

Kamis, 30 April 2026 - 08:15 WIB

Pemprov Banten Sederhanakan Layanan Samsat, Pajak Kendaraan Tetap Bisa Dibayar Tanpa KTP Awal

Kamis, 30 April 2026 - 08:08 WIB

SPMB Banten 2026/2027 Resmi Disosialisasikan, Pendaftaran Dilakukan Secara Bertahap

Berita Terbaru