BPBD DIY Teliti Penyebab Tanah Gerak di Bantul, Libatkan BPPTKG dan UGM

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Bantul – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY bersama BPBD Bantul dan BPPTKG melakukan asesmen untuk mengetahui luasan fenomena tanah gerak yang terjadi di wilayah Pajangan, Kabupaten Bantul.

Langkah ini dilakukan untuk memetakan dampak sekaligus mencari penyebab pasti pergeseran tanah tersebut.

‎Kepala Pelaksana BPBD DIY, Agustinus Ruruh Haryata, menjelaskan bahwa kajian ini penting untuk mengetahui apakah kawasan tersebut memang termasuk wilayah rawan pergerakan tanah atau terdapat faktor lain seperti kondisi teknis pembangunan rumah.

‎Sejauh ini tercatat sekitar 20 rumah di wilayah Triwidadi, Pajangan mengalami kerusakan akibat tanah bergerak. Estimasi kerugian akibat kejadian ini mencapai sekitar Rp4 miliar.

Beruntung, sebagian besar rumah dalam kondisi kosong sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

‎Peristiwa ini diduga dipicu oleh hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada akhir Februari lalu.

Kondisi tanah yang labil dan jenuh air diduga menyebabkan tanah terkikis dan mengalami penurunan hingga sekitar 2,5 meter di salah satu rumah warga.

‎Untuk memastikan penyebab serta menentukan langkah penanganan yang tepat, BPBD Bantul juga menggandeng tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) guna melakukan pengecekan langsung di lapangan.

‎Fenomena tanah bergerak ini disebut sebagai kejadian baru di wilayah DIY, berbeda dengan kasus sinkhole yang sebelumnya pernah terjadi di Gunungkidul. Selain di Pajangan, laporan pergerakan tanah juga muncul di wilayah Sedayu dan Imogiri, Bantul.

‎Pemerintah berharap hasil asesmen dan kajian para ahli dapat memberikan gambaran jelas mengenai kondisi tanah serta langkah mitigasi agar dampak kerusakan tidak meluas ke wilayah lain.(waw)

Berita Terkait

Kebakaran di Wirobrajan Jogja, 6 Motor Inventaris Bank BPD DIY Ludes Terbakar
Jangan Konsumtif! Dosen UWM Sarankan THR Dibagi untuk Zakat, Mudik, dan Tabungan
Percepat Digitalisasi PAD, Pemkot Yogyakarta Targetkan 700 Titik Parkir Non-Tunai
Gotong Royong Governance”: Solusi Demokrasi Lokal?
Hari Jadi ke-271 DIY, Sultan HB X Ajak Masyarakat Refleksi dan Jaga Keistimewaan
Kontribusi Riset, Publikasi, dan Pengabdian Antarkan Dosen Ilmu Komunikasi UMY Raih Penghargaan
Silaturahmi PMI Jogja di Ramadan: Komitmen Kuat Kemanusiaan
Kelola Stres Jadi Energi Positif, Dosen UMY Latih Pemuda Wirokerten

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:43 WIB

BPBD DIY Teliti Penyebab Tanah Gerak di Bantul, Libatkan BPPTKG dan UGM

Jumat, 13 Maret 2026 - 08:49 WIB

Kebakaran di Wirobrajan Jogja, 6 Motor Inventaris Bank BPD DIY Ludes Terbakar

Kamis, 12 Maret 2026 - 21:05 WIB

Percepat Digitalisasi PAD, Pemkot Yogyakarta Targetkan 700 Titik Parkir Non-Tunai

Kamis, 12 Maret 2026 - 09:47 WIB

Gotong Royong Governance”: Solusi Demokrasi Lokal?

Kamis, 12 Maret 2026 - 08:35 WIB

Hari Jadi ke-271 DIY, Sultan HB X Ajak Masyarakat Refleksi dan Jaga Keistimewaan

Berita Terbaru