Menag dan Menkeu Bahas Optimalisasi Dana Umat, Kuatkan Ekonomi Syariah

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Agama Nasaruddin Umar bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas penguatan sinergi pengelolaan ekonomi syariah. (Dok Kemenag)

Menteri Agama Nasaruddin Umar bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas penguatan sinergi pengelolaan ekonomi syariah. (Dok Kemenag)

JENDELANUSANTARA.COM, Jakarta — Menteri Agama Nasaruddin Umar bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas penguatan sinergi pengelolaan ekonomi syariah, khususnya optimalisasi dana umat agar berkontribusi nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Pertemuan berlangsung di Gedung Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (14/1/2026).

Nasaruddin menilai potensi ekonomi umat di Indonesia sangat besar, tetapi belum seluruhnya terkelola secara efektif. Sejumlah dana umat, seperti zakat, wakaf, infak, dan sedekah, dinilai masih bersifat pasif sehingga belum memberi dampak optimal bagi peningkatan kesejahteraan.

“Sebagian dana umat yang selama ini belum aktif dan belum aktual perlu kita aktualkan agar dapat berkontribusi terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia,” ujar Nasaruddin.

Menurut dia, diperlukan langkah konkret dan terukur agar pengelolaan dana umat tidak hanya berhenti pada penghimpunan, tetapi juga mampu mendorong kegiatan ekonomi produktif. Dalam kerangka itu, masjid diharapkan tidak semata menjadi ruang ibadah, melainkan juga pusat pengembangan ekonomi umat.

Pengelolaan zakat, wakaf, infak, dan sedekah, lanjut Nasaruddin, harus dilakukan sesuai prinsip syariah, transparan, dan berada dalam pengawasan yang ketat. Profesionalisme pengelolaan menjadi kunci agar dana umat benar-benar kembali kepada umat.

“Dana umat harus dikelola secara profesional dan diawasi. Targetnya jelas, membantu umat, bukan memperkaya segelintir orang,” kata dia.

Untuk mendukung perumusan kebijakan yang lebih tepat sasaran, Kementerian Agama juga tengah mengumpulkan serta mengkaji data Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut akan digunakan untuk memetakan potensi ekonomi umat secara komprehensif sebagai dasar penguatan kebijakan ekonomi syariah ke depan. (ihd)

Berita Terkait

Kebutuhan Penghulu 16.237, yang Ada 11.918: Kekurangan SDM Ancam Layanan KUA
Satgas PRR Maksimalkan Kayu Hanyutan untuk Hunian Sementara dan Fasilitas Umum
Wamendagri Bima Arya Apresiasi Pemulihan Aceh Tamiang, Praja Diminta Tingkatkan Kinerja
Integrasi Madrasah hingga Kampus, Kemenag Perkuat Ekosistem UIII di Depok
Pemulihan Pascabencana Sumatera Tunjukkan Kekuatan Gotong Royong Nasional
Ratusan Jembatan Dibangun, Konektivitas Daerah Terdampak Bencana Berangsur Pulih
Kunjungan ke Bank Sumut, Wamendagri Bima Arya Paparkan Strategi Penguatan BUMD Nasional
Mendagri Tito Karnavian: Pemulihan Fasilitas Pendidikan Pascabencana Terus Dikebut

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 21:32 WIB

Kebutuhan Penghulu 16.237, yang Ada 11.918: Kekurangan SDM Ancam Layanan KUA

Kamis, 2 April 2026 - 20:19 WIB

Satgas PRR Maksimalkan Kayu Hanyutan untuk Hunian Sementara dan Fasilitas Umum

Kamis, 2 April 2026 - 12:30 WIB

Wamendagri Bima Arya Apresiasi Pemulihan Aceh Tamiang, Praja Diminta Tingkatkan Kinerja

Rabu, 1 April 2026 - 19:54 WIB

Integrasi Madrasah hingga Kampus, Kemenag Perkuat Ekosistem UIII di Depok

Rabu, 1 April 2026 - 16:44 WIB

Pemulihan Pascabencana Sumatera Tunjukkan Kekuatan Gotong Royong Nasional

Berita Terbaru