Hujan Tembus Pagi, Jalan dan Pemukiman Jakarta Terendam Lagi

Kamis, 29 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Air setinggi sekitar 50 sentimeter  menutup sebagian badan jalan DI Panjaitan sejak Kamis pagi, arus lalu lintas pun melambat. (Jennus)

Air setinggi sekitar 50 sentimeter menutup sebagian badan jalan DI Panjaitan sejak Kamis pagi, arus lalu lintas pun melambat. (Jennus)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta –Air datang lagi ke Jakarta, pelan tapi pasti. Sejak dini hari Kamis (29/1/2026), banjir merayap masuk ke rumah-rumah warga di Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur. Saat jarum jam menunjuk pukul 08.30 WIB, ketinggian air sudah mencapai 135 sentimeter —setinggi dada orang dewasa.

“Dari subuh air terus naik,” kata Sanusi, Ketua RT 13/RW 04 Kampung Melayu. Menurut dia, sejak pukul 05.00 WIB genangan tak lagi bisa dibendung. Malam sebelumnya, air sudah hampir setinggi satu meter. Pagi itu, banjir belum menunjukkan tanda-tanda surut.

Hujan yang turun lama dan deras menjadi pemicu awal. Situasi diperparah oleh kondisi penampungan air yang sudah berada pada status siaga tiga. “Kalau hujannya lama, airnya pasti nambah,” ujar Sanusi. Warga Kampung Melayu, yang sudah akrab dengan banjir tahunan, memilih bertahan. Mereka mengamankan barang-barang dan naik ke lantai dua rumah masing-masing. Hingga pagi itu, belum ada warga yang mengungsi.

Genangan air membuat aktivitas nyaris berhenti. Anak-anak tak berangkat sekolah, sebagian warga membatalkan kerja, sementara yang lain hanya bisa menunggu—memantau tinggi air dengan tanda-tanda di tembok rumah.

Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menunjukkan, banjir kali ini merendam 17 rukun tetangga di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Ketinggian air bervariasi, dari 30 sentimeter hingga 1,5 meter. Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan hujan deras yang mengguyur Jakarta dan sekitarnya sejak Rabu malam menyebabkan kenaikan muka air di Bendung Katulampa ke level Waspada atau Siaga 3.

“Kenaikan debit juga terpantau di sejumlah pos pantau. Sungai Ciliwung dan Kali Pesanggrahan meluap,” kata Yohan. Di Jakarta Timur, genangan mencapai 1,3 hingga 1,5 meter, sementara Jakarta Barat rata-rata sekitar 30 sentimeter.

Air tak hanya mengepung permukiman. Jalan DI Panjaitan, salah satu urat nadi penghubung Jakarta Timur, ikut tergenang. Air setinggi sekitar 50 sentimeter —sebetis orang dewasa— menutup sebagian badan jalan sejak Kamis pagi. Arus lalu lintas pun melambat.

“Kendaraan harus jalan pelan. Airnya cukup dalam,” ujar Agus, petugas Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur. Menurut dia, hujan deras yang turun sejak Rabu malam membuat air meluap ke jalan. Sistem drainase yang tak bekerja optimal memperparah keadaan.

Di jam sibuk pagi, kendaraan roda dua dan roda empat bergerak merayap. Klakson bersahutan, pengendara motor waspada menjaga keseimbangan agar mesin tak mati. Petugas perhubungan disiagakan untuk mengatur lalu lintas dan membantu pengendara melewati genangan.

Pemerintah mengimbau warga tetap waspada dan berhati-hati. Namun, bagi warga Kampung Melayu dan kawasan lain di bantaran sungai, banjir bukan sekadar peringatan. Ia adalah rutinitas tahunan yang selalu datang ketika hujan panjang dan sungai meluap —menghentikan kota, meski hanya sementara. (ihd)

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:22 WIB

Hujan Tembus Pagi, Jalan dan Pemukiman Jakarta Terendam Lagi

Berita Terbaru