PTPN IV PalmCo Dukung Relokasi Korban Banjir Tapsel Melalui Penyediaan Lahan Huntap

Rabu, 24 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JENDELANUSANTARA.COM, Batang Toru, Tapanuli Selatan – Pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga korban banjir bandang di Tapanuli Selatan memasuki fase awal. Bertempat di Desa Hapesong Baru, Batang Toru, peletakan batu pertama dilakukan bersama pemerintah pusat, Pemprov Sumut, Pemkab Tapsel, dan PTPN IV PalmCo yang menyediakan dukungan lahan dan fasilitas pendukung.

Groundbreaking ini menjadi babak baru penanganan bencana pasca banjir bandang yang menerjang kawasan tersebut pada akhir November lalu. Pemerintah pusat dan daerah menekankan agar pembangunan huntap mauoun hunian sementara (huntara) berjalan cepat dan tepat waktu, mengingat sebagian warga sudah hampir satu bulan kehilangan tempat tinggal.

Pemerintah Pusat Tekankan Percepatan Pembangunan Huntap
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menegaskan pembangunan huntap akan dikebut dan dikoordinasikan lintas kementerian, pemerintah daerah, dan BUMN. Ia menekankan instruksi presiden agar penanganan bencana dipercepat dan tepat sasaran.

“Negara hadir, Presiden mengerahkan semua kekuatan, koordinasi, dan keuangan. Kita kompak membantu rakyat kita. Mari kita bekerja cepat, lebih cepat dari biasa,” ujar Maruarar.

Arahan tersebut disebut sebagai mandat agar proses teknis dan administrasi tidak berlarut-larut. Ia menegaskan bahwa warga terdampak membutuhkan kepastian relokasi, termasuk pemetaan hunian sementara hingga hunian permanen.

Menteri kelahiran Sumatera tersebut menambahkan bahwa percepatan pembangunan juga menjadi pembuktian bahwa koordinasi pemerintah pusat dan daerah berjalan efektif setelah masa tanggap darurat selesai.Pemprov Sumut Dorong Penyelesaian Tepat Waktu
Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya yang hadir dalam prosesi groundbreaking menggarisbawahi pentingnya ketepatan waktu pembangunan huntap demi mengurangi beban warga yang masih tinggal di tempat penampungan.

“Kita berharap huntap ini selesai tepat waktu agar masyarakat yang terdampak bencana tidak lagi berlarut-larut tinggal di pengungsian,” ujarnya.

Ia menyebut Pemerintah Provinsi akan memantau progres konstruksi dan memperkuat koordinasi dengan Pemkab Tapsel, BUMN penyedia lahan (PTPN IV), dan kementerian terkait.

Dalam kesempatan itu, Wagub juga mengingatkan pentingnya memprioritaskan warga yang kehilangan rumah secara total dan yang tinggal di zonasi rawan banjir.

Pemkab Tapsel Yakin Hunian Jadi Titik Balik Kehidupan Warga
Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu menyebut pembangunan huntap sebagai prioritas pemerintah daerah untuk memulihkan kehidupan warga, terutama mereka yang kehilangan harta benda dan mata pencaharian akibat banjir bandang.

“Pembangunan 227 hunian tetap di areal sekitar 5 hektar ini adalah wujud nyata komitmen pemerintah untuk memulihkan kehidupan warga. Ini bukan hanya membangun rumah, tetapi juga membangun kembali harapan dan masa depan masyarakat Tapanuli Selatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, relokasi permanen ini adalah bagian dari mitigasi risiko bencana karena kawasan bantaran sungai telah dinilai rawan dan tidak layak huni kembali.

Bupati juga menyampaikan apresiasi atas kerja sama BUMN yang menyediakan lahan untuk relokasi huntap yang dinilai mempercepat proses konstruksi, terutama pada tahap awal pematangan lokasi.

PTPN IV PalmCo Sediakan Lahan dan Dukungan Teknis
Pembangunan huntap di Batang Toru memanfaatkan sebagian areal perkebunan milik PTPN IV PalmCo yang saat ini dikoordinasikan penggunaannya dengan pemerintah daerah.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa menyatakan pihaknya mendukung setiap tahapan penyediaan hunian bagi warga terdampak banjir bandang, baik melalui peminjaman aset maupun penyediaan fasilitas pendukung bagi warga.

“Sesuai arahan Danantara dan BP BUMN, kita siap mendukung seluruh tahapan pembangunan hunian bagi warga terdampak banjir bandang, termasuk penyediaan lahan dan fasilitas pendukung sesuai kebutuhan pemerintah daerah,” ujar Jatmiko.

Ia juga menyebut dukungan ini tidak berhenti pada masa darurat tetapi berlanjut hingga fase pembangunan hunian dan pemulihan layanan dasar tentu dengan berkolaborasi bersama BUMN lainnya.

PTPN IV PalmCo sebelumnya telah menyiapkan rumah dinas yang tidak ditempati sebagai penampungan sementara.

Huntara Disiapkan Menjelang Pemulihan Penuh
Seiring pembangunan huntap, pemerintah menyiapkan hunian sementara (huntara), terutama bagi warga yang rumahnya hilang total.

Selain hunian tetap, hunian sementara juga dipersiapkan pemerintah dan BUMN untuk menjadi tempat tinggal hingga konstruksi huntap selesai bertahap. Pembangunan fasilitas dasar seperti sanitasi, air bersih, dan akses kesehatan telah dipetakan dalam koordinasi lintas instansi. (*)

Berita Terkait

BPDP Tingkatkan Kompetensi 87 Pekebun Sawit Labusel, Produktivitas Naik
Rivay Bakkara Kembali Pimpin SMSI Siantar-Simalungun, Terpilih secara Aklamasi
Bukan Sekadar Toko, Gerai UMKM Syariah Sergai Jadi Rumah Baru Bagi Pelaku UMKM Lokal
Wagub Sumut Dorong Peningkatan Layanan Anak Lewat Revitalisasi UPTD Gunungsitoli
AMPHIBI Soroti Ancaman Limbah di Kawasan Mangrove saat Aksi Tanam 500 Bibit di Deli Serdang
Program Beasiswa Pendidikan Yayasan Gerakan Sumut Bergiat Resmi Diluncurkan
Menteri Ekraf Apresiasi Opera dan Konser Musik Tona Sian Huta di Tapanuli Utara
Penertiban PETI oleh Gubernur Sumut Dinilai Wujud Komitmen Selamatkan Lingkungan

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:42 WIB

BPDP Tingkatkan Kompetensi 87 Pekebun Sawit Labusel, Produktivitas Naik

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:43 WIB

Rivay Bakkara Kembali Pimpin SMSI Siantar-Simalungun, Terpilih secara Aklamasi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 11:15 WIB

Bukan Sekadar Toko, Gerai UMKM Syariah Sergai Jadi Rumah Baru Bagi Pelaku UMKM Lokal

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:25 WIB

Wagub Sumut Dorong Peningkatan Layanan Anak Lewat Revitalisasi UPTD Gunungsitoli

Minggu, 19 Juli 2026 - 13:00 WIB

AMPHIBI Soroti Ancaman Limbah di Kawasan Mangrove saat Aksi Tanam 500 Bibit di Deli Serdang

Berita Terbaru