JENDELANUSANTARA.COM, Semarang – Selalu ada celah kelalaian di tengah arus manusia yang tergesa-gesa. Pada masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang mencatat 172 barang milik penumpang tertinggal di kereta maupun area stasiun. Angkanya tidak kecil, baik dari sisi jumlah maupun nilai.
Manajer Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menyebut ragam barang yang tertinggal mencerminkan keseharian para pelancong: telepon seluler, komputer jinjing, uang tunai, hingga barang-barang pribadi lain. “Nilainya kami perkirakan mencapai sekitar Rp 75 juta,” ujarnya di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (3/1/2026).
Temuan itu menjadi potret lain hiruk-pikuk liburan akhir tahun. Penumpang berpacu dengan waktu, berpindah peron, berkejaran dengan jadwal. Di sela itu, barang kerap tertinggal, di rak bagasi, di kursi, atau di stasiun yang ramai.
KAI, kata Luqman, menyediakan layanan kehilangan dan penemuan barang sebagai bagian dari pelayanan kepada pelanggan. Barang-barang yang ditemukan diamankan dan didata, menunggu pemiliknya datang menjemput. Namun layanan ini, ia menegaskan, bukan pengganti kewaspadaan pribadi.
“Kehati-hatian tetap menjadi tanggung jawab masing-masing penumpang,” katanya. Karena itu, petugas secara rutin mengingatkan penumpang yang hendak turun dari kereta atau meninggalkan stasiun agar memeriksa kembali barang bawaannya.
Imbauan lain terdengar berulang: datang lebih awal ke stasiun, tidak terburu-buru saat naik atau turun kereta, serta memanfaatkan bantuan petugas bila diperlukan. Dalam perjalanan yang padat, sedikit jeda kerap menentukan, antara barang yang ikut pulang, atau tertinggal menunggu di balik kesibukan. (ihd)













