Pakar Universitas Gadjah Mada Tekankan Strategi “Search, Treat, and Prevent” Atasi TBC

Selasa, 7 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, SLEMAN – Situasi Tuberkulosis (TBC) di Indonesia kian memprihatinkan. Pakar kesehatan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dr. Rina Triasih, menyebut Indonesia kini menempati peringkat kedua dunia dengan estimasi mencapai 1.090.000 kasus.

“Angkanya sangat tinggi dan menjadi perhatian serius,” ujarnya Selasa (7/4/2026).

Ia mengungkapkan, angka kematian akibat TBC juga tidak kalah mengkhawatirkan.

“Setiap jam ada sekitar 12 sampai 14 orang meninggal karena TBC,” tegasnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penyakit yang sering dianggap sepele ini sebenarnya memiliki dampak yang sangat besar terhadap kesehatan masyarakat.

Dalam podcast TropmedTalk Pusat Kedokteran Tropis UGM, dr. Rina menjelaskan bahwa TBC memiliki tingkat bahaya yang setara dengan COVID-19.

“Bedanya, TBC ini berkembang secara perlahan, sehingga sering tidak disadari,” katanya.

Ia menambahkan, “Gejala biasanya baru muncul dalam waktu 4 hingga 12 minggu setelah terinfeksi.”
‎Menurutnya, stigma sosial masih menjadi hambatan utama dalam penanganan TBC.

“Banyak masyarakat takut memeriksakan diri karena khawatir didiagnosis TBC,” ungkapnya. Ia juga menyoroti anggapan keliru di masyarakat, “Masih ada yang mengira TBC adalah penyakit keturunan, padahal ini penyakit menular dan bisa disembuhkan.”

Sebagai langkah penanggulangan, dr. Rina menekankan pentingnya strategi “Search, Treat, and Prevent”.

“Penemuan kasus aktif, pengobatan tuntas, dan pencegahan harus berjalan bersama,” jelasnya.

Ia pun mengimbau masyarakat, “Jika batuk lebih dari dua minggu, segera periksa ke fasilitas kesehatan,” seraya menegaskan bahwa kolaborasi semua pihak menjadi kunci untuk mencapai target eliminasi TBC pada 2030.(andriyani)

Berita Terkait

Dosen UWM: Diet Plastik Bukan Sekadar Tren, tapi Strategi Ekonomi
Klarifikasi Sekolah: Tak Ada Pencopotan Jabatan Siswa di SMA Muhammadiyah 3
Polisi Imbau Warga Tetap Tenang Terkait Insiden di Asrama Mahasiswa
Dari Drone ke Konten AI, Program Pelatihan Sleman Bidik Ekonomi Kreatif
Hadiri Syawalan Pemkab Sleman, Sri Sultan Tekankan Implementasi Nilai Ramadan
Wayang Punokawan Jadi Media Pembelajaran Karakter di SPS Asparagus Kentungan
Dorong Peran Pemuda, Wakil Wali Kota Yogyakarta Jadikan Karang Taruna Baciro Percontohan
Pemerintah Kota Yogyakarta Perkuat Program Padat Karya untuk Buka Lapangan Pekerjaan dan Tingkatkan Kesejahteraan Warga

Berita Terkait

Selasa, 7 April 2026 - 14:04 WIB

Pakar Universitas Gadjah Mada Tekankan Strategi “Search, Treat, and Prevent” Atasi TBC

Selasa, 7 April 2026 - 10:06 WIB

Dosen UWM: Diet Plastik Bukan Sekadar Tren, tapi Strategi Ekonomi

Selasa, 7 April 2026 - 09:04 WIB

Klarifikasi Sekolah: Tak Ada Pencopotan Jabatan Siswa di SMA Muhammadiyah 3

Selasa, 7 April 2026 - 09:00 WIB

Polisi Imbau Warga Tetap Tenang Terkait Insiden di Asrama Mahasiswa

Selasa, 7 April 2026 - 07:50 WIB

Dari Drone ke Konten AI, Program Pelatihan Sleman Bidik Ekonomi Kreatif

Berita Terbaru

jawa tengah

Pastikan Tepat Waktu, Dandim Wonosobo Tinjau Pembangunan KDKMP

Selasa, 7 Apr 2026 - 15:25 WIB