Ada Ratusan Barang Tertinggal di Tengah Riuh Liburan Nataru

Sabtu, 3 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Arus penumpang kereta di Stasiun Semarang, Sabtu (3/1/2026). (Daop KAI Semarang)

Arus penumpang kereta di Stasiun Semarang, Sabtu (3/1/2026). (Daop KAI Semarang)

JENDELANUSANTARA.COM, Semarang – Selalu ada celah kelalaian di tengah arus manusia yang tergesa-gesa. Pada masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat 172 barang milik penumpang tertinggal di kereta maupun area stasiun. Angkanya tidak kecil, baik dari sisi jumlah maupun nilai.

Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyebut ragam barang yang tertinggal mencerminkan keseharian para pelancong: telepon seluler, komputer jinjing, uang tunai, hingga barang-barang pribadi lain. “Nilainya kami perkirakan mencapai sekitar Rp 75 juta,” ujarnya di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (3/1/2026).

Temuan itu menjadi potret lain hiruk-pikuk liburan akhir tahun. Penumpang berpacu dengan waktu, berpindah peron, berkejaran dengan jadwal. Di sela itu, barang kerap tertinggal, di rak bagasi, di kursi, atau di stasiun yang ramai.

KAI, kata Luqman, menyediakan layanan kehilangan dan penemuan barang sebagai bagian dari pelayanan kepada pelanggan. Barang-barang yang ditemukan diamankan dan didata, menunggu pemiliknya datang menjemput. Namun layanan ini, ia menegaskan, bukan pengganti kewaspadaan pribadi.

“Kehati-hatian tetap menjadi tanggung jawab masing-masing penumpang,” katanya. Karena itu, petugas secara rutin mengingatkan penumpang yang hendak turun dari kereta atau meninggalkan stasiun agar memeriksa kembali barang bawaannya.

Imbauan lain terdengar berulang: datang lebih awal ke stasiun, tidak terburu-buru saat naik atau turun kereta, serta memanfaatkan bantuan petugas bila diperlukan. Dalam perjalanan yang padat, sedikit jeda kerap menentukan, antara barang yang ikut pulang, atau tertinggal menunggu di balik kesibukan. (ihd)

Berita Terkait

THR Ojol Hanya Untuk Pengemudi yang Terdaftar Minimal 12 Bulan, Ini Skema Perhitungannya
Tiga Bibit Siklon Mengitari Indonesia, Waspada Cuaca Ekstrem Tiga Hari ke Depan
Riset RISE: Urbanisasi dan Iklim Perparah Banjir di Pontianak, Manado, Bima
Pemerintah Tetapkan Awal Puasa 19 Februari 2026 Lewat Sidang Isbat
Kemenag Salurkan Rp350 Juta dan Logistik ke Ponpes Pascatanah Bergerak
Kemenag Salurkan Rp596 Juta untuk Madrasah dan Guru Terdampak Longsor
Kemenag Gaungkan Ekoteologi di Mesir, Agama Menjaga Harmoni Sosial Global
RSCM–IHC Perkuat Layanan Unggulan Nasional Lewat ‘Center of Excellence’

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 09:28 WIB

THR Ojol Hanya Untuk Pengemudi yang Terdaftar Minimal 12 Bulan, Ini Skema Perhitungannya

Selasa, 3 Maret 2026 - 15:02 WIB

Tiga Bibit Siklon Mengitari Indonesia, Waspada Cuaca Ekstrem Tiga Hari ke Depan

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:50 WIB

Riset RISE: Urbanisasi dan Iklim Perparah Banjir di Pontianak, Manado, Bima

Selasa, 17 Februari 2026 - 21:16 WIB

Pemerintah Tetapkan Awal Puasa 19 Februari 2026 Lewat Sidang Isbat

Senin, 16 Februari 2026 - 18:34 WIB

Kemenag Salurkan Rp350 Juta dan Logistik ke Ponpes Pascatanah Bergerak

Berita Terbaru