JENDELANUSANTARA.COM, Sidoarjo — Menteri Agama Nasaruddin Umar melakukan safari ke sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur untuk memperkuat kemitraan pemerintah dengan lembaga pendidikan keagamaan. Dalam kunjungan tersebut, ia juga mensosialisasikan rencana pembentukan Direktorat Jenderal Pesantren di Kementerian Agama Republik Indonesia.
Dalam rangkaian safari itu, Menteri Agama menyalurkan bantuan operasional masing-masing sebesar Rp100 juta kepada Pesantren Salafiyah Pasuruan, Pesantren Sidogiri, dan Pesantren Progresif Bumi Sholawat.
Menurut Nasaruddin, pemerintah berupaya memperkuat pembinaan pesantren agar menjangkau lebih banyak lembaga pendidikan keagamaan di berbagai daerah.
“Ke depan, dengan adanya Ditjen Pondok Pesantren, pembinaan terhadap pesantren diharapkan bisa lebih luas dan merata,” ujarnya saat berkunjung ke Pesantren Sidogiri, Jumat (6/3/2025).
Direktur Pondok Pesantren Kementerian Agama Basnang Said mengatakan safari pesantren menjadi sarana penting bagi pemerintah untuk berdialog langsung dengan para pengelola pesantren.
Melalui kunjungan tersebut, kata Basnang, Menteri Agama dapat melihat secara langsung dinamika dan kebutuhan riil pesantren, sekaligus memahami kontribusinya dalam bidang pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.
“Safari pesantren menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog langsung antara pemerintah dan pesantren. Dari situ pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih kontekstual dan berpijak pada realitas di lapangan,” kata Basnang.
Ia menilai kehadiran Menteri Agama di lingkungan pesantren juga memberikan penguatan moral bagi para pengelola dan santri. Selain itu, kunjungan tersebut mencerminkan pengakuan negara terhadap peran strategis pesantren dalam pendidikan keagamaan dan pembangunan sosial.
Menurut Basnang, momentum kunjungan itu sekaligus membuka ruang bagi pesantren untuk menyampaikan aspirasi secara langsung kepada pemerintah serta memperkuat kemitraan dalam pengembangan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.
Ia berharap pemerintah terus memperkuat kebijakan afirmatif bagi pesantren, baik melalui penguatan kelembagaan, peningkatan mutu pendidikan, maupun pengembangan kemandirian ekonomi.
“Kebijakan yang konsisten dan berpihak pada ekosistem pesantren akan membuat pesantren semakin optimal menjalankan fungsinya sebagai pusat pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.
Safari ini menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama memperkuat hubungan dengan pesantren sekaligus memastikan dukungan program pemerintah menjangkau lebih luas lembaga pendidikan keagamaan di berbagai daerah. (ihd)














